
Selama seminggu, Aku dan Alfa menghabiskan waktu berdua apalagi kalau buka melakukan ritinitas olahraga suami istri sebelum kembali ke hari-hari sebelum kami menikah. Aku yang harus pergi ke kampus dan Alfa yang kembali ke pekerjaan kantor.
"Hari ini kita pergi kerumah sapa, Kak?" tanyaku masih bermain handphone sambil tidur-tiduran dipaha Alfa. Setelah dari hotel, kami akan kembali pulang. Namun sekarang sudah ada dua rumah yaitu rumah orang tuaku dan rumah orang tua Alfa. Ya, Kalau boleh memilih pasti maunya dirumahku, tapi kalau Alfa memilih dia juga pasti maunya dirumahnya.
Alfa yang dari tadi sibuk membaca buku menghentikan aktivitasnya. "Rumah aku aja ya, Se. Tapi sebelum pulang aku mau mampir ketempat lain dulu. Boleh ya?"
"Kemana, Kak?" tanyaku penasaran namun tidak merubah posisi. Entah tidur dipaha Alfa membuatku nyaman. Rasa empuk dan dapat menatap wajah Alfa sedekat ini merupakan mukjizat dari langit. Wajah teduh dan putih berseri adalah incaran para wanita. Beruntungnya aku mendapatkan dia.
"Nanti kamu juga tau" colek Alfa tepat dihidungku.
"Ih, main rahasia-rahasian sekarang" ucapku manyun.
Alfa hanya tertawa dan masih menjaga rahasianya.
***
Setelah makan siang, kami bersiap-siap untuk checkout. Barang sudah tersusun rapi di bagasi mobil.
"Ayo, Se" kata Alfa menggenggam tanganku.
"Let's go" kataku sambil nyengir
"Kamu kayaknya bahagia banget kita pulang. Ga suka kita bareng?"
__ADS_1
"Ha..ha...ha.. Selama dihotel, serasa terkekang ga bisa kemana-mana itu lagi itu lagi" kataku demo ke Alfa.
"Ya, kan kita pengantin baru. Sudah kewajiban seperti itu. Kalau kita jalan-jalan saja ngapain kita menikah." ucap Alfa
"Tau ah, Kak. Malas aku berdebat dengan kakak. Pintar cari alasan"
Alfa hanya tertawa melihat kelakuanku yang menurut dia kekanak-kanakan namun lucu.
Kami sudah didalam mobil dan menuju tempat yang diberitahu Alfa tadi. Aku kurang kenal dengan jalan ini. Sebuah jalan yang menurutku ke dalam perumahan elit namun asri.
"Kita mau kerumah sapa, Kak?" tanyaku lagi dengan penasaran. Aku masih melihat sekeliling dan takjub dengan bangunannya.
"Sabar ya, sayang. Nanti kamu juga tahu" ucap Alfa.
Mobil Alfa memasuki sebuah rumah bertingkat dua dengan cat bangunan berwarna putih hijau. Menambah asri dan cantik rumah tersebut. Dihalaman depan terdapat taman dan tempat parkir. Design rumah bangunan tersebut sebenarnya seperti yang aku inginkan tapi sayangnya itu bukan rumahku
"Sudah datang, Pa?" ucap seorang satpam yang bernama robert menghampiri kami.
"Satpam tersebut mengenal Alfa, berarti Alfa sering main kesini. Rumah siapakah?" batinku
"Sudah, Pa. Semua sudah siap?" tanya Alfa kepada Pak Robert.
"Sudah, Pa. Silahkan Masuk sudah ditunggu yang lainnya, Pa Alfa dan Bu Sese" katanya sopan
__ADS_1
Alfa mengangguk dan membawaku kembali ke tujuan memasuki rumah tersebut.
Kreet.
Alfa mendorong pintu dan terlihat keluargaku dan keluarga Alfa ada didalam rumah.
"Kejutan" kata Mereka serempak.
Aku kaget dan bingung. Aku menatap Alfa untuk mencari jawaban namun Alfa hanya tersenyum.
"Kenapa kamu bingung, Se. Apa Alfa tidak memberitahumu?" kata Mama Alfa
Aku menggeleng.
"Alfaaaa" teriak Mama Alfa dan mencubit lengan anaknya.
"Apaan, Ma. Main cubit-cubit aja"
"Kenapa Sese ga diberitahu?" kata Mama dengan amarahnya yang meluap.
"Biar surprise lah, Ma. Kalau diberitahu bukan surprise namanya"
"Kamu ini, Fa, Anak nakal. Ayo, Sese masuk kedalam. Duduk dulu" kata Mama Alfa mengakakku untuk masuk.
__ADS_1
Aku menoleh ke keluargaku dan mereka semua hanya mengangkat bahu yang artinya mereka tidak tahu atau tidak mau memberitahuku.