Dia Terbaik

Dia Terbaik
Kepergok Calon Mertua


__ADS_3

Beberapa hari rumah sepi, Mama dan Papa bolak-balik ke rumah sakit mengurus keperluan Ello dan keluarga kecilnya. Maklum orang tua baru jadi masih bingung.


Aku dirumah sendirian, bingung mau ngapain. Kebetulan hari ini hari kerja tapi kuliahku libur, dosennya lagi ada acara. Akhirnya memberanikan diri menelpon Alfa.


Tut..tut..tut.. Sampai nada dering panggilan berakhir Alfa juga tidak mengangkat.


"Apa lagi rapat ya" Fikirku. "Ya udahlah nanti aja". Kutaruh kembali ponselku. Ku scroll laptopku mencari drakor yang bisa kutonton menghilangkan kebosananku.


Sudah sejam berlalu dari panggilanku ke Alfa. Namun, belum ada tanda-tanda kehadiran Alfa.


Waktu sudah menunjukkan jam satu siang. Aku turun kebawah untuk makan siang. Baru saja sampai diruang makan. Ponselku berdering, nama yang kurindukan menelpon.


"Halo" jawabku


"Halo, sayang. Tadi nelpon ada apa? Maf g angkat tadi lagi rapat sama Papa dan lainnya" jelas Alfa


"Ga papa cuma kangen aja.." ucapku malu-malu


"Kalau kangen kesini aja. Mau dijemput sama pa udin?" tanyanya


"Ga usah dijemput dech, Kak ntar aku naik taksi aj.a. Selesai aku makan langsung otw kesana"


"Oke, aku tunggu ya"


Panggilan teleponpun berakhir. Selesai makan, aku bersiap-siap. Tidak lupa memberi tahu Mama kalau aku main ke kantor Alfa.


Taksi yang membawaku sudah sampai didepan kantor Alfa. Setelah membayar aku langsung turun.


"Siang, mbak Sese" ucap karyawan kantor Alfa.


"Siang juga mba Lala. Naik dulu ya" balasku


"Baik, mba"


Ketika pintu lift terbuka aku langsung masuk dan memencet nomor lantai ruang Alfa.

__ADS_1


Klik, pintu lift terbuka.


"Siang, Mba Sonia. Kak Alfa ada didalam?" tanyaku


"Ada, Mba Sese. Masuk saja sudah ditunggu" Kata sekretaris Alfa.


"Baik, Terima kasih Mb"


"Sama-sama Mba"


Tok..tok.. Aku mengetuk pintu ruang Alfa.


"Masuk"


Aku membuka pintu dan menampakkan wajahku sedikit dibalik pintu.


Alfa melihat "Kamu ngapain begitu? Sini masuk"


"Aku ganggu gak?"


"Ga, sini sayang" katanya lembut


"Kangen ya?" tanyanya


Aku mengangguk.


Tiba-tiba pintu terbuka, Aku dan Alfa sama-sama menoleh dan kaget. Bagaimana tidak lagi posisi begini, Papanya Alfa memergoki.


"Hem..hem.." Kata Papa


Aku langsung melepas pelukan. Malu setengah mati ini.


"Papa ganggu aja, orang lagi pacaran masuk-masuk aja tanpa ngetuk pintu" sewot Alfa


"Mana papa tahu kalau Sese kesini, Sonia ga ada didepan juga, jadi ga bisa ditanya. " Jawab Papa Alfa membela diri.

__ADS_1


"Sudah kalian cepat halalin dah daripada cuma pelukan aja. Enak loch kalau sudah satu selimut. Mama sama Papa juga sudah pengen punya Cucu kaya Orang tuamu,Se" Goda Papa.


"Ntar tunggu waktu yang tepat. Sabar" Kata Alfa


"Oke, Papa tunggu jangan lama-lama. Kalau gitu Papa balik"


"Lah, Papa kesini tadi mau ngapain?"


"Ga jadi nanti saja. Ga mau ganggu orang yang lagi pacaran"


"Dasar orang tua"


Papa pergi sambil tertawa. Rasanya puas sekali menganggu kami.


"Maafin Papa ya, Se" Kata Alfa


"Aku malu" ucapku sambil menutup wajah dengan kedua tanganku


"Kamu harus belajar kuat, orang tuaku pada begitu bercandanya"


Setelah kejadian tadi, Aku banyak duduk disofa menunggu Alfa yang masih sibuk kerja. Tidak mau kejadian yang tadi terulang kembali. Apalagi Sonia keluar masuk ruang Alfa untuk tanda-tangan.


Matahari sudah terbenam sekitar tiga puluh menit yang lalu. Alfa masih berkutik dengan pekerjaannya.


"Sebentar lagi ya, Se"


"Santai aja, Kak. "Jawabku sambil tersenyum


Beberapa menit kemudian, Alfa mematikan komputernya.


"Yuk, kita pulang" katanya sambil menggenggam tanganku.


***


"Kami pulang duluan ya , Son" pamit Alfa ke Sekretarisnya.

__ADS_1


"Baik, Pa. Hati-hati dijalan" Seru Sonia


Sebelum Alfa mengantarku pulang, Kami pergi makan malam dulu. Setelah selesai, Alfa langsung mengantarku pulang. "Takut kemalaman" katanya


__ADS_2