Dia Terbaik

Dia Terbaik
Persiapan


__ADS_3

Alfa Pov


Hari ini kebetulan jadwalku menjadi dosen penguji di ujian skripsi mahasiswa semester akhir. Tidak disangka ketika aku sudah selesai dan mau ke parkiran mobil ada mahasiswi yang mengajakku berbicara. Aku sedikit mengenal dia karena pernah mengajar dikelasnya


Namanya adalah elsa mahasiswi semester enam. Ternyata maksud dia mengajakku bicara adalah untuk menyatakan cintanya dan memberiku sekotak coklat buatan dia.


Namun tidak kusangka, ketika kumemalingkan wajah aku melihat Sese sedang duduk memperhatikan di cafe dekat kampus. Dia pasti akan salah sangka. Kenapa cinta tidak pernah berpihak padaku.


Aku merespon Elsa dan meminta maf bahwa tidak bisa menerima cintanya karena ada seseorang yang kusukai. Dan syukurlah Elsa mengerti namun aku harus tetap menerima cokelatnya.


"Baiklah, terima kasih atas pengertianmu dan cokelatnya, Elsa" kataku


"Sama-sama pa." balasnya dan langsung berbalik pergi meninggalkanku.


Aku tahu dia pasti sedih tapi mau bagaimana lagi bukan dia yang aku suka.


Aku langsung mencari Sese di cafe namun tidak kulihat dia dan kursi yang didudukinnya pun sudah kosong.


"Permisi, mba. Wanita yang duduk disana sudah pergi ya" tanyaku kepada waiters yang sedang lewat


"Oh mb Sese, Pa. Iya, sekitar lima menit yang lalu. Ada yang bisa dibantu, Pa. Biar nanti saya sampaikan. Kebetulan mb Sese sering kesini dua atau tiga hari sekali" ucap waiters yang bernama nina dari nametag yang terpasang dibajunya.


"Tidak usah mb. Terima kasih ya" ucapku

__ADS_1


Aku pun pergi menuju parkiran untuk kembali ke kantor.


(***)


Sese Pov


Laki-laki seperti Alfa itu sudah pasti banyak yang mengejarnya tapi kenapa dia tetap bertahan dengan pilihannya padahal yang mengajak pacaran cantik-cantik dan sexylah.


Aku penasaran dengan wanita yang disukai Alfa.


Melihat Alfa tadi aku tambah badmood dan langsung memutuskan untuk pulang saja. Padahal Alfa yang ditembak kenapa aku yang kesal. Mungkin karena aku habis putus cinta jadi melihat kejadian itu tambah kesal.


(***)


Seperti hari ini, aku diajak Ello untuk menemaninya pergi kebutik mengecek baju pengantin. Luar biasa!! Yang nikah sapa yang diajak sapa.


Tidak butuh lama setelah dirasa cukup Sinta mengajak pergi keluar. Sekarang kami sudah berada direstoran buat makan siang selang beberapa menit setelah kami datang Alfa pun datang.


"Memang gesit sahabatku satu ini kalau dipanggil langsung datang" kata Ello


"Buat dapat gratisan kenapa harus nolak" balas Alfa


"Kalian mau pesan makan atau mau ribut? Ini Fa, Se silahkan dipilih" Seru Sinta sambil menyodorkan menu makanan ke Alfa

__ADS_1


"Kamu mau makan apa, Se?" tanya Alfa


"Ini aja, Ka" balasku sambil menunjuk salah satu makanan dan minuman yang tertera di menu.


Alfa pun memberitahu Sinta makanan yang kita pilih. Sambil menunggu makanan datang kami membahas tentang pernikahan Ello dan Sinta yang tinggal sebulan lagi.


Beberapa menit kemudian makanan pun datang dan kami langsung menyantap hidangan sambil masih membahas pernikahan. Tiba- tiba Alfa pamit undur diri karena harus balik ke kantor ada yang mau diurus meskipun hari ini sabtu.


"Maf ya, Aku duluan. Ada sedikit problem dikantor" ucap Alfa


"Sabtu-sabtu kok masih kerja toch Den Alfa" seru Ello


"Namanya juga lagi ada masalah Den Ello" balas Alfa tidak mau kalah


"Ini anak bukannya berterima kasih temannya mau bantuin malah diejek mulu" Lerai Sinta. Aku pun hanya tersenyum melihat kelakuan tiga orang dewasa ini.


"Iya dech maf sayang" sambil mencubit pipi Sinta. "Makasih ya Den Alfa sudah meluangkan waktu dan membantu" lanjut Ello


"Sama-sama Den Ello. Semoga lancar ya kalau ada apa-apa calling aja"


"Siap"


Alfa pun pergi meninggalkan kami. Setelah Alfa pergi dan Sinta membayar bill, kami pun juga pulang. Aku pengen istirahat, kaki sudah pegal.

__ADS_1


(***)


__ADS_2