Dia Terbaik

Dia Terbaik
Bab 90


__ADS_3

"Bisa kita mulai, Vin" Ello mencoba mencairkan suasana.


"O..o..iya. Bisa" Kevin sedikit terbata.


Pertemuan ini memakan waktu hampir 2 jam, tidak hanya sekali, dua kali Kevin melirikku. Aku risih melihatnya.


"Mungkin kerja sama kita bisa dimulai sebulan lagi, Vin?" tawar Ello disela-sela pembicaraan mereka


"Bisa, Lo. Aku serahkan semua dokumen kamu yang urus. Nanti kirim saja ke emailku atau kita mau bertemu lagi juga tidak apa-apa. Saya disini sampai hari jumat" jelas Kevin sambil menyesap rokoknya dan menghembuskan ke segala arah.


"Huft, benar-benar tidak sopan"


Sebenarnya tidak ada yang salah dengan Kevin karena room yang dia pesan diperbolehkan untuk merokok hanya saja dia tidak menghormati partner kerjanya.


"Baik, Vin. Saya usahakan besok sudah jadi biar kita bisa bertemu lagi" ujar Ello.


"Senang bekerja sama denganmu" Kevin menyalami Ello.


"Jangan lupa bawa adikmu lagi, ya. Sepertinya aku menyukainya" bisik Kevin ketika mereka bersalaman


Ello melepaskan genggaman tangannya. Menatap heran dengan Kevin. Kevin, lelaki tampan dan terkenal sebagai playboy.


Setelah selesai berjabat tangan dengan Ello, Kevin lekas mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Sese.


"Terima kasih, Se. Semoga kita bertemu lagi" kata Kevin.


Aku membalas jabatan tangannya dengan tersenyum.


"Huft" aku menghela nafas setelah duduk dimobil.


"Kak, aku ga mau ikut lagi meetingmu. Orang tadi aneh" omelku


"Sepertinya dia menyukaimu, Se"


"Aku wanita yang sudah bersuami, Kak. Bagaimana bisa dia menyukaiku?" tanyaku heran.

__ADS_1


"Mungkin dia belum tahu dengan statusmu makanya bertindak begitu"


"Pokoknya jika besok Kak Ello bertemu dia lagi, Sese tidak mau ikut"


"Iya, Kakak akan pergi sendiri saja" jawab Ello.


Mobil perlahan berjalan jauh meninggalkan Cafe pertemuan mereka. Seorang laki-laki duduk didekat kaca yang daritadi tidak melepaskan pandangannya. Ya, Alfa kebetulan juga meeting ditempat tersebut. Alfa memberitahu Sese namun belum dibaca sampai sekarang.


***


"Kamu cari tahu info tentang wanita yang bernama Sese" perintah Kevin kepada assistennya ketika mereka didalam mobil untuk menuju hotel tempat mereka tinggal beberapa hari.


"Sese siapa, tuan?" tanya Tray


"Sese yang baru saja kita ketemu, adiknya Ello"


"Baik, Tuan. Akan segera saya cari tahu. Apa Tuan menyukainya?" tanya Tray kembali.


"Sepertinya aku menyukai wanita itu. Bibir merahnya menggodaku. " terang Kevin sambil menyentuh bibirnya membayangkan sedang mencium Sese.


***


"Apa? Alfa ada dicafe tadi" teriak Sese ketika dia membuka hpnya dan membaca pesan dari suaminya.


"Alfa?" tanya Ello dan dianggukin oleh Sese.


"Kok kakak tidak lihat ya?"


"Entahlah"


Sese langsung menelpon suaminya, kebetulan jam kantor sudah berakhir.


"Halo, sayang? Sudah pulang" sapa Alfa


"Hmmm, Kak ini aku baru mau pulang tadi ada meeting dicafe yang sama dengan kakak." ucapku pelan

__ADS_1


"Kakak dimana?" lanjutku.


"Ini sudah mau kekantormu. Kakak tunggu diparkiran ya?"


"Iya"


Telepon pun berakhir.


"Ahhh, kenapa juga ga izin tadi aku" ucapku sambil memukul kepalaku.


"Kak, kira-kira Alfa melihat yang dilakukan Kevin ga ya?" tanyaku


"Jika dia dekat dengan kita, kemungkinan lihat"


"Kaaaak" teriakku.


Ello malah tertawa melihat ketidakberuntunganku hari ini.


Mobil yang kami tumpangin sudah tiba dikantor. Terlihat mobil Alfa berada diparkiran.


"Kak, aku langsung pulang ya" kataku setelah mencium punggung tangannya.


"Iya, Se. Hati-hati. Salam buat Alfa dan semangat" Ello mengakhiri pembicaraan kami dengan kata semangat yang kutahu maksudnya.


Aku menghela nafas. Kejadian tadi pagi yang membuat Alfa kesal dan sekarang malah pergi tidak izin.


Alfa keluar dari mobil dengan senyum khasnya dan membukakan pintu untukku.


"Ayo" katanya


Aku segera masuk dan Alfa juga masuk lewat pintu satunya.


Tanpa aba-aba dan permisi, Alfa ******* bibirku dengan sedikit kasar. Aku hanya bisa memejamkan mataku. Lidahnya mendorongku untuk membuka mulutku. Lidah kami bertemu. Tangan Alfa menarik kepalaku dan membuat ciuman kami makin dalam.


Aku mulai kehabisan nafas, kudorong dadanya dengan perlahan.

__ADS_1


"Kak" ucapku.


__ADS_2