
Setelah makan, Alfa membersihkan bekas makanan dan membawa keluar pintu untuk diambil kembali oleh pelayan.
"Kamu mau jalan-jalan keluar atau tetap dikamar aja, sayang?" tanya Alfa tanpa rasa bersalah.
"Kamu bertanya seperti itu apa tidak merasa bersalah, Kak?" tanyaku kembali namun yang ditanya malah tertawa terbahak-bahak.
"Sudah dong sayang, jangan ngambek lagi ya. Ntar malam dech kita jalan-jalannya " bujuk Alfa mencubit pelan pipiku.
Aku menoleh dan menarik nafas pelan " Oke, janji ya"
"Iya" jawabnya dan dia menepuk dadanya untuk menyuruhku berebah disampingnya.
Karena perkara kejadian semalam, siang ini kami hanya bersantai-santai dikamar sambil menonton acara televisi.
Aku tidak merasa ada pergerakan dari Alfa dan kuyakin dia pasti tertidur.
Aku sedikit bergerak untuk melihat keadaan Alfadan ternyata benar dugaanku. Kupandangin wajah tampannya yang sedang terbang ke alam mimpi. Ada rasa ingin menyentuh wajahnya yang putih dan bersih. Namun kuurungin takut dia terbangun.
"Kenapa mandangin wajahku seperti itu, Se?" tanyanya mengagetkanku. Kufikir dia masih tidur namun nyatanya dia sudah bangun.
"Pede" kataku cepat-cepat mau mebalikkan wajah namun Alfa sudah menahan dan langsung saja mencium bibirku serta melahapnya.
Aku kaget tapi aku menyukainya. Aku pun membalas ciuman Alfa yang menggoda ini. Alfa yang merasa aku membuka jalan mulai bermain nakal.
__ADS_1
"Apa kamu menyukainya?" tanya Alfa disela-sela ciuman kami.
"Apa kamu tidak menyukainya?" balasku bertanya.
Alfa yang mendapat pertanyaanku, menambah semangatnya untuk melakukan lebih sekedar ciuman.
Pakaian satu persatu sudah tiba dilantai. Sepasang suami istri sudah siap untuk kembali melakukan pergulatan semalam.
Rasa sakit yang menerjang tadi pagi hilang diganti rasa kenikmatan luar biasa. Entah sudah berapa kali semburan dan ******* yang keluar dari mulut kami berdua. Kami menyukainya.
"Terima kasih, sayang. Kamu sempurna" ucap Alfa mengakhiri bergabungnya tubuh kami.
Aku tersenyum. Aku sudah melakukan tugasku sebagai seorang istri, menyenangkan hati suami.
***
Aku tidak tahu ini sudah jam berapa ketika badanku ditowel-towel seseorang. Aku membuka mata perlahan dan terlihat Alfa dengan senyum khasnya.
"Sayang, ayo bangun. Katanya kita mau jalan-jalan"
"Sudah jam berapa ini?"
"Jam enam sore"
__ADS_1
"Apa?" aku kaget. Berarti sudah tiga jam aku tertidur. Aku buru-buru bangun dan berdiri langsung masuk ke dalam kamar mandi sebelum Alfa membatalkan janji mau mengajakku jalan keluar.
Alfa tertawa melihat kekagetanku "Pelan-pelan saja, aku ga bakal ingkar janji" samar-samar suara Alfa terdengar.
Alfa sudah siap dengan pakaian yang rapi. Kaos yang ditutup dengan sweater serta celana jeans panjang.
Setelah mandi, aku segera berganti pakaian. Aku memilih pakaian yang sama dengan Alfa sweater dengan rok selutut. Aku merias wajahku senatural mungkin. Namun untuk bagian leher kubuat agak tebal untuk menutupi tanda kemerahan.
"Ayo" ajakku ketika kurasa sudah rapi dan siap keluar.
Alfa tiba-tiba memelukku. "Apa kita dikamar saja ya, kamu terlalu cantik malam ini, sayang"
"Kakaaaaak* teriakku melepas pelukannya.
"Baiklah.. baiklah.. tapi cium dulu baru kita pergi" kata Alfa sambil menunjuk bibirnya. "Kalau tidak cium tidak jadi kita keluar loch"
Cup..
Cepat-cepat kucium dan kutarik kembali bibirku. Untuk saat ini aku masih malu jika aku duluan yang mencium.
"Let's go" ajak Alfa menarik tanganku dengan senyum mengembang diwajahnya. Dia tahu aku masih malu namun tidak memaksaku. Mungkin begini saja sudah ada perkembangan. dihubungan kami.
***
__ADS_1