Dia Terbaik

Dia Terbaik
Bab 71


__ADS_3

Hari-hari diselimuti dengan kesibukan mengurus proyek yang ada di prancis. Tidak terasa tiga hari lagi aku akan balik ke kotaku, bertemu dengan Sese. Setiap hari jika ada waktu senggang kami akan melakukan video call. Tidak ada yang berubah dari jarak yang sedang kami hadapi. Namun, pernah terjadi kecurigaan yang timbul dari Foto yang beredar di sosmed.


"Foto apa ini, Kak" tanya Sese dulu lewat pesan singkat.


Aku yang jarang membuka sosmed kaget dengan foto yang dikirim Sese. Aku tahu foto yang dimaksud oleh Sese.


"Se, tenang dulu. Kakak akan jelaskan". Aku langsung video call Sese menjelaskan kalau itu Claire teman masa kecilku dan foto itu ketika kami makan siang bersama.


"Kalau Sese ga percaya, Sese bisa tanyakan ke Mama atau Papa masih ingat dengan Claire Wibowo, anak kecil yang tinggal disamping rumah kita dulu. Kakak hanya mencintai kamu, Se. Bertahun-tahun kakak menunggu kamu, tidak mungkin kakak mengkhianati." kataku panjang lebar yang kuajak bicara sudah mau berkaca-kaca.


"Oke, Sese akan tanyakan ke Mama. Kalau kakak bohong awas saja" ancam Sese mengusap air mata yang sudah lolos mengalir dipipi.


"Jangan nangis, sayang. Kakak ga bohong. Sudah ya, Kakak cuma sayang sama Sese." ucapku menenangkan pujaan hatiku.


Mengingat kecemburuan Sese yang naik menjadi dua kali lipat sejak kehamilan membuatku waspada. Aku akan menerima ajakan Claire namun harus ditemanin oleh sekretaris. Tidak ada lagi namanya foto hanya berdua.


Tok.. tok.. tok..


Suara ketukan membuyarkan lamunanku.

__ADS_1


"Masuk" jawabku


"Permisi, Pa" Aris memberi salam.


"Ada apa, ris?"


"Maaf, Pa. Sepertinya kepulangan kita kembali ke Indonesia sedikit diundur. Ada masalah" ucap Aris sedikit was-was.


"Masalah apa lagi, Ris?" kataku kaget. Bayangan tubuh Sese sedang tidur disampingku buyar.


"Stock bahan produksi kita tadi pagi dicuri orang, Pa Alfa. Jadi untuk beberapa hari kedepan kita diminta untuk menjadi saksi sampai tersangka di tangkap dan kita harus segera order bahan baku pengganti" jelas aris


"Baik, Pa. Akan segera saya kerjakan. Saya undur diri dulu"


Setelah Aris keluar dari ruanganku, aku segera mencari kontak "Love" dan memanggilnya.


"Halo" sapa suara diseberang sana mengangkat teleponnya


"Sayang, ada kabar buruk. Maaf Kakak ada sedikit masalah disini jadi akan mundur kepulangannya" kataku

__ADS_1


"Ada apa, Kak? Kakak baik-baik saja kan" tanyanya khawatir


Aku menceritakan masalah kantorku dan dia mendengarkannya.


"Ga papa, Kak. Kakak selesaikan masalah disana dengan baik ya. Aku dan anak kita akan menunggu kakak disini. Sehat-sehat selalu, sayang"


"Iya, Sayang. Terima kasih, kamu juga sehat-sehat disana ya. Padahal kakak sudah rindu banget sama kamu. Pengen tidur disamping kamu. Huuhu, malah harus ditahan lagi.. Aaarggghhh" kataku frustasi


Sese hanya tertawa melihat kelakuanku yang seperti anak kecil yang sedang mengamuk tidak diberi permen.


"Oh, iya kapan kamu jadwal periksa kandungan lagi, sayang?" tanyaku lagi.


"Sekitar dua minggu lagi, Kak" jawab Sese


"Semoga kakak sudah ada disana ya, biar bisa menemani kamu kontrol"


"Iya, Kak. Semoga saja semua masalah kakak disana segera teratasi. Jadi, Kakak cepat pulang"


Aku mengangguk. Percakapan pun berakhir karena aku harus lanjut mengatasi masalah yang sedang terjadi.

__ADS_1


***


__ADS_2