
Matahari menyilaukan mataku, aku terpaksa bangun padahal masih ngantuk berat. Kumeraih hpku ternyata mati. Dengan malas kubangun dan kuisi daya bateraiku.
Kulihat jam dinding ternyata sudah pukul satu siang. Sebenarnya sudah lumayan untuk aku melepas rasa kantuk.
Kubasuh mukaku dan mencoba menyalakan hp. Kutunggu notif dan banyak pesan serta panggilan masuk menghiasi layar hpku.
Sudah kuduga pasti Rico. Kubaca perlahan chatnya yang sudah bisa ketebak minta maf dan menjelaskan.
"Se, angkat teleponmu atau balas pesanku."
"Se, ini tidak seperti yang kamu duga. Dia teman kerjaku. Kami habis makan bersama dengan yang lain. Kebetulan berfoto bersama"
"Berfoto bersama apanya kalau cuma berdua begitu" helaku.
Tiba-tiba hpku berdering dan nama Rico ada dilayar. Kubiarkan aja layar berkedip bolak balik karena masih malas aku untuk berdebat.
(***)
Aku turun ke bawah untuk makan siang. Yah, walau makan yang kesiangan tapi tidak apa daripada cacingku terus bergendang.
"Sudah bangun, Se?" tanya Ello
__ADS_1
"Hmmm" hanya itu jawaban yang keluar dari mulutku. Kubuka tudung saji dan ada banyak makanan disana. Lekas kusantap dengan lahap tanpa menghirakan Ello yang daritadi memperhatikan.
"Kamu kayak orang yang ga makan seminggu aja, Se"
"Lapar habis dikerjain orang gila"
Diapun tertawa terbahak-bahak. Mengingat semalam tanpa rencana membawaku bermalam dibukit.
"Tapi suka kan, ada Alfa yang nemanin" ucap dia sambil berlalu
Akupun terbatuk. Kakak tidak ada akhlak.
Setelah makan aku kembali ke kamar dan kulihat hp masih berkelap-kelip.
"Se, kenapa daritadi kamu diam aja" tanya dia akhirnya.
"Apakah penjelasanmu sudah cukup, Rico. Tidak usah mencari pembenaran atas apa yang sudah terjadi. Jika memang sudah ada penggantiku dihatimu lebih baik kita akhiri aja hubungan kita."
"Se, kenapa kamu bicara seperti itu"
"Kamu tanya kenapa?? Hampir seminggu kamu tidak menghubungiku, dan tiba-tiba ada foto kalian hanya berdua. Apa itu yang dinamakan foto bersama dengan yang lain. Aku yakin cewek itu juga suka dengan kamu. Perlahan tapi pasti keberadaanku akan digantikan dia" aku mulai menitikan air mata dan aku yakin dia tahu
__ADS_1
"Se.. Maf" hanya itu yang keluar dari mulutnya
"Tidak usah minta maf, Rico. Yang terjadi biarlah terjadi. Semoga kamu bahagia dengan dia. Terima kasih untuk waktu kebersamaan kita" tanpa menunggu jawaban dari Rico setuju atau tidak dengan keputusanku sambungan telepon sudah kumatikan dan sekalian saja hpku matikan.
Aku menangis terisak-isak rasa patah hati, kecewa, dan terluka menjadi satu.
(***)
Rico Pov
Aku tahu aku telah menyakiti Sese tapi aku tidak ada niat untuk mendua. Aku tidak tahu maksud Bunga mengirim foto itu dan mentag namaku.
Apa yang dibilang Sese benar bahwa Bunga menyukaiku dan pernah menyatakan rasa sukanya sekitar dua minggu yang lalu tapi aku sudah menolaknya.
Wajar saja Sese marah jika melihat foto itu. Wanita mana yang tidak kecewa melihat kekasihnya hanya foto berdua dengan wanita dan dirangkul.
Apapun yang kujelaskan tidak akan mengubah, aku yang salah telah menerima ajakan foto itu. Sekarang karena menerima itu akhirnya menjadi boomerang sendiri untukku. Aku kehilangan Wanita yang kucintai.
Sedih..
Itu yang kurasakan. Aku mengacak rambutku, frustasi.
__ADS_1
"Terima kasih, Se sudah pernah berada disampingku. Maf telah mengecewakanmu. Semoga kamu menemukan laki-laki yang lebih baik dari aku." sebuah kalimat yang kukirim orang yang kucintai. Tidak terasa air mataku menetes.
Terima kasih cintaku ❤️❤️