
Aku tidur dengan kepala yang sedikit pusing. Mungkin karena seharian menangis.
"Mungkin dengan tidur, pusing dikepalaku reda" ucapku
Matahari sudah bersinar di minggu pagi. Aku terbangun dengan kepala masih terasa pusing dan badan panas.
Kudengar Bik rumi mengetuk pintu seperti biasa. Aku membuka pintu.
"Bi, tolong bilangin mama aku ga enak badan. Jadi gak ikut sarapan" pintaku
"Non sakit?". Bik rumi sudah memegang keningku. " Panas sekali". Bik rumi cepat-cepat ke bawah. Aku kembali ke tempat tidur.
Kudengar pintu kamarku terbuka dan menampakkan sosok mama.
"Kamu sakit, Se?"
Aku mengangguk
"Semalam pulang jam berapa? Mata kamu juga sembab pasti masalah dengan Alfa ya? tanya Mama
"Sekitar jam sebelas, Ma. Masalah kami sudah selesai hanya kesalahfahaman."
Bik rumi kembali datang membawa obat.
"Ini bu obatnya". Mama menerima dan menyuruhku untuk minum.
"Diminum obatnya, Se."
Setelah melihat aku minum obat, Mama dan Bik Rumi meninggalkanku untuk beristirahat.
Entah sudah berapa lama, aku tertidur setelah minum obat. Kubuka mataku perlahan dan kaget ternyata ada Alfa dikamarku.
"Kakak kok disini?" Tanyaku mencoba bangun. Alfa memapahku.
".Gimana keadaanmu sekarang? Aku diberitahu Ello katanya kamu demam."
"Sudah agak mendingan"
"Makan ya. Kamu pasti lapar" pinta Alfa sambil membuka plastik.
__ADS_1
"Aku belum lapar, Kak"
"Sedikit aja".
Aku hanya bisa nurut dan membuka mulutku ketika Alfa menyuapiku bubur.
"Sudah ya, Kak. Perutku tidak enak"
Aku bangun dari tempat tidur. Ingin rasanya segera lari ke kamar mandi. Perut serasa di aduk-aduk..
Aku memuntahkan semua makanan yang baru saja kutelan. Alfa menghampiriku dan menepuk punggungku berkali-kali.
"Kita ke dokter ya, Se" Tanya Alfa.
"Aku ganti baju dulu"
Setelah Alfa keluar, kuusahakan berdiri untuk berganti baju.
***
Alfa pov
Gedubrak!!
"Se" Aku mengetuk berulang kali namun tidak ada jawaban. Ello yang mendengar datang menghampiri
"Kenapa, Fa?"
"Aku mendengar suara ada yang jatuh, Sese kupanggil tidak menjawab" Kataku.
"Kenapa tidak kamu buka pintunya?"
"Tadi Sese sedang berganti baju."
"Sebentar kalau begitu aku panggil Mama"
Ello turun mencari mama. Mama buru-buru membuka pintu kamar.
"Se, Alfa Ello bantu Mama." Aku segera masuk dan kutemukan Sese dilantai. Buru-buru kugendong Sese.
__ADS_1
"Aku bawa ke dokter ya, Ma"
Mama mengangguk.
"Tolong jaga Sese ya , Fa. Kabarin keadaannya nanti Mama menyusul"
Aku pergi dengan menggendong Sese. Kulajukan mobil dengan kecepatan pada umumnya. Rasa khawatir menyelimutiku.
Aku turun dari mobil dan membukakan pintu. Seorang perawat yang melihat lekas membawa brankar.
"Silahkan ditaruh disini, Pa" ucap perawat tersebut. Dengan dibantu satpam, Sese masuk ke ruang IGD. Aku menunggu dengan cemas.
Seorang dokter datang dan memeriksa. Tidak berselang lama dia keluar.
"Anda walinya, Pa?"
"Iya, dok. Saya calon suaminya"
"Pasien pingsan karena mengalami infeksi lambung dan dehidrasi. Jadi saya sarankan untuk beberapa hari pasien istirahat di rumah sakit."
"Baik dok. Saya ikutin saran terbaik dokter"
"Baik, Pa. Silahkan ke bagian administrasi untuk proses selanjutnya. Saya tinggal dulu ya"
Setelah dokter pergi dan aku selesai mengurus perlengkapan administrasi. Kukabarin ke keluargaku dan juga orang tua Sese.
Sese juga sudah dipindahkan ke Kelas VIP. Aku menemani dia, kulihat wajah yang pucat itu sedang tertidur pulas.
Sudah dua jam Sese tertidur dan belum ada tanda-tanda dia akan bangun. Keluargaku dan Keluarga dia juga sudah datang.
"Sese belum sadar, Fa?" tanya Mama Sese
"Belum Ma."
"Anak ini kalau tidak lapar betul tidak mau makan" Seru Papa Sese.
"Biasalah anak-anak kalau sudah punya kegiatan pasti lupa makan. Alfa juga begitu" timpal Mamaku.
Aku hanya nyengir.
__ADS_1