
"Ada apa?" tanyaku ke Alfa yang saat ini tatapannya sangat memilukan.
"Se, Lidya memberiku obat?" kata Alfa dengan sendu
Aku kaget mendengar penuturan dari Alfa. Wanita ini masih muda sudah bermain licik. Suatu hari, aku akan membalas perbuatanmu.
Aku membalas ciuman Alfa dengan lembut. Malam ini biar kami memadu kasih setelah hampir dua minggu kami tidak melakukannya. Tanpa obat itu kami juga akan melakukannya.
Alfa menggendongku dan membawaku ke tempat tidur tanpa melepaskan pangutan dibibir kami. Makin lama makin liar apa yang dilakukan Alfa.
Alfa membuka kemejanya dan melemparnya ke segala arah tanpa melihat jatuh kemana kemeja itu. Mata kami bertemu dan aku tersenyum. Seperti kode atas senyumku. Alfa membuka pakaian yang aku kenakan.
"Terima kasih" ucapnya. Perjalanan kami baru saja dimulai. Alfa memberi tanda kepemilikan di sekujur tubuhku sebelum kami menyatu.
Malam ini, kami menghabiskan waktu kami untuk bercengkrama satu sama lain. Energi Alfa sangat dahsyat, dia tidak merasa lelah. Aku hanya bisa mengikuti permainan dia.
"Apa kamu sudah lelah, sayang?" kata Alfa setelah kami melakukan berulang kali.
Aku mengangguk. Alfa merebahkan tubuhnya disampingku dimana sebelummya dia berada diatas tubuhku. Dia menarik selimut dan menutup tubuh kami.
Aku mendekatkan tubuhku dan seperti biasa, tangan Alfa menjadi bantal tidurku. Alfa mengecup keningku dengan mesra.
"Selamat malam dan selamat tidur, sayang" ucapnya
"Selamat tidur, Kak" balasku sambil mengecup bibirnya yang tipis.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, kami berdua langsung terlelap karena waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi.
***
"Sudah bangun, sayang?" tanya Alfa setelah aku mengucek mataku. Pemandangan pagi ini luar biasa, Alfa sedang duduk membelakangi sinar matahari pagi sambil membaca buku. Alfa sudah rapi sedangkan aku baru bangun tidur.
Aku menutup mukaku dengan malu dan terdengar Alfa tertawa.
"Kalau masih ngantuk, tidur lagi saja, sayang. Maaf ya karena kakak yang buat Sese begadang" kata Alfa sudah duduk disampingku.
Aku melepas tangan yang menutup wajahku. "Sudah tugas Sese sebagai istri, Kak". Aku mencoba bangun dan "Auh" badanku sakit semua.
"Kenapa?" tanya Alfa melihatku meringis
"Pinggangku sakit" kataku sambil tertawa. Alfa yang mendengar jawabanku langsung pergi ke kamar mandi. Terdengar dia sedang mengisi air di bathtub.
"Iya" jawabku. Sambil menunggu Alfa mengisi Air, aku bermain ponselku. Ada sebuah pesan dari Ello.
"Sudah bangun?"
"Hoi, adik malas. Sudah jam berapa ini? Berapa ronde yang kalian buat semalam sampai jam segini belum bangun"
"Sese, cepat balas pesanku"
Pesan yang merusak moodku saja. Aku segera menelpon Ello.
__ADS_1
Tut.. tut.. tuut.. Dalam hitungan detik sudah diangkat pemilik nomor.
"Sudah bangun?"
"Kalau belum bangun, bagaimana aku bisa telepon kakak tersayang" jawabku dengan kesal. "Ada apa?"
"Jam satu ke rumah mama, aku dikasih ikan sama temanku" ucap Ello.
Astaga, aku fikir ada apa. Ello meski usil, dia tidak pelit. Selalu mengingatku setiap punya makanan. Teringat waktu sekolah juga seperti itu. Pernah dia bawakan aku bakso yang dekat sekolahnya ketika Alfa main ke rumah. Dari situlah Alfa tahu jika aku suka dengan bakso dekat SMA mereka.
"Iya, nanti aku kesana" kataku.
"Oke" telepon pun berakhir.
"Siapa, Se?" tanya Alfa ketika sudah selesai mengisi Air.
"Ello ngajak bakar-bakar dirumah Mama jam satu" kataku
"Oh, Ya udah. Sekarang kamu mandi dulu, Kakak pesankan makan ya. Setelah itu kita ke rumah Mama. Kamu bisa mandi sendiri atau Kakak bantu?" tanya Alfa dengan muka genitnya.
"Mandi sendiri, kalau dibantu makin lama mandinya" ucapku
Alfa tertawa dengan jawabanku.
***
__ADS_1
***