Dia Terbaik

Dia Terbaik
Cemburu


__ADS_3

Sese Pov


Sudah berapa lama aku tertidur dan ketika kubuka mataku ini bukan kamar yang sering kutempati.


"Sudah bangun?" tanya laki-laki disampingku


"Aku dimana, Kak?"


"Kamu dirumah sakit, Se. Tadi kamu pingsan pas ganti baju. Jangan telat makan, sayang"


"Gara-gara siapa coba aku telat makan. Kak, sudah lama aku tidur ya??" tanyaku sambil mencoba bangun namun dilarang Alfa


"Sudah empat jam kamu tidur, Se. Tadi orang tuaku, dan keluargamu kesini namun mereka sudah balik karena jam berkunjung sudah habis"


"Kenapa kakak disini bukan mama?"


Dia tersenyum dan berkata " Aku yang jaga kamu, Sayang".


Aku kaget. Bukan aku tidak suka dijaga Alfa namun aku belum siap kalau dia melihat tidurku.


Selama dirumah sakit, Alfa benar-benar menjagaku. Menuntun aku ke kamar mandi dan menyuapi. Perhatiannya membuktikan kalau dia benar-benar sayang.


Selama aku dirumah sakit, teman kuliahku bergantian menjengukku. Mereka tahu kalau aku berpacaran dengan Dosen dikampus kami. Jadi, ketika mereka menjenguk, mereka tidak kaget bertemu dengan Alfa dirumah sakit.


"Kamu sakit Apa, Se?" Tanya Dimas

__ADS_1


"Infeksi lambung, Mas. Kemarin seharian aku gak makan" jawabku


"Aduh, Se. Jangan sampai telat lah ntar kamu sakit lagi seperti ini. Aku bawain kamu cokelat dan kue tolong dimakan ya " Aku tahu dari awal kuliah Dimas sudah sering memberikanku perhatian. Kulirik Alfa sebentar dan dia pura-pura sibuk bermain dengan handphonenya.


"Iya, Mas. Ntar aku makan kalau sudah enakan ya."


Mereka hanya sebentar menjengukku karena waktu berkunjung telat habis.


"Kami balik dulu ya, Se. Semoga cepat sembuh" Ucap Lala


"Nanti hubungin aku aja,Se kalau mau pinjam catatan kuliah. Tenang meski aku cowok, aku rapi mencatatnya. Pasti kamu gak nyesal. Kamu pulang dulu ya dan Semoga cepat sembuh, Se"


"Iya. Terima kasih sudah mau datang kemari"


"Hmm.. Ada pacarnya terang-terangan ngasih perhatian ya. Gimana kalau pacarnya ga ada?" ucap Alfa


"Kakak cemburu?" tanyaku


"Apa aku harus bilang, Se." tanya dia.


"Iya dong. Biar aku tahu"


"Aku cemburu, Sese. Puas?"


Aku tertawa melihat kelakuan Alfa. Alfa yang melihat aku tertawa malah ikut tertawa. Ngambeknya hilang.

__ADS_1


Hari-hari berada dirumah sakit akhirnya terlewati dan hari ini aku diperbolehkan pulang.


"Se, seminggu ini sepertinya kita akan jarang ketemu. Aku harus nyelesain kerjaan yang kutinggal kemarin." ucap Alfa ketika mengantarku pulang


"Iya ga papa, Kak. Kamu selesain aja. Kita masih bisa komunikasi lewat handphone. Kalau kakak kangen tinggal nelpon video aja".


"Iya. Ntar aku suruh supirku antar jemput kamu ya. Kamu belum boleh bawa mobil sendiri"


"Jangan kak. Tidak usah. Aku pake Pa udin aja" jelasku. Pa udin, Supir pribadi papa. Sudah belasan tahun ikut dengan kami


"Baiklah. Selama kakak ga ada jangan nakal ya. Ingat makan yang teratur dan banyak minum air putih"


Aku mengangguk dan kucium pipinya. "Siap laksanakan"


Setelah dia berpamitan dengan orang tuaku dan tak lupa sebelum pergi mengecup keningku. Dia masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan halaman rumahku


"Baru ditinggal beberapa menit, sudah kangen aja" ucap batinku.


Aku sudah jatuh cinta terlalu dalam dengan seorang laki-laki bernama Alfa.


Aku tersenyum dengan kehidupanku, bersyukur diberi laki-laki yang romantis dan perhatian. Kemarin aku kehilangan laki-laki yang seperti sahabat sekarang aku dipertemukan laki-laki seperti seorang kakak.


Terima kasih kepada Sang Pencipta. ♥️


"

__ADS_1


__ADS_2