
Aku membersihkan darah yang masih ada dengan perlahan setelah itu aku mandi. Tidak butuh waktu lama, sekitar sepuluh menit aku sudah selesai.
Kubuka pintu kamar mandi ternyata Alfa sudah bangun. Aku bergegas menyisir rambutku dan menghampirinya.
"Mau makan? Aku sudah buat bubur" kataku sambil duduk didepannya.
"Boleh, Sayang"
Aku bangun dan mengambil bubur dimeja. Segera kusuapin dia dengan perlahan. Selama pacaran dan menikah, biasanya dia yang merawat aku ketika sakit sekarang gantian aku yang harus merawatnya.
Satu mangkuk penuh habis dengan bersih. Syukurlah kalau dia suka dan mau makan.
"Apa mau tambah lagi?" tawarku
"Sudah cukup, Se. Aku sudah kenyang" tolaknya. Dia kembali berbaring.
"Apa masih sakit, Kak?" tanyaku melihat dia masih memegang kepalanya.
"Masih sedikit pusing, Se. Sepertinya aku kelelahan"
Bagaimana tidak kelelahan, masalah kami dan perjalanan dia kembali ke negara asal membuat segala energi terkuras habis.
__ADS_1
"Apa kakak mau mandi? Biar Sese isi baknya dengan air hangat" tanyaku.
Dia mengangguk.
Aku menaruh kembali mangkuk ke meja dan segera mengisi air dikamar mandi. Setelah hampir penuh, kumatikan dan aku kembali ke Alfa.
"Ayo, Kak. Sese bantu buka bajunya" ucapku. Dia bangun dan aku segera membuka pakaian yang dia kenakan. Sekarang tinggal celana yang belum terbuka.
Naluri dan hasrat kami yang sudah menggebu karena hampir dua bulan tidak menuntaskan membuat kami sama-sama hanya menelan ludah.
"Se" Alfa sudah mendekatkan wajahnya. Aku menoleh dan bibir Alfa sudah menyentuh bibirku. Tidak ada penolakan dariku. Aku membalas ciuman Alfa. Panas tubuh Alfa terasa dihelaan nafas. Alfa ******* bibirku dengan rakus. Diangkatnya aku keatas badan Alfa. Tangan Alfa mulai liar, dia mencari sesuatu dibalik bra yang sedang aku pakai.
"Boleh ya, aku makan ini?" tanyanya sambil menunjuk sesuatu.
Aku bingung menjawabnya, walau kami sudah sering melakukannya tapi pertanyaan Alfa ini membuatku malu. Aku menginginkannya tapi aku malu untuk mengakuinya.
Alfa kembali tersenyum. Baju yang aku kenakan sudah berada dibawah tempat tidur. Sekarang hanya menampilkan tubuhku dengan pakaian dalam.
"Kak" panggilku membuat dia mengangkat wajahnya.
"Ada apa?" tanyanya dengan wajah sayu. Wajah ini adalah wajah yang sudah haus belaian pasangannya.
__ADS_1
"Aku mencintaimu" ucapku pelan tapi pasti terdengar ditelinganya. Aku hanya ingin mengutarakan perasaanku. Aku takut kehilangannya. Ketika kutemukan perselingkugan, duniaku seakan tidak baik-baik saja. Seorang Alfa dengan kepribadain yang luar biasa meluluhkan hatiku. Cara dia menghormatiku membuatku terkesima. Aku wanita yang beruntung itu.
"Aku tahu. Aku juga sangat mencintaimu, Se" balasnya dan Alfa sudah melakukan ritual seperti anak bayi yang sedang menyusu. *******-******* keluar dari bibirku. Ah, andai saja tidak habis kehiguran mungkin kami sudah menikmati surga dunia yang selama ini kami rindukan.
Kelakuan Alfa sudah membuatku kewalahan. Aku tidak mau meminta lebih. Akhirnya, aku mendorong Alfa untuk berhenti.
"Kenapa, sayang?" ucapnya.
"Sebentar" kataku. Aku melakukan tugas sebagai seorang istri membantu suami melepaskan hasratnya.
"Ah, Sayang." kata Alfa. Aku melakukannya dengan gerakan cepat.
******* yang keluar dari mulut Alfa sudah tidak kugubris.
"Terima kasih, sayang" kata Alfa sambil mengecup pucuk kepalaku. Tugasku selesai.
Aku tersenyum dan dia juga tersenyum.
***
***
__ADS_1