Dia Terbaik

Dia Terbaik
Bab 58


__ADS_3

"Kak, apa kamu tidak ada kegiatan selain mengganggu?" tanyaku dengan kesal. Ello ini bisanya datang lagi dan mengajak main ke pantai padahal semalam sudah ketemu.


"Ada, ganggu pasangan pengantin baru" kata Ello tertawa terbahak-bahak.


Aku yang mendengarnya kesal dan kulempar saja bantal kursi ruang tamu kearahnya. Dia menghindar dan tertawa lagi.


"Sudah, sudah. Masih pagi jangan bertengkar" lerai Alfa menggenggam tanganku.


"Ello nah, Kak" ucapku ke Alfa.


"Aduh.. aduh.. Sudah punya tempat buat mengadu ya sekarang" Ejek Ello lagi. Sinta hanya yang melihat kelakuan Ello hanya menggeleng.


"Iya donk. Kak Sin, kamu ga salah kah nikah sama orang pengganggu ini?? Ga nyesal?" tanyaku yang melihat Kak Sinta hanya senyam-senyum


"Sebenarnya nyesal, Se. Kalau bisa diputar ulang pengen minta ganti." kata Sinta


Aku tertawa terbahak-bahak dan diikuti oleh Alfa. Suasana ruangan makin menjadi riuh oleh kebahagiaanku.


"Yang, kok kamu begitu. Masa nyesal nikah sama aku. Janganlah" ucap Ello mengedipkan matanya ke Sinta. Sinta hanya datar menanggapinya. Mungkin pusing ngeliat kelakuan Ello.


"E, jadi kalian gimana mau ikut apa gak ke pantai. Ntar kesiangan., ga seru" tanya Sinta ke kami.


Alfa melihatku dan menunggu jawaban yang keluar dari mulutku. Aku hanya mengangguk saja, kasihan mereka sudah datang pagi-pagi begini kalau ga dituruti bisa manyun apalagi Ello si pengacau.

__ADS_1


"Kami ikut tapi tunggu sebentar aku sama Sese mandi dulu" kata Alfa dengan santainya tanpa merasa kata-katanya mengundang kejahilan Ello.


"Tolong ya mandi aja. Jangan pake plus plusnya saya bisa berjamur nunggu disini" cengir Ello


"Iya bawel. Ayo, Se." kata Alfa mengajakku kembali ke kamar untuk pergi mandi. Aku berjalan dibelakang Alfa sebelum naik tangga, aku menoleh dan menjulurkan lidahku ke Ello.


"Dasar adik tidak ada akhlak" teriak Ello.


Alfa menoleh ke belakang "Kenapa, Se?" tanyanya melihatku dan gantian melihat Ello yang uring-uringan.


"Ga tau tuch. Ayo" ucapku sambil menarik tangan Alfa biar segera cepat sampai ke kamar.


Sinta tertawa saja melihat pertengkaran kakak-beradik ini.


***


"Olahraga dulu ya sebelum kta pergi" katanya mengedipkan mata sebelah.


Aku tertawa, "Ntar Ello mengamuk menunggu kita lama"


"Biar saja, pagi-pagi sudah menganggu keromantisan kita. Ga ada kegiatan sekali. Kapan kita punya anak kalau waktu berdua diganggu aja" katanya sambil memanyunkan bibirnya.


"Ha..ha..ha.. sudah ga sah manyun jelek tahu" kataku sambil melingkarkan tangan ke leher Alfa.

__ADS_1


Alfa tersenyum dan langsung membawaku ke kamar mandi. Ditaruhnya aku perlahan ke bathtub dan dia menyalakan air hangat.


"Ini ga dibuka?" tanyaku melihat baju mulai basah.


Alfa menggeleng.


Cup.. Sebuah bibir menyentuh bibirku, ******* nafas tersapu bersih didalam mulut. Tangan jahil mulai meraba mencari sesuatu yang bisa disentuh.


"I love you, Sese" ucap Alfa setelah melepas pangutan bibir kami. Sepasang mata menatap lurus ke wajahku, tidak ada kebohongan dimatanya setelah mengucapkan cinta.


"Love you, too" balasku dengan senyum.


Pertempuran sepasang suami istri didalam bathtub terjadi. Melupakan seseorang yang sudah manyun menunggu kehadiran mereka.


***


"Lama sekali kalian, lupa kalau ada yang menunggu?" kata Ello mengamuk setelah kami berdua baru saja turun. Mungkin sekitar sejam kami baru menampakkan hidung lagi setelah pamit untuk mandi.


"Aku fikir kamu malah pulang daripada menunggu kami" ucap Alfa tertawa tanpa merasa bersalah.


"Kalian berdua memang jodoh. Sama-sama ngeselin" balas Ello sambil melempar bantal. Namun, bantal yang dilempar dapat ditangkap Alfa dengan mudah.


"Mau pergi atau gak nech?" tanya Alfa setelah sampai dibawah.

__ADS_1


"Jadilah, sudah ditungguin begini masih juga nanya" balas Ello dengan sewot.


Kami diruangan hanya tertawa mendengar pertengkaran dua lelaki ini. Chibby sudah tidur kembali dipangkuan Sinta.


__ADS_2