Dia Terbaik

Dia Terbaik
Bab 47


__ADS_3

Aku sudah selesai mandi dan sekarang hanya menggunakan bathrobe. Kulihat Alfa memainkan handphonenya. Alfa menoleh dan aku membuang muka.


"Cie. ada yang masih marah?" godanya.


Aku membuka koperku mencari barang yang aku cari. Setelah dapat aku kembali masuk ke kamar mandi. Segera kupakai dan kembali keluar.


Alfa sudah membuka baju menyisakan celana panjangnya, tampaklah badan yang berotot.


Aku duduk didepan meja hias untuk mengeringkan rambutku.


"Aku pergi mandi dulu ya" ucapnya sambil mengacak rambutku.


Lagi dia mengacau, sudah tahu aku mengeringkan rambut malah dikacak.


Aku dan Alfa sudah siap untuk turun ke bawah. Baru saja aku mau membuka pintu kamar, Alfa menarik tanganku. Aku yang tidak siap hampir saja jatuh kalau Alfa tidak menahanku.


"Kamu kenapa?" tanyaku berbalik


Alfa mendekatkan wajahnya. Deru nafas terasa diwajahku. Semakin lama semakin dekat.


"Maaf, Se" ucap Alfa. Setelah meminta maaf bibir Alfa sudah berada tepat dibibirku. Aku kaget. Alfa akhirnya menciumku.


Dia ******* bibirku dengan bibirnya, pelan namun memaksa untuk membuka mulut. Lidah kami saling bersahut. Rasa kaget tadi berubah menjadi rasa yang tidak terbayangkan.


Aku mulai kehabisan nafas. Maka kudorong badannya sedikit. Alfa sadar dengan kodeku. Dia melepas ciuman pertama kami.


"Maaf, Se. Aku ketagihan" ucapnya malu dan memelukku.


"Apa kita tidak usah ke bawah menemui mereka ya? Kayaknya aku sudah ga sabar" ucapnya lagi.

__ADS_1


Aku melepas pelukan. "Kebawah dulu ya menyapa tamu yang masih hadir sekalian kita mengisi perut. Aku sudah lapar"


Alfa mengangguk.


Selama menuju ke tempat resepsi tadi, Alfa menggandeng tanganku. Satu persatu tamu yang masih berada disitu dia kenalkan.


"Aq bareng mama dulu ya" kataku ketika sudah selesai menyapa tamu.


"Iya, nanti aku nyusul" jawabnya.


Aku berkumpul bareng keluargaku. Alfa masih ngobrol dengan Ello dan beberapa teman sekolahnya.


***


"Mau makan sekarang?" Kata Alfa. Dia sudah berdiri dibelakangku.


"Sudah selesai?"


"Yang lain bagaimana? aku ngikut"


"Sebentar aku tanyain mama ya" kata Alfa. Alfa kembali pergi menghampiri kedua orang tuanya.


Tak berselang lama, Alfa datang.


"Kata Mama makan disini aja, kalau keluar lagi capek"


"Oh yaudah, ntar aku bilang ke keluargaku"


Aku memberitahu mama kalau kita makan malamnya di hotel aja dan mama sangat setuju. Semua keluarga akhirnya menuju ke restoran.

__ADS_1


Setelah selesai makan malam, semua bergegas pergi ke kamar masing-masing karena sudah lelah dan malam.


***


"Kamu mau mandi lagi, Se?" tanya Alfa.


"Ga usah, Kak. Aku cuci muka aja" jawabku


Aku bergegas masuk ke kamar mandi namun sebelumnya sudah mengambil setelan baju tidur untuk digunakan.


Setelah selesai, aku keluar kamar dan kulihat Alfa memandangiku.


"Kenapa?"


"Ga papa, lagi bersyukur aja. Wanita yang kusuka sekarang ada didepanku. Sudah menjadi istriku. Rencana Tuhan memang terbaik" ucap Alfa


"Ngegombal aja" kataku padahal dalam hati jantung mau melompat karena senang. Siapa ga nolak kalau dikasih suami kayak Alfa.


"Masih ngeraguin cintaku ya" kata Alfa sambil mendekatiku yang sudah duduk dimeja rias.


Sekarang posisi kami, Aku duduk dan Alfa berdiri dibelakangku. Terlihat jelas dari pantulan kaca. Alfa memelukku dengan mesra. Mengecup ubun-ubun kepalaku. Aku hanya bisa memejamkan mata merasakan kasih sayangnya.


Alfa memutar kursiku dan sekarang kami berhadap-hadapan. Alfa sedikit menunduk, memegang wajahku. Mata kami bertemu.


Cup..


Bibir Alfa menyentuh bibirku. Kejadian tadi sore terulang kembali.


Alfa melakukan dengan pelan takut aku kehabisan nafas lagi maklum masih pemula. Lidah Alfa mulai bermain. Memaksa aku harus membuka mulut. Bibir saling menyentuh bertukar saliva.

__ADS_1


Alfa melepas ciuman kami. "Boleh aku menyentuhmu, Se?" tanyanya dengan mata yang sudah sayu.


***


__ADS_2