Dijual Ayahku Dibeli Bosku

Dijual Ayahku Dibeli Bosku
Di kira mimpi


__ADS_3

Ada adegan anu, yang bocil MINGGIR dulu sebentar ya.


...----------------...


Albert mencoba untuk tidak terpancing emosinya kembali, apalagi sudah menunjukkan waktu jam sebelas malam, handphonenya juga sudah dimatikan, jadi tidak ada yang bisa menghubunginya, termasuk Marsha.


“Tidurlah Tania, saya tidak akan mengganggumu!” jawabnya pelan.


Albert beranjak dari duduknya, kemudian pindah ke bed yang ada di samping kanan ranjang pasien, lalu merebahkan dirinya.


Tania masih kesal dengan kehadiran Albert, apalagi mereka habis bertengkar. Bertengkar tapi pria itu tidak meninggalkan wanita itu, justru menemani di dalam ruangan. Tania kembali membuat dirinya agak bisa tidur, namun bayangan ciuman pertamanya dengan Albert masih terbayang-bayang, akan tetapi efek obat mulai bekerja, semakin lama Tania melamun, akhirnya masuk ke dunia mimpinya.


Sedangkan Albert selama dua jam tidak bisa tidur di bednya, terasa ada yang kurang, pria itu melirik Tania yang sudah terdengar dengkuran halusnya. Akhirnya pria naik ke ranjang, dan merebahkan dirinya di samping Tania.


“Kenapa aku tidak suka melihatmu dekat dengan pria lain, Tania?” gumamnya pelan.


“Kenapa aku suka emosi denganmu, Tania?” Albert kembali bertanya pada dirinya sendiri.


Pria itu menatap lekat-lekat wajah Tania yang sudah tertidur pulas, lalu merapikan anak rambut yang menutupi wajah wanita itu. Salah satu jemarinya menyelusuri bibir ranum wanita itu, hatinya tergoda untuk menciumnya lagi ... walau baru sekali mencium Tania, tapi ada rasa menginginkannya kembali. Pria itu memajukan wajahnya, lalu kembali menempelkan bibirnya ke bibir Tania, kemudian menyesapnya dengan lembut, tidak sebrutal tadi.


Sedangkan di bawah alam sadar Tania, wanita itu sedang bermimpi indah ... bertemu Pria berwajah sangat tampan terlihat mendekati dirinya dan sangat lembut ketika berbicara, tanpa di sadari jantungnya berdebar-debar ketika berbicara dengan pria tampan itu, apalagi ketika pria itu mulai mendekati wajahnya lalu mengecup bibirnya sesaat, namun setelahnya kembali mengecupnya dan melummat bibirnya, Tania terbuai dalam mimpi indahnya.


Kembali ke Albert, pria itu sempat terkesiap ketika Tania membalas ciuman nya tapi matanya tetap terpejam, mendapat reaksi seperti itu, Albert memperdalam lummatannya. Suara decapan terdengar jelas di dalam ruangan, sepasang suami istri terbakar dalam gairahnya, suara mendesah lolos keluar dari bibir Albert, begitu juga dari bibir Tania.


Sejenak Albert melepaskan pagutannya lalu tersenyum tipis menatap wajah wanita itu yang masih memejamkan kedua matanya. “Kamu sedang mimpi apa? Ternyata kamu membalas ciuman ku!”


Ciuman yang penuh hasrat dan menggoda tentunya. “Kamu telah membangkitkan milik ku,” bisik Albert pas di daun telinga wanita itu. Pria itu lalu mengecup daun telinga Tania, dan sedikit menggigitnya. Wajah Tania terlihat menahan kegelian, dan tubuhnya sedikit menggeliat, rupanya mimpinya masih berlanjut.


Albert yang hasratnya sedari tadi sudah di tahan, untuk kali ini dia sudah tak bisa mengendalikannya, dengan lembutnya bibir pria itu mulai menjelajahi tubuh Tania, mulai dari leher hingga kebagian bawah.


“Kamu hanya milik ku seorang, Tania,” gumam Albert sendiri.


Sesekali tubuh Tania menggeliat ketika pria itu sudah kembali membuka kancing piyama yang panjangnya selutut. Setelah puas menikmati suguhan yang sangat menggoda imannya di bagian atas, kemudian pria itu menurunkan celana panjang lalu boxernya.

__ADS_1


“Kamu harus mengandung anakku!” ucap Albert yang kembali mengungkung tubuh Tania, dan mulai melakukan penyatuannya dengan Tania penuh kelembutan.


Walau susah menerobos, tapi pria itu berusaha membobol bagian feminim Tania sangat hati-hati, tidak kasar seperti sebelumnya.


“Kenapa masih sempit aja!” keluh Albert.


Didekapnya pinggang Tania agar bisa menyatu dengan sempurna. Pria itu kembali melummat bibir Tania ketika miliknya sudah masuk sempurna.


