
Alfa Pov
Kuperhatikan sekeliling, tidak menemukan Sese. "Kemana lagi dia" ucapku.
Beberapa menit yang lalu, aku dipanggil salah satu teman laki-lakiku dan Ello untuk berkumpul dengan yang lain. Kulihat Sese masih bareng saudara-saudaranya.
Kuambil handphoneku dan menekan tanda panggilan. Tidak diangkat. Kucoba memanggil lagi dan suara Sese terdengar.
"Kamu dimana?" tanyaku
"Aku dikamar. Ada apa? Maf tadi ga bilang soalnya kakak bareng teman-teman."
"Ga papa. Aku cuma khawatir. Kenapa kembali ke kamar?"
"Kakiku sakit seharian pake high heels dan mau mandi".
"Perlu kutemanin mandinya?" tanyaku disertai tawa
"Dasar mesum" Kata Sese dan ditutup teleponnya.
Aku masih tertawa dengan tingkah Sese hari ini.
"Sepertinya teman kita lagi jatuh cinta" Ucap Dino
"Iya daritadi senyam-senyum aja. Perkenalkan sama kami, Fa. Wanita mana yang bisa menaklukan dinginnya Alfa". balas jaki
"Ada saat ntar kukenalkan ya. Tunggu aja". Jawabku
***
Setelah mandi dan bersiap-siap. Aku turun ke bawah. Kali ini aku menggunakan gaun berwarna jingga disertai sandal.
"Se" Alfa menghampiriku dan membawaku ke tempat dia berkumpul bersama teman-temannya.
"Kenalkan guys. Ini Sese, pacarku. Dia adiknya Ello" Kata Alfa mengenalkanku.
"Waduh. Ello kok ga ngenalin ke kita sech kalau punya adik secantik ini. Sapa tau aku duluan yang pacaran." Kata Dino dan dianggukin yang lain.
"Kalau kalian mau berantem sama Alfa. Sudah dibooking itu dari Sma." Tiba-tiba Ello datang ikut berkumpul.
__ADS_1
Alfa hanya tersenyum
"Oalah, Cinta pertama ternyata. Semoga kalian berjodoh ya" Seru Rizky
"Amin" jawab yang lain dan Alfa.
"Mana istrimu, Lo? Kok ga diajak kesini." Kata jaki
"Sebentar ya. Aku panggilkan dulu"
Ello menghampiri sinta dan mengajak berkumpul bersama teman-temannya. Ada sebagian yang sudah dikenal Sinta.
Waktu tidak terasa semakin malam dan mereka izin pulang.
"Kami pulang dulu ya. Kapan-kapan kita kumpul bawa pasangan masing-masing. Ga enak ini mau ganggu pasangan yang belah duren lama-lama" Kata seseorang yang kuingat namanya Dino
"Iya benar. Jangan lupa obat k**tnya ya" Kata jaki dan disertai tertawa yang lain.
"Ga perlu begituan. Fisikku kuat ini." Balas Ello.
"Sin, kalau kamu ga kuat menyerah aja daripada besok ga bisa bangun," Kata Dino lagi.
Setelah mereka berpamitan untuk pulang. Ello mengajak sinta untuk beristirahat.
"Aku mau mandi. Mau ikut?" Kata Alfa
"Tidak" jawabku dengan tegas. Kudengar Alfa tertawa. "Kan sapa tau Ello belah duren kita juga ikut" Dengan kesal kucubit pinggangnya.
Dia malah tetap tertawa.
Setelah alfa pergi, aku berkumpul dengan Keluargaku, Keluarga Alfa dan Keluarga Sinta.
"Mana Alfa, Se?" tanya Mama Alfa
"Lagi mandi, Ma" Jawabku
"Ayo makan makan dulu sambil kita mengobrol" Kata Mamaku
Kita semua makan malam sambil bercerita dan aku menikmati keadaan ini. Dua keluarga sudah menjadi satu. Masih ada Satu keuarga lagi yang akan sah masuk ke dalam Keluarga yang lain.
__ADS_1
Alfa, Ello dan Sinta turun bersamaan. Alfa duduk disampingku. Sedangkan Sinta dan Ello didepanku.
"Sudah makan?" tanya Alfa
"Sudah. Kakak mau makan apa ntar aku ambilkan?" tanyaku
Alfa menyebut makanannya dan aku mengambilkan makanan yang disebutkan.
"Makasih calon istriku"
Aku mengangguk.
Para orang tua izin balik ke kamar duluan karena sudah lelah. Di meja makan tinggalah aku, Alfa, Ello dan Sinta.
Waktu menunjukkan jam Sembilan malam. Kulihat Sinta sudah menguap beberapa kali dan Ello menyadari. Aku tahu wanita pasti sudah dari pagi bangun untuk berdandan diacara pernikahannya.
"Aku balik duluan ya, Kalian kalau masih mau bermesraan silahkan. Aku belah duren dulu." Goda Ello dan dihadiahi Sinta cubitan.
"Rasakan" Kataku sambil tertawa.
"Mau balik ke kamar, Se?" tanya Alfa
"Jalan ke taman yuk, Kak" ajakku. Alfa menyetujui. Dia menggandeng tanganku dan kita menyelusuri taman.
Ada kursi dan kita berhenti berjalan.
"Kakak ga salah menyukaiku?. Dengan keadaan kakak yang seperti ini, kakak bisa dapat wanita yang setara dengan kakak" tanyaku
Diluar dugaanku alfa berdiri dan berjongkok. Sekarang kami berdua berhadapan.
"Aku mencintaimu, Se bukan karena harta tapi karena hatiku sudah memilihmu" jawabnya.
Aku mengangguk dan meneteskan air mata. Alfa menghapus dengan tangannya.
"Sudah malam, ayo kita kembali ke kamar"
"Iya"
Kamipun kembali ke kamar masing-masing dengan sebuah kecupan dikeningku.
__ADS_1