
Albert terlihat sibuk berdiskusi dengan beberapa rekan bisnisnya di ruang VVIP restoran, di sela-sela acara meetingnya ... terdengar pula beberapa kali pesan masuk di handphonenya.
Sekilas pria itu mengecek pesan yang masuk, ternyata semua pesan dari Bimo sang bodyguard, yang bertugas mengawasi Marsha.
✅Bimo
Foto ketika Marsha masuk ke dalam kamar 503
Nyonya Marsha sedang ada di kamar 503, sepertinya Nyonya tidak sendirian di kamar dan saya masih mengawasinya Tuan.
Dari raut wajah Albert tidak terlihat rasa terkejutnya, hanya yang ada hembusan napas panjang, kemudian mengalihkan perhatiannya ke perbincangan, namun sebelumnya membalas pesan Bimo.
✅Albert
Awasi aja dulu, saya masih meeting.
✅Bimo
Baik Tuan Albert.
Mengetahui istrinya berada di kamar dengan seorang pria, Albert masih terlihat tenang, sedangkan Gerry sudah mulai cemas dengan Bosnya takut emosinya meledak-ledak, karena dia juga dapat pesan dari Bimo. Namun ternyata salah menduga, begitu tenangnya sikap Albert selama meeting seperti tidak ada masalah.
Aneh si Pak Bos kok beda banget, waktu Tania kepergok jalan sama Arkana udah keblingsatan, sedangkan ini istrinya lagi ngamar sama pria lain ... terlihat tenang. Apa jangan-jangan si Pak Bos udah gak cinta lagi sama istrinya ya ... batin Gerry bertanya-tanya.
Hampir satu jam lebih meeting berjalan dengan membuahkan proyek terbaru membangun apartemen mewah di kawasan Bogor. Berhubung salah satu rekan bisnisnya pemilik hotel Raffles, pria itu meminta bantuan setelah acara meeting berakhir.
Sedangkan dalam waktu bersamaan di kamar 503...
Suara desaahan dan erangan sedang berpacu dari kedua pasangan laknat, mereguk kenikmatan surga dunia yang tak halal. Pak Robby dengan gairah yang bergejolak mencumbui dan menghunjami Marsha, menunjukkan keperkasaannya kepada sang wanita.
“Oh ... sayang, kamu benar-benar buatku melayang,” ucap Marsha dengan deru nafas beratnya.
“Baby ... kamu benar-benar sangat nikmat,” balas Pak Robby dengan menatap wanita yang di kungkungan penuh hasrat. Pria itu masih menggoyangkan pinggulnya maju mundur mengejar kenikmatannya, sedangkan Marsha kembali mendesaah tak terkira.
Marsha, wanita yang lupa dengan statusnya sebagai istri dan lupa sudah memiliki suami ... masih suka mencari kesenangan di luar sana. Bercinta dengan pria lain selain suaminya, buat dia suatu tantangan dan kenikmatan buat diri dia sendiri, apalagi jika berhubungan seksnya untuk memperlancar pekerjaannya. Tubuh wanita itu menggeliat dan memejamkan matanya, menikmati keperkasaan Pak Robby yang masih menusuk-nusuk di tubuhnya.
Tanpa mereka berdua sadari, pintu kamar 503 sudah terbuka. Albert sudah berdiri dengan gagahnya tak jauh dari ranjang, raut wajahnya tidak terbaca oleh siapapun, namun sorot matanya sangat tajam ketika melihat pemandangan luar biasa itu.
Gerry dan Bimo yang baru ikutan masuk ke dalam kamar, kedua netranya terbelalak dan meneguk salivanya berulang kali, rasanya seret! Butuh minum biar tenggorokannya tidak macet.
__ADS_1
Sedangkan pasangan laknat itu masih tidak sadar jika ada orang lain yang masuk ke dalam kamar.
Albert menaikkan kedua tangannya, lalu bertepuk tangan. “Sungguh luar biasa!” ucap Albert, suaranya mulai meninggi.
Pak Robby dan Marsha yang masih menyatu, langsung menoleh dan terkesiap.
“Sa-sayang....!”
Pak Robby langsung mencabut benda pusakanya, dan buru-buru menutupi bendanya dengan kemeja, kemudian berlari ke kamar mandi dan berdiam diri di sana, sedangkan Marsha dengan rasa terkejutnya menutupi tubuh polosnya dengan bedcover.
Albert yang terlihat tenang, melangkahkan kakinya lebih dekat ke ranjang. “Luar biasa sekali kamu, ternyata selama ini aku menikah dengan seorang pelacurr!”
