Dia Terbaik

Dia Terbaik
Bimbang


__ADS_3

Aku memasuki kamar dengan kaki lesu. Kejadian hari ini membuatku shock. Seorang Alfa yang sudah kuanggap Kakak sendiri menyukaiku. Apakah dia jodohku?? Bagaiman jika bukan dan kami pisah setelah menjalin hubungan? Apakah akan sama perilaku dia atau akan menjauh?


Segala kekhawatiranku menghantui.


"Lama dari kamu Sekolah Menengah Pertama. Dia sudah menyukaimu."


"Apa? Bukannya dia pernah pacaran waktu kuliah?"


"Kamu tidak nebak kah,Se. Alfa pacaran bersamaan dengan kamu pacaran dengan Rico. Dia sakit hati dan kecewa makanya ketika ada wanita yang menyatakan perasaannya, dia menerima. Alfa hanya bertahan seminggu, Dia tidak mau membohongi perasaannya.


Aku tercengang. Alfa bisa dapat trofi laki-laki setia begini ceritanya .


"Sebagai kakakmu,Se. Aku sudah tahu baik dan buruknya Alfa. Jika boleh memberi saran, Terima Alfa dia pasti menjagamu."


Kata-kata Ello barusan melintas difikiranku.


Aaargghh. Entahlah. Kutarik handuk dan pergi menyegarkan badan.


***


Hari pernikahan makin dekat. Sejak pernyataan cinta Alfa, Ada jarak antara aku dan Alfa. Alfa juga banyak diam jika bertemu denganku.


Seperti hari ini, Ello dan Alfa duduk ditaman. Sedangkan aku di ruang tv mengurus segala keperluan buat pernikahan.


Jika kalian bertanya, apa aku tidak ada rasa dengan Alfa? Jawabannya pasti ada. Tapi aku tidak tahu apakah aku menyukainya atau hanya mengaguminya


"Se, panggil Ello dan Alfa. Makan siang sudah siap" Seru Mama.


"Iya, Ma" Aku berdiri dari tempat dudukku. Kalau kutolak pasti Mama akan bertanya ada apa.

__ADS_1


"Kak, dipanggil Mama kedalam. Makan siangnya sudah siap"


"Aku aja kah, Se? Alfa ga diajak" tanya kakakku.


Ya Tuhan.


"Ya ,diajaklah. Ga mungkin kamu makan terus dia duduk disini sendirian" jawabku dengan kesal.


Kulihat Alfa senyum-senyum mendengar perseteruan kami.


"Sapa tau aja y kan. Soalnya kamu cuma manggil aku. Ayo, fa. Sebelum keluar tanduk Sese kita ke dalam"


"Elloooooo" teriakku.


"**


Kami sudah duduk melingkari meja. Formasi sudah lengkap ada Mama, Papa, Ello, Alfa dan Aku.


"Pelan-pelan, Se" Kata Ello. Aku tahu dia menertawakanku.


"Masih hampa, Pa. Belum dikasih jawaban."


"Aduh. Laki-laki kayak kamu yang sempurna kok disia-siakan ya. Ga salah kah kamu milih Fa?*


"Kayaknya Salah, Fa." timpal Ello. " Ganteng, Baik, Kaya, Perhatian. Kurang apa coba Alfa, bukannya dijawab malah digantungin"


"Fa, daripada kamu nungguin cewek yang kamu suka itu ga beri kejelasan. Mending kamu sama Sese aja. Papa pasti setuju. Sese kan juga jomblo sekarang. Gimana, Se? Kamu mau kan sama Alfa."


"Papa, apaan sech". Aku yakin mukaku sudah merah. Papa kalau tahu cewek yang dikatain itu adalah aku, gimana ya??.

__ADS_1


"Kalau Sese mau mungkin bisa dicoba, Pa"


Aku menoleh melihat Alfa. Yang dilihat malah senyum. Dasar Gila!


"Tuch Se.. Papa sudah setuju, Mama juga pasti setuju. Daripada kamu masih mencari yang tidak jelas mending sama Alfa saja." Seru Ello.


"Tau ah"


Mereka malah tertawa kecuali Alfa yang masih senyum memperhatikanku.


***


Selesai makan, aku kembali ke ruang tamu meyelesaikan urusan yang tadi.


Baru saja duduk, hpku berdering. Ada nama Alfa tertera dilayar.


"Halo?"


"Se, mau keluar?"


" Kemana?"


"Ke alun kota atau muterin kota juga gak papa"


Aku yakin Alfa mau menagih jawabanku. Padahal sudah seminggu tapi aku belum memberi jawaban.


"Oke. Aku ganti baju dulu"


"Iya, aku tunggu disini"

__ADS_1


Setelah berganti baju dan berpamitan Mama dan Papa. Aku dan Alfa segera pergi ke pusat kota. Karena pernikahan sebentar lagi, Ello dan Sinta lagi dipingit tidak boleh kemana-mana.


"


__ADS_2