Dia Terbaik

Dia Terbaik
Bab 67


__ADS_3

Hari ini, seminggu keluarnya aku dari rumah sakit dan Alfa akan keluar negeri. Aku sudah berkutik didapur membuat sarapan untuknya.


Mualku tidak separah minggu kemarin, sudah sedikit berkurang atas obat yang diberi dokter kandungan.


Makanan dan minuman hangat sudah tersaji di meja namun yang dibuatkan belum juga menampakkan batang hidungnya.


Aku berjalan kembali menuju kamar. Alfa masih saja tidur dengan posisi yang sama, tutupan selimut. Ya, semalam kami melakukan olahraga dulu sebelum pisah sebulan lamanya.


"Kak, ayo bangun. Sudah jam tujuh" ucapku membangunkan Alfa.


"Hmm.. masih ngantuk, sayang"


"Ih, hayu sapa yang salah minta mulu"


"Lah ntar puasa sebulan lagi. Bisa gila" kata Alfa sedikit membuka matanya.


"Ha..ha..ha..ha. ayo sudah bangun mandi, aku tunggu dibawah ya"


***


Kami sudah sampai di bandara. Hari ini aku yang langsung mengantar Alfa tanpa ditemanin supir karena mau langsung menginap di rumah mamaku beberapa hari sebelum gantian ke mama mertua.


"Panggilan kepada para penumpang pesawat tujuan prancis agar segera memasuki pintu gate 8" suara mbak-mbak sudah memanggil.


"Sayang, aku pergi dulu ya. Sehat-sehat disini ya. Kalau ada apa-apa hubungin aku" kata Alfa berpamitan.

__ADS_1


Aku mengangguk menahan air mata yang sebentar lagi jatuh.


"Katanya kuat, kenapa mau nangis?" goda Alfa.


"Ih, kamu. hiks.. hiks.."


Cup.. Alfa mengecup bibirku, membuat aku membalas ciuman lembut dan menggoda ini. Mungkin kalau bukan di tempat umum., ciuman kami bisa lebih hot.


"I love you, Sese. Kakak pergi dulu ya" kata Alfa setelah bibir kami terlepas satu dengan yang lainnya


Setelah Alfa menghilang dibalik pintu, aku juga melangkahkan kaki kembali ke parkiran. Kuhapus air mataku, rasa sesak didada masih terasa.


Sepi.. Hampa.. Itu yang dirasakan seorang istri yang ditinggal suami pergi.


***


"Sudah datang, Sayang. Ayo, sini."


Aku memeluk mamaku, menumpahkan semua air mata yang dari tadi sudah berada di pelupuk mata.


"Apa-apaan ini. Sudah mau jadi ibu masih saja cengeng" kata Ello tiba-tiba. "Auuh, sakit sayang"


"Kamu ini kebiasaan dech ga bisa liat situasi" kata Sinta mengomel setelah mencubit pinggang ello.


"Lah, kan aku mengingatkan Sese. Bagaimana dia bisa nangis begitu padahal cuma ditinggal Alfa kerja selama sebulan"

__ADS_1


"Ello" tegur Mama memberi isyarat agar diam tidak meneruskan menggoda adiknya.


"Baik. Baiklah, Ma. Aku diam"


Aku malas berargumen sama Ello sekarang ini. Aku berjalan menuju kamarku yang dulu, tidak terlalu banyak perbedaan aku dulu yang masih sendiri dan sekarang kemana-mana berdua. Hanya tempat tidur yang berubah sekarang ukurannya lebih besar.


"Ah, belum ada sehari aja aku sudah kangen"


***


Alfa Pov


Pesawat yang membawaku ke kota Prancis memerlukan waktu tempuh kurang lebih 19 jam. Waktu yang sangat lama.


"Sese lagi apa ya?" ucap batinku. Kubuka galeri foto di handphone menampilkan foto Sese yang sedang duduk sendiri memandangi bunga-bunga di taman rumah. Wajahnya yang teduh dan adem membuat aku tambah rindu padanya.


"Sayang, lagi apa?" sebuah pesan singkat kukirim ke handphone Sese.


Tak berapa lama, sebuah balasan muncul di notifikasi layar handphoneku.


"Kangen" begitu balasannnya. Singkat, padat namun menghujam jantungku. Bagaimana tidak, istri lagi hamil muda malah aku tinggal pergi mengurus kerjaan.


"Kakak juga kangen, sabar ya sayang. Kakak akan cepat-cepat menyelesaikan kerjaan di prancis" kukasih emot love dan kukirim.


"Iya, sehat-sehat disana" balasnya

__ADS_1


***


__ADS_2