“Sa-sayang...” lidah Marsha agak keluh, bingung mau berargumen apa, karena sudah kepergok dengan jelas jika dirinya berhubungan intim dengan pria lain.
Jelita yang ikutan masuk ke kamar dan melihat, ternyata sedang merekam kejadian Albert gerebek istrinya sendiri.
“Mampus kamu, Marsha!” gumam Jelita, kegirangan. “Siap-siap menjadi hot gosip!”
Albert juga tidak bisa melanjutkan kata-katanya, sesaat dia mengusap wajahnya dengan kasar kemudian menatap Marsha yang sekarang sedang menundukkan kepalanya. Kalau dibilang hatinya hancur, sudah pasti hancur tapi lebih cenderung kecewa setelah melihat adegan intim istrinya sendiri. Tapi yang membuat hatinya terasa hancur, adalah kehilangan Tania.
“Kamu bilang Tania wanita jalaang tapi ternyata kamu sendiri yang jalaang!” geram Albert.
Albert berdecak kesal. “Ck ... khilaf tapi menikmati ya!”
Sejenak Albert menarik napasnya dalam-dalam. “ Marsha Angelica, aku Albert Elvaro Yusuf mulai hari ini aku jatuhkan talak tiga padamu, lepas sudah tanggung jawabku sebagai suami!” ucap Albert begitu tegas dan lantang.
DEG!
Tubuh Marsha gemetar hebat. “TIDAK ... aku tidak mau bercerai, semua ini gara-gara kamu Kak Albert, kalau kamu tidak menikah lagi dengan wanita jalaang itu, aku tidak akan begini!” balas Marsha, dengan menggebu-gebu.
PLAK!
Albert melayangkan tangannya ke pipi Marsha, hingga wajah wanita itu berpaling.
Albert mengetatkan rahangnya dan menunjukkan sisi garangnya. “Jangan sekali-sekali menyebut Tania wanita jalaang, sudah jelas yang jalaang itu kamu, bukan istriku Tania!” ucap Albert murka.
Tania ... Istri...jadi Albert sudah punya istri lagi selain Marsha ... batin Jelita.
Jelita yang masih merekam dengan handphonenya diam-diam, langsung menutup mulutnya sendiri, kemudian keluar dari kamar tersebut.
__ADS_1
“Jangan pernah kembali dan menginjakkan kakimu ke mansion! Kita akan bertemu di persidangan!” ucap Albert dengan tegasnya, kemudian membalikkan badannya.
Air mata mulai terjatuh dan mengalir di pipi Marsha, wanita itu lantas turun dari ranjang dengan tubuh yang ditutupi oleh bedcover, kemudian memegang dan menahan salah satu kaki Albert, agar tidak jalan.
“Aku tidak mau bercerai, jangan ceraikan! Aku mohon ... aku masih mencintaimu ... Kak, tolong berikan aku kesempatan untuk memperbaikinya.”
Pria itu menyentakkan kakinya dan berusaha melepaskan genggaman Marsha di kakinya. “Sudah cukup kamu membodohi ku selama ini!” maki Albert.
Gerry dan Bimo membantu Albert melepaskan dirinya dari Marsha.
“Tak akan aku biarkan kamu hidup bahagia dengan Tania!” teriak Marsha, ketika melihat Albert keluar dari kamar. Dan ternyata beberapa orang sudah berkumpul di luar kamar 503, karena penasaran.
“Arrgh!” teriak Albert di lorong hotel meluapkan emosinya yang di tahan, lengkap sudah penderitaan hidupnya. Namun untungnya dia bisa menahan untuk tidak menghajar pria yang ada di dalam kamarnya, dan untungnya bisa menahan rasa mualnya ketika dekat dengan Marsha, semuanya cukup terkontrol, mungkin karena rasa cintanya dengan Marsha sudah tak ada dan tak ada rasa cemburu, hanya ada rasa kecewa dalam milih pasangan hidup.
Jelita dengan hati yang girang langsung menghubungi kru infotainment untuk menawarkan hot gosip yang terbaru.
Gerry dan Bimo bergegas menyusul Bosnya dengan langkah besarnya. “Bimo sepertinya kita harus siap-siap akan menghadapi para wartawan, siapkan team untuk bersiaga untuk antisipasi,” pinta Gerry.
“Siap saya akan hubungi yang lain untuk bersiaga,” jawab Bimo.
bersambung .... ✍🏻✍🏻 akhirnya talak 3 buat Marsha.
Kakak Readers sambil menunggu bab selanjutnya mampir yuk ke karya Author Reni.t
__ADS_1