Dia Terbaik

Dia Terbaik
Kehidupan Baru


__ADS_3

Hari-hari terlewati dengan baik. Aku yang sibuk dengan jadwal kuliah, Alfa Sibuk dengan kantornya. Ello dan Sinta sedang persiapan menjadi orang tua.


Beberapa hari ini, Ello menginap dirumah mama. Katanya biar kalau sewaktu-waktu Sinta melahirkan ada yang tahu karena kalau dirumah Sinta kebetulan keluarganya pada kerja.


Tepat hari ini jadwal kuliahku sedang kosong. Aku dan Sinta lagi menonton drama korea ditelevisi. Tiba-tiba Sinta berteriak.


"Aaauuuu"


"Kenapa, Kak?" tanyaku cemas


"Se, kayaknya aku mau melahirkan dech. Perutku mules"


"Aduh, bagaimana ini.. Mama..mama" Aku berteriak memanggil Mama yang lagi diluar.


"Ada apa,Se?" tanya Mama


"Kak Sinta mau melahirkan, Ma" jawabku


"Apa? Ayo cepat Se kita ke rumah sakit" Mama memapah Sinta keluar sedangkan aku mencoba menelpon Ello dan mengambil Kunci Mobil.


"Halo, Se. Ada apa?" ucap disebrang


"Kak, Kak Sinta mau melahirkan. Kita ketemu diRumah Sakit Cinta Ibu ya" Jawabku secepat kilat


"Oke, Se. Hati-hati ya"


"Iya"


Aku sudah keluar dan segera menyalakan mobil. Kulihat Sinta sudah mengerang kesakitan. Pelan kubawa mobil menuju Rumah Sakit Cinta Ibu.


Sesampainya dirumah sakit, Perawat langsung memgambil alih.


"Dimana suaminya, bu?" tanya perawat lainnya. Karena Sinta sudah dibawa masuk ke ruang bersalin.


"Sebentar lagi datang, Sus" jawab mama


Benar dalam hitungan menit, Ello sudah menampakkan wajahnya

__ADS_1


" Itu Ello, Ma."


Mama melambai dan menyuruh Ello segera kesini. Ello berlari secepatnya.


"Mari, Pa. Ikut Saya. Ibunya sudah mau melahirkan. Mba sama ibu bisa mengurus administrasi disana ya" Kata perawat menjelaskan..


Ello mengangguk dan mengikuti perawat tersebut masuk keruang bersalin. Sedangkan aku dan mama mengurus administrasi.


Aku menelpon Alfa mengabarkan kalau sedang dirumah sakit dan menjelaskan apa yang terjadi. Alfa akan menyusul kesini setelah kerjaannya selesai sejam lagi.


Selesai mengurus administrasi, aku dan Mama menunggu didepan ruang bersalin. Mama mengabari Papa. Papa juga akan kesini. Kulihat Mama gelisah.


"Semua akan baik-baik saja, Ma" ucapku menguatkan Mama


Mama mengangguk.


Selang beberapa menit, Suara bayi terdengar.


"Ma, sudah lahir" kataku


Ello keluar dari ruang bersalin dengan muka yang habis menangis. Ya, Tangis bahagia.


"Perempuan, Ma" ucapnya


"Alhamdulillah, Sinta gimana?" Kata Mama


"Masih dalam pemulihan. Sebentar lagi pindah ke kamar"


Dari kejauhan terlihat Papa dan Alfa barengan datang.


"Gimana, Sinta?" tanya Papa dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Sudah lahir, Pa. Bayinya perempuan" kata Ello


"Alhamdulillah" ucap Papa


"Selamat ya, Lo. Akhirnya berubah status jadi Ayah" Kata Alfa memberi ucapan.

__ADS_1


"Makasih, Fa. Kalian kapan??" Kata Ello sambil tersenyum.


"Kalau Sese mau sekarang juga bisa bikin" Kata Alfa tanpa sensor dan langsung kucubit saja pinggangnya "Halal dulu baru bikin" kataku.


"Siap tuan putri" Balas Alfa memberi hormat sambil mengusap pinggangnya yang habis kucubit.


Kami bersama-sama menunggu diluar. Tidak berselang lama, Seorang perawat dan Sinta sudah keluar dari ruang bersalin.


"Keluarga Bu Sinta" Panggil perawat


"Saya, mb" Kata Ello maju menghampiri mereka.


"Mari Pa, Kita ke kamar" Ello mengangguk dan berjalan disamping Sinta yang menggunakan kursi roda.


Kami berjalan mengikuti mereka dan sampailah kami dikamar VIP yang sudah dipesan Mama tadi.


Sinta dudah dipindahkan ke tempat tidur dan disusul datangnya bayi cantik dibox.


Kami bergantian melihat kehidupan yang baru hadir. Mungil dan lucu, deskripsi yang pas buat makhluk didepan mata.


"Se, Nikah yuk bikin satu kayak gini" Ucap Alfa tiba-tiba tanpa mengubah raut wajahnya. Terpesona dia dengan bayi mungil.


"Ayo" Jawabku menantang. "Tapi kapan-kapan ya" Aku melanjutkan dan tertawa terbahak-bahak.


Sekarang Alfa gantian yang mencubit bukan dipinggang tapi hidung. "Diajak serius malah bercanda".


Aku masih tertawa dan kujawab "Ya dilamar dong Pa yang romantis gitu"


"Baiklah, tunggu saja" Jawab Alfa.


Setelah kurang lebih dua jam kami dirumah sakit, Aku dan Alfa berpamitan untuk pulang karena hari sudah semakin sore. Mama dan Papa masih menemani Ello sambil menunggu kedatangan keluarga Sinta


"Aku balik dulu ya, Kak" Ucapku berpamitan ketika kami sudah sampai diparkiran.


"Hati-hati ya jangan ngebut" balasnya sambil mencium keningku seperti biasa.


Aku mengangguk dan kamipun berpisah menuju kendaraan masing-masing

__ADS_1


__ADS_2