Dijual Ayahku Dibeli Bosku

Dijual Ayahku Dibeli Bosku
Mulai mencari Tania


__ADS_3

Dua hari sudah berlalu, semenjak pemeriksaan kondisi kandungan Marsha tidak menunjukkan batang hidungnya di rumah sakit dan Albert pun tidak berusaha mencari kabarnya atau menanyakan keadaannya, seharusnya sebagai suami yang baik dan yang sangat mencintai istrinya seyogianya menemani istri yang mungkin saja jiwanya terguncang karena hasil pemeriksaannya kurang baik, dan berusaha menguatkan atau saling menguatkan.


Tapi harapan seperti itu untuk Marsha nampaknya tidak ada, karena pria yang baru keluar dari rumah sakit, sekarang sudah berada di mansion utama.


“Aku ingin bertemu dengan istriku,” ucap Albert yang kini sudah berada di ruang tamu.


“Istri ... loh memangnya istri kamu tidak ada di mansion kamu ... hem,” jawab Opa Thamrin yang terlihat santai, sambil menyesap secangkir kopi hangat.


Dua hari yang lalu Opa Thamrin sudah kembali dari Lembang Bandung karena ada rapat direksi di perusahaannya, sedangkan Oma Helena masih stay di Lembang bersama Mama Shinta menemani Tania.


“Jika istriku ada denganku tidak mungkin aku mencarinya ke sini. Dan dipikir Opa aku tidak tahu jika Opa dan Oma lah yang menjemput istriku di rumah sakit.”


“Ooh istri yang kamu maksud Tania,” ucap Opa Thamrin agak mengejek, walau tahu yang di maksud cucunya.


“Ya ... Tania istriku.” Albert mengakuinya.


“Bukankah Marsha istri kamu yang paling kamu cintai, dan Tania hanya sebagai ibu pengganti?” Opa Thamrin menajamkan sorot kedua matanya.


Albert terasa terpojokkan dengan pernyataan Opa Thamrin.


Gerry yang turut menemani Bosnya, mengusap tengkuknya yang tak gatal. Lalu berusaha tidak buka suara, takut kena semprot sama Albert.


“Opa sudah mentransfer uang dua milyar ke rekening kamu sebagai uang pengganti saat kamu membeli Tania, Opa rasa itu sudah cukup. Dan kamu tidak perlu mencari keberadaan Tania, oh iya kamu pasti sudah tahu kalau Tania hamil. Doakan saja semoga kandungan Tania sehat dan bisa melahirkan anaknya dengan selamat juga sehat,” imbuh Opa, sembari menaruh cangkir kopinya ke atas meja.


Rahang pria itu semakin mengeras dan semakin tegas di wajah pria itu. “Bukan itu yang aku inginkan, aku tidak meminta Opa menggantikan uang tersebut. Aku hanya menginginkan istriku, Tania!” tegas Albert.


Opa Thamrin memutar bola matanya. “Ck ... menginginkan Tania ... bullshit! Kamu mencari ke sini karena tahu jika Tania hamil, mungkin saja jika Tania tidak hamil kamu tidak akan mencarinya. Mencarinya juga hanya untuk menyiksa batin dan fisiknya saja!” Opa Thamrin berdecak kesal.


Sesaat Albert tercenung, lalu menatap kecewa Opa Thamrin.


“Bukan seperti itu Opa, aku mencarinya karena Tania tanggung jawabku,” jawab Albert, tapi terkesan agak meragukan.


“Ck ... tanggung jawab, seharusnya kamu tanggung jawab dan mengurus istri kamu Marsha!” gerutu Opa Thamrin, sambil melempar handphonenya di hadapan Albert.

__ADS_1


“Klik video itu, biar tahu kelakuan istri kamu di luar sana, istri yang selalu kamu bela, istri yang selalu kamu banggakan di hadapan Opa dan Oma!”


Albert mengambil handphone milik Opa Thamrin dan memplay video tersebut, muncullah video Marsha yang sedang dugem dengan Robby, dan terlihat sangat intim. Pria itu bergeming.


“Opa rasa cukup dulu menuruti kehendak kamu yang ingin menikahi wanita pilihanmu karena Opa sayang dengan kamu, namun kali ini Opa minta kebalikannya! Opa minta jangan mencari Tania, ceraikan lah wanita yang baik itu, dia tidak pantas mendapatkan suami seperti kamu!” ucap tegas Opa Thamrin, kemudian pria itu beranjak dari duduknya dan meninggalkan Albert yang masih terpaku dengan video Marsha.


