Dia Terbaik

Dia Terbaik
Pengakuan


__ADS_3

Aku melotot melihat kelakuan wanita ini dan menatap nanar ke Alfa. Ada beberapa mahasiswa/i lain yang melihat.


"Alfa daritadi aku nyariin kamu ngajar dimana ternyata ngajar disini"


Alfa kulihat sudah salah tingkah.


"Aku pulang duluan silahkan dilanjut" kataku sambil pergi meninggalkan sepasang muda mudi yang sedang bermesraan.


"Kamu ga papa,Se?" tanya dimas yang kebetulan masih berada didepan kelas.


"Ga papa, mas. Aku pulang dulu ya" jawabku.


Aku menekan handphoneku mencari ojek online ingin cepat rasanya pergi dari sini sebelum bertemu dengan Alfa.


Taksi yang kupesan sudah tiba, aku pun langsung masuk dan meninggalkan area kampus.


"Ah, biarlah mereka bermesraan."


Hpku berdering tidak cukup sekali namun berulang kali. Kulirik dengan nama yang sama.


Taksi yang membawaku sudah sampai dirumah. Aku bergegas turun setelah membayar.


Kulihat alfa ternyata sudah didepan rumah.


"Se" panggilnya setelah melihatku turun dari taksi.

__ADS_1


"Kenapa sudah disini? bukannya lagi mesra-mesraan sama yang lain?" tanyaku tajam.


"Maf, Se."


"Maf terus ya, Kak. Berapa banyak lagi perempuan yang datang dan langsung menciummu. Benar kamu hanya pacaran sekali dan itu cuma beberapa hari? Aku curiga kamu mebohongiku" tanyaku panjang tanpa jeda. Aku kesal dengan kejadian yang berulang kali.


"Aku tidak membohongimu. Perempuan tadi teman kampusku namanya cinta. Dia baru pulang dari luar negeri dan berkunjung ke kampus. Katanya kebetulan dia melihat jadwalku ada ngajar" bela Alfa


"Teman tapi ketemu langsung cium pipi"


"Apakah kamu cemburu, Se? Kamu juga boleh cium pipiku, Se. Menetralkan bekas ciuman tadi" kata Alfa. Rasanya pengen kugampar laki-laki didepanku ini.


"Gak" jawabku ketus


"Kalau kamu tidak marah, kita jalan yuk. Sudah lama kita ga keluar"


"Katanya ga marah tapi diajak jalan ga mau. Wanita ini ribet ya. Membingungkan" kata Alfa pelan namun terdengar ditelingaku.


Kami berdua masuk ke dalam rumah. Alfa duduk diruang tamu ditemani Mama. Aku pamit ke kamar untuk mengganti pakaianku.


Setelah siap aku turun kebawah. Kami berpamitan. Sebenarnya masih kesal dengan kelakuan Alfa hari ini. Tapi Mama menyuruh nemanin Alfa jalan mau tidak mau ya pergi.


Selama dimobil aku banyak diam hanya menjawab yang diperlukan.


"Aku minta maf atas kejadian hari ini. Aku tidak memberitahumu karena ingin memberi surpise. Aku juga baru dapat kabar gantiin Pa Eko tadi malam. Jangan marah lagi ya, sayang." Ucapnya sambil tangan satunya mengelus rambutku sedangkan tangan satunya menyetir.

__ADS_1


"Untuk kelakuan Cinta tolong dimaklumi. Dia dari luar negeri dan mungkin cara menyapanya seperti itu" jelas Alfa panjang lebar.


"Jangan marah lagi ya, Jelek kamu marah" dan Cup sebuah ciuman mendarat dipipiku. Ciuman yang dilakukan oleh Alfa


Aku menoleh dan Alfa tersenyum.


Kami sudah sampai di mall. Alfa mengajakku nonton film. Alfa sudah tahu kebiasaanku kalau kesal hanya dengan menonton moodku menjadi baik.


Sesampainya dibioskop, Alfa memesan dua tiket dan tidak lupa membeli cemilan.


"Film apa yang kamu beli?" tanyaku


"Film kartun" katanya sambil memperlihatkan dua tiket karcis.


Terdengar suara yang menandakan pintu bioskop telah dibuka. Kamipun segera menuju pintu dan mencari tempat duduk sesuai yang tertera dikarcis.


Sepanjang menonton Alfa mengelus dan mengecup rambutku. Ada rasa nyaman berada didekatnya. Entah angin apa tiba-tiba aku memiringkan wajahku dan mencium pipi Alfa.


"Aku mencintaimu, Kak Alfa" kataku pelan tepat ditelinga Alfa setelah melepas ciumanku. Untung gelap jadi wajah merah meronaku tidak terlihat.


Alfa kaget dengan apa yang aku lakukan. Baru pertama kali aku berinisiatif seperti ini.


"Aku juga mencintaimu,Se" balasnya sambil mencium rambutku.


Film yang kami tonton sudah selesai. Kami yang awal masuk bioskop masih menjaga jarak sekarang keluar bioskop dengan tangan yang saling menggenggam.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Alfa mengantarku pulang.


__ADS_2