
Hari minggu yang cerah. Awan putih perlahan bergerak mengikuti hembusan arah angin. Jalan raya yang senggang di waktu weekend. Ternyata Tuhan mendukung rencana kami.
Dua mobil beriringan menuju pantai. Tidak perlu mengendarai mobil berjam-jam hanya hitungan empat puluh lima menit, mobil yang kami kendarai sudah sampai diparkiran.
"Sudah sampai, Se" kata Alfa sambil mengusap rambutku.
Aku terkejut dan langsung memperbaiki dudukku. Ternyata diperjalanan tadi aku ketiduran. Padahal kami sedang bercerita.
"Maf ya, Kak. Aku ketiduran" kataku
"Ga papa, sayang. Ayo, kita turun sebelum Ello mengamuk" ajak Alfa setelah mematikan mesin mobil.
Aku mengangguk dan langsung mengikuti ajakan Alfa untuk keluar dari mobil. Alfa mengeluarkan segala barang yang berada di bagasi.
"Ayo, kita ke gazebo" ajak Ello setelah membayar segala keperluan kita selama dipantai.
Kita semua mengikuti langkah kaki Ello yang akan membawa ke tempat peristirahatan selama bermain dipantai
"Nah ini dia, gazebo no 17" Kata Ello setelah menemukan tempatnya. Kami pun segera menurunkan semua barang bawaan.
"Ayo, fa. Kita nyalain arang" ajak Ello ke Alfa.
__ADS_1
"Kamu sendiri aja lah, Lo. Kan kamu yang ajak kami. Kami mau main di pantai" Kata Alfa menolak ajakan Ello dan malah menggandeng tanganku
"Eh Alfa, jangan kurang ajar ya kamu. Begini-begini saya kakak ipar kamu. Bukannya sebagai adik ipar mencuri hati kakak ipar, ini malah terbalik" kata Ello mengomel panjang lebar. Sinta hanya tertawa melihat kelakuan suaminya yang teraniyaya.
"Gimana ya, Lo. Ini saya mau pacaran dulu. Kamu aja yang nyalain dan masak, nanti kalau sudah jadi kami makan" Kata Alfa
"Dasar Alfa brengsek. Memang kamu aja yang mau pacaran" teriak Ello sambil melepas sandalnya. Alfa sudah berlari menarik tanganku.
"Sudah-sudah jangan marah-marah. Mending tangannya bergerak" samar-samar terdengar suara Sinta meredakan emosi Ello
Begitulah kami, sekarang menjadi komplotan untuk mengerjai Ello. Ello terlihat mengomel sambil menyiapkan pembakaran.
Dipinggir pantai, aku dan Alfa bergandeng tangan menyusuri pantai sambil memainkan percikan air laut. Untung saja, aku menggenakan pakaian yang sesuai. Celana selutut dengan kaos andalan untuk bersantai.
"Kakak mau kemana?"
"Aku mau bantu Ello kasihan dia manyun begitu. Ntar dia balas dendam ke ikan, bahaya. Bisa kelaparan kita" Kata Alfa memandangku.
Aku mengangguk. "Aku disini dulu aja ya, Kak. Nanti kalau sudah bosan baru kesana"
"Baiklah, jangan lama-lama ya. Aku balik dulu" pinta Alfa sambil mengecup pucuk kepalaku.
__ADS_1
Setelah Alfa balik, aku masih bermain dipinggir pantai mencari beberapa hewan laut yang dengan asyik berjalan dipasir.
Sampai suara orang yang kukenal memanggilku.
"Sese" kata orang tersebut.
Aku menoleh mencari arah sumber suara. "Rico"
Dia mengangguk dan mendekat. " Ternyata benar kamu, Se. Aku fikir aku salah orang"
"Kamu kok ada disini? sama sapa? tanyaku dengan bingung dan melihat kanan-kiri namun tidak ada siapa-siapa.
"Pasti kamu bingung dan kaget ya. Aku sendirian aja, Se. Besok aku ada interview disebuah perusahaan. Karena bosan jadi aku main kesini. Oiya, Selamat atas pernikahanmu ya. Maf tidak bisa hadir. Ternyata jodohmu orang yang sudah lama disampingmu" jelasnya dengan raut wajah yang terlihat entahlah.
Aku tersenyum.
"Kamu kok sendirian, Se?" tanyanya lagi
"Oh, itu ada Kak Ello dan Kak Alfa disana" kataku sambil menunjuk arah keberadaan kakak dan suamiku.
"Ayo, ikut aku" ajakku ke Rico.
__ADS_1
Aku dan Rico berjalan berbarengan menuju tempat istirahat yang sudah disewa Ello. Sepasang mata menatap kami dengan sedikit kecemburuan.
***