Gerry yang ikutan melihatnya, buru-buru mengambil handphonenya dan mengecek sosial media. Cukup terbelalak melihat gosip yang beredar.


“Sudah banyak gosip yang beredar tentang Nyonya Marsha, Pak Albert,” ucap Gerry pelan.


Pria itu mendesah panjang, kemudian mengusap kasar wajahnya. Yang satu belum selesai urusannya, sekarang bertambah lagi urusannya.


“Bagaimana Pak Albert, mau di takedown kah semua berita ini?”


“Nanti saja,” jawab Albert tak bersemangat.


Pria itu menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa, lalu menengadahkan kepalanya ke atas, menatap langit-langit dengan tatapan kosong.


Albert sangat paham bagaimana lingkup dan kehidupan di dunia entertaiment, banyak godaan dalam segi apapun, tapi kembali lagi ke pribadi masing-masing. Selama ini gosip tentang Marsha jauh dari hal yang kurang baik, jika pun ada gosip paling selentingan tentang karirnya serta kehidupan pribadinya dengan Albert, namun sekarang gosipnya yaa ... agak sedikit berbeda.


Gerry yang melihat Albert masih termenung tidak bisa berbuat apa-apa, mau memberikan ide juga bukan saat yang pas. Tapi pria itu berinisiatif meminta salah satu bodyguard Albert untuk menyelidiki kegiatan Marsha, tanpa di minta Albert.


...----------------...


Malam hari


Pria itu berat hati meninggalkan mansion utama yang tidak membuahkan hasil, keberadaan Tania memang benar-benar tidak ada di mansion utama setelah pria itu mencarinya sendiri, tapi Albert sudah meminta salah satu bodyguardnya memantau kegiatan yang ada di mansion utama, serta mengikuti Opa Thamrin.


Sekarang pria itu sudah berada di mansionnya, dengan langkah tergontai pria itu duduk di ruang santai dan seperti biasa dia meminta dibuatkan orange juice untuk menghilangkan rasa mualnya yang kembali melanda.


Di balik pilar ada yang tersenyum tipis, melihat kepulangan Albert setelah beberapa hari tidak ada dimansion.


“Akhirnya Pak Albert pulang juga!”

__ADS_1


“Kamu ngapain ngintip-ngintip...huh!” tegur Gisel.


Gadis itu langsung menoleh ke belakang. “Ck ... bukan urusan kamau!” jawab Clara sambil lalu.


“Ganggu kesenangan orang aja!” gumam Clara sendiri.


“Awas aja kalau loe berani-berani deketin Tuan, gue hajar loe sampai bonyok!” balas Gisel.


Gue harus cari cara biar bisa mendekati Pak Albert, lagi pula Marsha pasti lagi bertengkar dengan Pak Albert gara-gara gosip ada pria lain! Ini kesempatan emas!!


Selang tak berapa lama, Marsha kembali ke mansion, dan setelah mendapat kabar dari Gisel jika suaminya sudah pulang dan berada di ruang santai, wanita itu pun menghampirnya.


Indra penciuman Albert begitu tajam tanpa melihat, dia tahu kehadiran Marsha.


“Jangan sesekali mendekatiku!” tegur Albert, untung saja pria itu menyiapkan masker di kantong kemejanya, jadi bisa langsung di pakainya.


Wanita itu memilih duduk di seberang sofa yang di duduki oleh Albert, kemudian menyilangkan kedua kakinya.


“Kak Albert sudah sehat? Sorry ... Aku tidak menemani Kak Albert di rumah sakit, karena aku sangat kecewa.”


“Seperti yang kamu lihat, aku ada di sini. Tapi kayaknya kamu terlihat happy saja, padahal jika wanita yang dinyatakan mandul pasti akan bersedih hatinya, namun kenyataannya di luar sana sampai ada gosip tentang kamu beredar di dunia maya!” tegur Albert, tanpa meninggikan suaranya.


“Ooh gosip apa, ooh yang itu ... lagi pula hanya video dugem di club, bukan hal yang anehkan. Nanti juga akan hilang sendiri gosipnya,” jawab Marsha mengentengkan masalah itu.


bersambung ....


Kakak Readers jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, dan terima kasih banyak yang sudah memberikan like, komen, poin dan vote nya.


Sambil menunggu bab selanjutnya, mampir yuk ke karya author Crazy_Girl



 

__ADS_1


__ADS_2