
Seperti janjinya, Alfa sudah di ruang tamu ketika aku turun ke bawah. Baru juga pukul 06.45 tapi dia sudah datang.
"Sudah lama, Kak?"
"Lama sekali sampai buku yang dia baca sudah tamat" seru Ello. Pengacau datang dari dapur
"Dasar tukang nimbrung" balasku
Aku mengajak Alfa sarapan dulu tapi dia menolak karena sudah sarapan dirumahnya.
Selesai sarapan dan berpamitan. Kami berdua langsung pergi.
Seperti janji Alfa dia mengantarku pergi kuliah. Dan akan menjemputku kembali setelah selesai. Apa dia tidak ada kerjaan dikantornya ya? Fikirku
Baru saja ku memasuki halaman, sepasang bola mata melihatku dengan tatapan dingin. Sapa lagi kalau bukan wanita yang pernah menyatakan perasaan ke Alfa dulu.
"Permisi" Kataku dengan sopan
"Anak baru sudah berani punya hubungan dengan dosennya."
Aku tidak peduli tetap saja kulewati dia.
Aku yakin wanita itu pasti marah kepadaku atas ditolak cintanya oleh Alfa.
**"
Jam pelajaran sudah selesai. Kuambil handphoneku dan kutekan tanda panggilan.
"Halo, sayang?" kata orang disebrang.
"Aku sudah selesai, Kak"
__ADS_1
"Ok, Sebentar kakak jemput selesaiin satu tanda tangan lagi ya"
"Iya" jawabku
Aku keluar dari ruangan dan duduk ditaman. Baru saja duduk, wanita tadi mencari gara-gara denganku.
"Aduh, Maf ya. Aku tidak sengaja"
"Apa kamu sedang mencari masalah denganku?"
"Tidak kok, benaran tadi itu tidak sengaja. Perlu kutemanin ke toilet?" tawarnya
"Tidak usah, aku bisa sendiri" jawabku sambil pergi meninggalkannya. Aku tahu dia sengaja pura-pura kesandung dan menumpahkan minumannya.
Menyebalkan.
Aku berjalan ke toilet dan membersihkan rokku. Hpku berdering dan aku tahu siapa yang menelpon.
"Iya kak, sebentar ya. Aku masih di toilet"
Aku bergegas dan segera keluar dari toilet. Dari kejauhan kulihat Alfa sudah menunggu.
"Ada apa dengan rokmu?" tanya Alfa. Terlihat jelas rok yang kugunakan basah.
"Tadi ketumpahan minuman. Ada kakak tingkat kesandung"
"Ayo"
Kamipun segera meninggalkan kampus dan terjadi lagi Alfa mengajakku membeli baju. Ntar aku bisa masuk angin kalau pakai baju basah. Setelah ku berganti pakaian aku keluar menemui Alfa.
"Se, aku antar pulang atau kamu mau main ke kantorku?"
__ADS_1
"Emang boleh? Ga ganggu?"
"Bolehlah"
Aku mengangguk. Segera kuambil hp dan memberi kabar ke orang rumah kalau aku pulang telat.
Sesampainya dikantor, Alfa mengajakku ke ruangannya. Didalam ada sebuah ruang yang dia bilang kamar. Kucoba melihat dan benar ada tempat tidur serta kamar mandi.
"Kenapa ada kamar dikantor?"
"Kalau pulang telat dan ada kerjaan aku tidur disini. Tapi kalau nanti kita sudah menikah, semalam apapun aku pasti pulang, ga bakal ninggalin istriku ini" sambil mencolek hidungku
Kata-kata Alfa membuatku malu. Baru pacaran beberapa hari sudah bicara tentang pernikahan.
Alfa sudah fokus kembali ke kerjaannya. Aku menunggu di sofa sambil menonton drakor favoritku.
Kuambil hp dan kufoto Alfa yang sedang sibuk tanpa suara.
"Kenapa kamu senyam-senyum?"
"Ga papa, Kak." Bukan Alfa namanya kalau tidak penasaran. Dia berdiri dan mencoba meraih handphoneku.
Terjadilah perkelahian kecil diantara kami. Aku yang tidak mau memberi dan Alfa yang terus mencoba mengambil.
Jika ketahuan malu lah aku.
Ketika kucoba menghindar, tidak sengaja aku kesandung dan jatuh. Alfa yang tidak sigap akhirnya ikut terjatuh.
Sepasang mata menatapku. Hembusan nafas dan degupan jantung terdengar di keheningan.
Apakah Alfa akan menciumku? Tanya Batinku. Rasa deg-degan bergemuruh di dada.
__ADS_1