Dijual Ayahku Dibeli Bosku

Dijual Ayahku Dibeli Bosku
Mandi bersama


__ADS_3

TOK ... TOK ... TOK


Pintu kamar utama terdengar ada yang mengetuk, Tania yang baru saja mau ke kamar mandi, dan Albert yang baru mau menyusul istrinya, sama-sama menoleh ke pintu.


“Ck ... mengganggu aja gak tahu apa pengen  bermesraan sama istri,” gerutu Albert, sambil menuju ke pintu kamarnya.


“Gak usah ngomel Pah,” sahut Tania.


Klek!


Albert membukakan pintu kamarnya, dengan raut sedikit kesal, lalu menatap wajah yang mengetuk pintu kamarnya.


“Maaf Tuan Albert jika mengganggu, tapi ada yang ingin saya sampaikan, ini terkait dengan keselamatan Nyonya,” ucap Bu Mimi dengan raut wajah yang serius.


“Siapa Pah, yang datang?” tanya Tania, menyusul suaminya.


“Ada Bu Mimi, sayang,” jawab Albert menoleh ke belakang.


“Masuklah Bu Mimi,” pinta Albert.


Mereka bertiga pun duduk bersama di sofa. “Katakan pada saya, ada hal apa yang berkaitan dengan istri saya?” tanya Albert tidak mau bertele-tele.


“Begini Tuan Albert, Nyonya Tania ... Beberapa jam yang lalu Yuyun tidak sengaja mendengar pembicaraan Gisel dan Clara, kebetulan Yuyun merekamnya. Ini Tuan, Nyonya bisa melihatnya terlebih dahulu,” ucap Bu Mimi, kemudian memplay video yang ada di handphonenya, lalu menunjukkannya ke Albert dan Tania.


Albert dan Tania, serius menonton dan mendengar percakapan Gisel dan Clara. Tak lama Tania pun tercengang, dan perutnya terasa tegang. Sedangkan Albert sudah mengepalkan salah satu tangannya, geram!


“Huft ...” Tania mengatur napasnya pelan-pelan.


Albert langsung menoleh ke samping, melihat Tania mulai meringis. “S-sayang, kamu kenapa?”


“Perutku agak tegang Pah,” keluh Tania. Albert langsung mengusap lembut perut Tania. Ini semua pasti karena mendengar ucapan Gisel dan Clara.


“Sayang, jangan langsung di bawa stress, ada papa di sini yang menjaga mama. Tenang ya sayang ...” Pria itu masih mengusap perut Tania, lama lama perut Tania mulai rileks tidak tegang lagi, dan memeluk istrinya.


Albert kembali menatap sinis video tersebut, dan mengetatkan rahangnya. Sungguh kedua orang tersebut niatnya masih saja jahat.


“Berani ingin mencelakakan istri dan calon anakku, maka siap-siaplah tinggal di hotel prodeo!” gumam Albert dengan suara tegasnya.


"Terima kasih Bu Mimi, cepat memberitahukan tentang niat mereka berdua. Hal ini sudah tidak bisa di toleransi lagi, saya akan bertindak," kata Albert.

__ADS_1


"Ya Tuan, memang harus segera di tindak," balas Bu Mimi.


Albert langsung menghubungi Bimo dan Gerry untuk ke kamar utama. Dan terjadilah meeting dadakan, Albert meminta Bimo memantau CCTV mansion, yang berada di seluruh mansion terutama yang ada keberadaan Gisel dan Clara. Bu Mimi di minta tetap mengawasi secara dekat dan berpura-pura tidak tahu niat kedua orang tersebut, sedangkan Tania mengikuti perintah Albert dan harus yakin jika suaminya akan melindunginya. Sedangkan Gerry bertugas mengirim video tersebut ke pengacara karena akan menjadi bukti kejahatan, dan turut membantu Bimo memantau pergerakan Gisel.


Setelah meeting dadakan selesai dan mereka bertiga sudah keluar dari kamar utama. Albert kembali memeluk Tania dengan erat, yang sedari tadi tercenung. “Kenapa mereka berniat menghilangkan anak kita, Pah?” ucap Tania lirih, hatinya sangat terasa sesak.


“Aku tak habis pikir, Clara berniat seperti itu. Aku tidak rela Pah, Clara cukup menyiksa aku sejak dulu, tapi jangan sentuh anakku,” lanjut kata Tania. Albert mengusap kembali perut bulat Tania.


“Mereka iri denganmu, Mah. Karena Mama, wanita pilihan Papa. Sudah jangan bersedih lagi, nanti mama jadi sakit, Papa akan membasmi ulat keket itu,” jawab Albert begitu lembut namun berusaha menenangi istrinya yang ingin menjatuhkan air matanya.


