
Hari yang ditunggu telah tiba. Ello dan Sinta akan mengikrarkan janji suci mereka berdua.
Alfa sudah menelpon dan akan menunggu didepan kamar. Aku membuka pintu dan Alfa mendekat "Cantik".
Sebuah gaun dan sepatu pemberian Alfa kugunakan. Jangan berfikir bahwa gaunnya seksi, Alfa tidak akan memberiku.
"Gaun ini lebih cocok kamu pakai daripada gaun yang memperlihatkan lekuk tubuhmu. Cuma aku yang boleh lihat" Kata-kata Alfa di boutique dulu terlintas dikepalaku
Aku tersenyum. Baju yang kami gunakan senada. Alfa dengan postur tubuhnya yang menggoda iman dan ditambah kerapian hari ini pasti membuat para wanita akan tergiur. Tanpa jas hanya kemeja.
Kami telah sampai di Ballroom hotel. Para undangan inti sudah berdatangan. 10 menit lagi acara ikrar janji suci akan terucap.
Ello memasuki ruangan dan duduk di depan penghulu. Tak berselang lama, Sinta pun memasuki ruangan.
Janji sudah terucap, terlihat binar kebahagian diwajah mereka. Mama terlihat meneteskan air mata. Aku juga begitu.
"Tidak apa-apa. Aku yang akan gantiin tugas Ello menjagamu". Kata Alfa sambil menggenggam tanganku.
Aku mengangguk.
Tamu-tamu undangan telah hadir. Tidak terkecuali wanita-wanita yang pernah menyukai Alfa. Ya, mereka adalah teman Alfa dan Ello waktu sekolah.
"Hi, Alfa" ucap salah satu wanita menghampiri Alfa. Saat aku kembali dari toilet.
"Hi, cat" balas Alfa.
"Kamu sendirian, fa. Mau aku temanin" ucapnya lagi sambil mendekatkan tubuhnya ke Alfa.
"Dasar wanita penggoda" batinku. Segera ku melangkah mendekati mereka berdua.
__ADS_1
"Ehm". Alfa malah tersenyum melihat bibirku sudah manyun.
"Perkenalkan ini pacarku, Cat. Kebetulan adiknya Ello". Kata Alfa. Dan terlihat wanita itu senyum kecewa.
"Jadi ini orangnya, Fa. Yang buat kamu menolak semua cewek yang menyatakan cinta". Kata Catherin dan dijawab dengan anggukan kepala Alfa.
Dalam hati aku tersenyum tapi untuk membalas Alfa, aku masih berpura-pura marah.
Setelah Catherin izin pergi, aku meninggalkan Alfa.
"Mau kemana?" Tanya Alfa sambil menarik tanganku
"Mau cari cowok lain" jawabku sambil melepaskan tangan.
"Kamu cemburu ya?" kata dia sambil tertawa.
"Siapa yang bilang? Gak tuch" Jawabku. Baru saja mau pergi tiba-tiba seorang wanita mengecup pipi Alfa.
"Kaget ya, Fa". Tanya wanita itu.
"Apaan sech kamu." kata Alfa melepaskan diri dari rangkulan wanita itu.
"Jangan gitu donk, Fa. Lama kita gak ketemu. Aku kangen kamu". Kata wanita itu. Dan dia akhirnya sadar ada aku disitu .
"Dia sapa, Fa"
"Aku temannya" jawabku buru-buru sebelum dijawab Alfa. " Kalau begitu aku permisi ya, Silahkan dilanjut".
Aku meninggalkan mereka dengan muka yang kesal. Tidak mau tahu bagaimana sekarang Alfa.
__ADS_1
"Kenapa kamu jawab begitu" kata Alfa setelah berhasil melepaskan diri.
Aku tidak menjawab tetap aja pergi..
"Se. Kamu marah?"
"Laki-laki bodoh masih juga ditanya" seru batinku.
"Gak" Jawabku
Dia menarikku dan kami berhadapan.
"Jawab pertanyaanku, Se. Kamu marahkan? dia hanya teman"
"Apaan sech" Aku memalingkan wajah dan dia menariknya. "Iya, aku marah. Puas" Jawabku
Dia malah tertawa.
"Kenapa kamu malah ketawa?" tanyaku
"Gak papa"
"Dasar gila" jawabku.
Tiba-tiba dia mencium pipiku dan berbisik " Aku hanya mencintaimu gak akan mendua". Setelah melepaskan bisikannya, dia pergi meninggalkanku yang masih mematung.
Jam 5 sore, acara pernikahan berakhir. Aku lelah menggunakan sepatu high heels dan badan sudah lengket. Tanpa Alfa mengantarku, aku kembali ke kamar.
***
__ADS_1
"