Ini kenapa rasanya kayak beneran ya ... Batin Tania


Wanita yang masih menikmati mimpi indahnya ikut terhanyut, dan menikmati hasrat yang datang di dirinya. Tapi wanita itu berusaha untuk membuka matanya karena merasa mimpinya terasa nyata, namun tak bisa membuka matanya, perasaan dirinya seperti antara nyata dan tidak nyata (istilah seperti di erep-erep : digauli oleh makhluk halus yang menyerupai manusia, biasanya mirip wajah suami atau siapapun)


Tapi ketika rasa nikmati itu datang, wanita itu mendesah pas di telinga Albert, membuat pria itu semakin menghunjam Tania semakin dalam.


“Tania,” bisik Albert, suaranya terdengar berat dan sexy.


Wanita itu yang berusaha membuka kedua netranya saat namanya disebut, perlahan-lahan terbuka...


Albert melihat Tania sudah membuka matanya, tanpa menghentikan hunjamannya, pria itu kembali mencium bibir wanita itu dengan lembut nya.


Tania tak kuasa untuk berteriak, karena sudah dikuasai oleh pria itu, namun reflek tangannya memegang kedua bahu pria itu, dan mencakarnya sekuat tenaga, hingga meninggalkan luka.


Dan tiba-tiba Albert dan Tania sama-sama melenguh kemudian mendesah panjang, saat dirinya sama-sama merasakan pelepasannya berbarengan. Tania yang baru kali ini merasakan hubungan suami istri dengan nikmat yang berbeda, cukup membuat detak jantungnya berlarian.


Pria itu melepaskan pagutannya dengan deru napas yang berat lalu menatap teduh wajah Tania, kemudian mengusap lembut kening wanita itu yang mulai berkeringat. Benih premium Albert sudah tersembur di rahim Tania begitu dalam, wanita itu juga bisa merasakan bagian feminimnya terasa hangat.


Begitu pula Tania, napasnya masih tersengal-sengal, turut menatap Albert antara kesal dengan perasaan sisa-sisa melayang ke angkasanya. Rupanya mimpi indahnya kenyataan bukan hanya sekedar mimpi, suaminya mencuri kesempatan di saat dia tertidur.


“Kamu harus hamil anakku,” ucap Albert pelan, lalu mengecup kening Tania. Wanita itu langsung memalingkan wajahnya dari tatapan Albert, dan menghembuskan napas panjangnya.


Dirasa benihnya sudah tumpah di rahim Tania, pria itu baru bangkit dari atas tubuh Tania, dengan santainya pria itu berjalan ke kamar mandi, dan untuk pertama kalinya Tania melihat tubuh Albert yang sempurna itu termasuk benda pusakanya tanpa ditutupi sehelai kain, karena sebelumnya selama berhubungan intim Tania harus pakai penutup mata.


“Dasar pria brengsek, gak punya otak!” maki Tania, sembari melihat kancing piyamanya sudah terbuka semuanya, hingga terlihat tubuh polosnya.

__ADS_1


Ini lah feeling yang sempat menyelimuti dirinya ketika berduaan dengan Albert, walau untuk kali ini pria itu tidak sekasar saat malam pertamanya, karena Tania larut menikmatinya.


Tidak terlalu lama Albert dikamar mandi, pria itu sudah keluar dan sudah memakai celana panjangnya namun masih bertelanjang dada. Dengan tangan yang membawa wadah kecil, pria itu mendekati ranjang Tania.


Pria itu menarik badan Tania. “Saya bersihkan badan kamu dulu,” ucap Albert.


Tanpa menunggu respon Tania, pria itu mulai menyeka bagian feminim istrinya dengan handuk hangat, Tania hanya bisa memejamkan matanya walau sebenarnya risih, tapi sudah tak berdaya. Setelah sudah membersihkan tubuh Tania, pria itu memakaikan kain segitiganya lalu mengancingkan kembali piyama wanita itu.


Wadah itu kembali di taruh dikamar mandi, dan Albert kembali naik ke ranjang Tania.


Tania masih bergeming, otak nya sedang tidak mampu untuk berpikir, apalagi pria yang berstatus suaminya sekarang merebahkan tubuhnya di sampingnya, yang mampu dia lakukan saat ini adalah memunggungi pria itu.


Albert bisa merasakan Tania yang marah karena perbuatan dirinya, tapi mau bagaimana lagi, pria itu memang tidak bisa menekan lagi hasratnya yang mengila jika sudah dekat Tania.


“Maafkan saya Tania,” bisik Albert, tangan besar nya merangkul pinggang Tania, lalu wajahnya sudah masuk di ceruk leher Tania. Harus kah Tania bersorak gembira ketika Albert berkata maaf lalu merangkul dirinya? Tentu tidak!


“Saya ingin kamu cepat mengandung anak saya, dan jangan pernah minta bercerai dari saya,” lanjut kata Albert.


Tania bergeming ...


Pria itu hanya menuntut anak darinya! Bukan karena mencintainya!


 bersambung........


- Tania tinggal di mansion utama.


- Albert menemukan pil KB milik Tania.


 


Kakak readers terima kasih banyak yang sudah memberikan like, komen, poin, nonton iklan, Vote dan rate ⭐⭐⭐⭐⭐.


Dan buat kakak readers yang tidak suka dengan ceritanya, monggo di skip dan di tinggalkan saja, tidak perlu di lanjutkan bacanya, maklumlah bukan author famous yang bisa bikin cerita yang keren 😬😬.

__ADS_1


__ADS_2