Pria itu menangkup wajah Tania, lalu mengecup kedua matanya secara bergantian. “Papa akan selalu melindungimu.”


Hati Tania mulai terasa tenang, dan kembali memeluk suaminya, walau terganjal perut bulatnya.


“Mam...”


“Mmm ...”


“Jadi mau mandi berdua gak.”


Tania langsung mengurai pelukannya. “Astaga si Papa masih ingat aja,” jawab Tania sembari tepuk jidat.


Albert tersenyum mesum, dan mengedipkan salah satu matanya. Mereka sempat tertunda mandi karena kedatangan Bu Mimi, dan sekarang Albert menanyakan kembali.


“Papa ....,” pekik Tania ketika tubuhnya sudah melayang, namun tidak di gubris oleh Albert.


Tania di dudukkan di meja wastafel, kemudian Albert mengisi air di bathup. Jantung Tania mulai berdebar-debar tak menentu, sedangkan Albert selalu tersenyum jahil dengan Tania.



“Pah, aku malu,” rengek Tania, tidak terima Albert turut berada di kamar mandi.


Pria itu mengacuhkan rengekkan Tania, justru dia sibuk menuangkan aroma terapi ke dalam air bathup, kemudian mengecek suhu air di dalam bathupnya.


Setelahnya baru menghampiri Tania. “Kenapa mesti malu denganku, sayang?” Pria itu menyejajarkan dirinya agar bisa menatap Tania.


“Aku suamimu kan?”


“Mmm ...,” gumam Tania, sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Sebelumnya mama hamil, aku sudah pernah lihat tubuh mama kan?”


“Mmm ...,” kembali bergumam Tania.


“Aku malu, badanku sudah berbeda ... takutnya Papa ilfeel lihat bentuk tubuhku,” ucap Tania lirih, sambil menundukkan kepalanya. Sejujurnya Tania kurang percaya diri dengan bentuk tubuhnya, agak berisi semenjak hamil.


Albert meraih dagu Tania. “Saat mama hamil, kamu makin sexy sayang ... Kenapa harus malu denganku, aku terima kondisi bentuk tubuhmu dari awal, tidak pernah mempermasalahkannya,” ungkap kata jujur Albert.


“Benarkah yang Papa ucapkan, tidak akan ilfeel lihat tubuhku?”


“Ya ... Sayangku, cintanya papa,” ucap gemes Albert, kemudian mengecup sekilas bibir ranum Tania, dan tangannya mulai membuka kancing dress hamil Tania, satu per satu.


Tania pasrah dan berserahkan diri kepada suaminya, karena dirinya sudah menjadi milik suaminya seorang.


Dengan lembutnya tangan Albert menurunkan dress hamil istrinya.


GLEK!


Sesaat pria itu susah menelan ludahnya sendiri, tubuh istrinya sebelum hamil saja sudah indah, walau tidak sesexy Marsha, namun sekarang menurut Albert, tubuh istri luar biasa indah, sempurna.


“Mama, sexy sekali,” ucap Albert tercekat, tatapannya langsung cerah melihat dua sumber asi yang kelak milik ketiga anaknya, semakin membesar dan padat. Wajah Tania semakin memerah lihat wajah Albert yang menatap tubuhnya lekat-lekat.


“Pah, jangan di lihat lama-lama.”


Pria itu tersenyum jahil, tangannya bergerak ke belakang punggung Tania lalu membuka kaitan penyanggah si sumber asi, kemudian menurunkan kain segitiga Tania yang menutupi bagian feminimnya ... Polos sudah si Bumil, semakin memerahlah wajah Tania menahan malu.


“Airnya sudah siap, sayang.” Pria itu menuntut si bumil masuk ke bathtub dan tubuh wanita itu masuk dalam busa-busa sabun.


Kemudian Albert buru-buru membuka semua pakaiannya dan menyusul Tania yang sudah berada di dalam bathtub, lalu memposisikan dirinya ada di belakang tubuh Tania.


Hangat


Nyaman


Pria itu memeluk mesra Tania dari belakang, dan tangannya mulai bergerilya ........


Bibirnya mulai mengecup daun telinga Tania, dan memainkan lidahnya di tengkuk leher istrinya .......


Sentuhan Albert kembali membuat tubuh Tania meremang dan tegang.

__ADS_1


...... lanjutin masing-masing ya 😂😂


bersambung ....... duh Papa Albert udah gak tahan, mohon maaf ini ujian 🤦


__ADS_2