
Tut.. tut.. tut..
"Halo, Fa. Bagaimana Sese?" tanya Mama langsung setelah menjawab panggilanku.
Aku menghela nafas dengan kelakuan mamaku.
"Aku akan menjadi ayah, Ma. Sese hamil 4 minggu" kataku bahagia
"Apaaaa" teriak Mama..
"Ma"
"Sorry sorry, Fa. Mama senang sekali. Ternyata anak mama topcer juga" kata mama sambil tertawa. "Sese mana?"
"Lagi tidur, Ma"
"Ya udah, kamu istirahat juga dah. Besok mama kesana nemenin ya"
"Iya, Ma"
Setelah telepon berakhir, aku pergi mandi dan menggunakan pakaian yang sama. Tadi tidak sempat membawa pakaian yang lain.
Huft. Kuhela nafasku dengan berat. Sepertinya aku akan pergi keluar negeri tanpa Sese.
Aku memejamkan mataku disamping Sese, menggenggam tangannya. Dan tak lama aku sudah ke alam mimpi.
***
Sese Pov
Aku terbangun dari tidurku dan melihat jam diatas pintu pukul 02.00 pagi. Tanganku serasa berat, aku menoleh. Ada Alfa yang sedang tertidur disampingku. Posisi tidur yang tidak enak.
"Kak.. Kak.." aku mengelus wajahnya yang terlihat lesu.
__ADS_1
"Hmm.." sebuah suara keluar dari bibirnya.
"Kak" sekali lagi aku mengelus.
Dia kaget dan terbangun. "Kenapa, sayang? Apanya yang sakit?" tanyanya
Aku tersenyum dan menyentuh wajahnya. "Aku ga papa. Tidur disini, disampingku" aku menepuk kasur.
"Kakak ga papa, Se."
"Kak"
"Baiklah" dia berdiri dan segera naik ke kasur yang aku tempati. Alfa memiringkan badannya. "Se, kamu hamil"
Aku yang kaget dengan pernyataan Alfa segera melihat wajahnya. "Kak, aku ga salah dengar"
Dia mengangguk dan mengecup kening serta bibirku dengan lembut.
Aku meneteskan air mata bahagia. "Kita akan segera menjadi orang tua, Kak"
***
Pagi ini ruangan rawatku ramai. Ada mama dan mertuaku. Mereka sangat bahagia apalagi mama Alfa.
Kabar kehamilanku membuat kedua orang tua Alfa senang karena akan mendapatkan cucu secepat ini.
Hari ini, Alfa kerja dirumah sakit saja. Sekarang dia sedang rapat dengan karyawannya lewat online.
"Se, berarti kamu tidak jadi ikut Alfa ke Prancis minggu depan? Kandunganmu kan masih muda apalagi kamu lemah kandungan" Kata Mama Alfa mengingatkanku akan rencana pergi keluar negeri.
"Astaga, aku lupa, Ma"
Sekarang aku bingung, rencana kami tinggal beberapa hari. Beberapa berkas sudah beres. Masa Alfa ke Prancis selama sebulan hanya sendiri. Ngapain dia kemarin cepat-cepat nikahin aku kalau pergi sendiri?
__ADS_1
Aku melihat Alfa yang sedang rapat dengan serius. Melihat wajahnya yang adem ayem kayak apem kalau berjauhan selama sebulan akan kangen sekali.
"Jangan melamun, Se. Nanti kalian bicarakan baik-baik ya." ucap Mama Alfa membuyarkan lamunanku.
Aku mengangguk dengan sedikit senyum.
Alfa melihatku yang sedang menatapnya dan dia tersenyum. "Sebentar ya" terbaca dari gerak bibirnya.
"Ok" balasku dengan gerak tangan.
***
Keluarga kami sudah pada pulang tinggalah aku dan Alfa saja di kamar.
"Kak"
Alfa menoleh. "Ada apa, sayang?"
"Bagaimana dengan rencana ke prancis?" tanyaku langsung ke Alfa.
Alfa sedikit kaget dengan pertanyaanku. Mungkin dia juga sama bingungnya denganku saat ini.
"Aku tahu kakak bingung dengan aku, disini kan ada mama. Aku bisa tinggal bareng mereka. Kakak tidak usah mengkhawatirkanku. Demi tanggung jawab kakak sebagai pemimpin, kakak boleh pergi" kataku sedikit menahan tangis.
"Kamu yakin, Se?" tanya Alfa.
Aku mengangguk. "Hanya sebulan kan? Kakak ga bakal macam-macam kan disana?"
"Apa yang mau aku macamin, Se. Aku sudah punya istri sempurna seperti kamu. Sekarang kamu sudah membuat aku akan menjadi seorang ayah. Apalagi yang aku cari?" Kata Alfa meyakinkanku.
Aku tersenyum dan memeluk Alfa dengan erat.
"Terima kasih sudah mengerti posisiku, sayang"
__ADS_1
**"