Dijual Ayahku Dibeli Bosku

Dijual Ayahku Dibeli Bosku
Rita sang pelakor


__ADS_3

Jakarta


Rumah Tania


Hubungan Ayah Hans dengan Bu Rita semakin hari tidak semakin membaik. Ayah Hans masih menuntut uang sisa jual beli Tania sebanyak 300 juta. Namun belum juga di penuhi oleh Bu Rita!


Tiada hari tanpa piring terbang melayang di dalam rumahnya, Ayah Hans selalu menunjukkan kemurkaannya terhadap wanita yang sudah di nikahinya selama 20 tahun itu. Bu Rita hanya bisa membatin kesal sendiri, ingin keluar dari rumah pun tak ada tujuan yang akan di tuju, berharap dengan Clara pun juga tak bisa. Anak yang diharapkan bisa menjadi istri Albert, hingga kini belum tercapai tujuannya, karena keberadaan Albert masih di Bandung. Jadi rencana Clara untuk merebut Albert dari tangan Tania belum terwujudkan.


Hingga kini Clara masih menjadi maid di mansion Albert, dan sudah bisa di pastikan gerak gerik Clara dalam pantauan Pak Firman dan ajudan Albert yang sudah ditunjuk oleh Bimo.


Ayah Hans semenjak di pecat dari pekerjaannya, hidupnya mulai luntang lantung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ... inilah yang membuat pria paruh baya itu tambah membenci Bu Rita ... uang 300 juta yang dipikirnya tersimpan di tabungan ternyata habis hanya menyisakan 10 juta, dan semakin hari uang 10 juta tersebut semakin menipis.


“Mas, tiap hari selalu saja menyalahkan aku terus! Harusnya Mas tuh juga mikir dong. Wajar dong seorang istri pakai uang suaminya buat menyenanginya hatinya sendiri!” sarkas Bu Rita.


“Aku tuh gak habis pikir kenapa aku bisa terpikat dengan kamu selama ini! Hingga aku berpisah dengan wanita yang sangat aku cintai, Shinta!” murka Ayah Hans.


“Ternyata begini rupanya wanita yang aku nikahi! Wanita berular berbisa! Hanya ingin menghabiskan hartaku saja!” sentak Ayah Hans.


Bu Rita berdecak kesal. “Loh kok gara-gara aku, kamu berpisah dengan Shinta. Sudah jelas Shinta yang berkhianat denganmu, dan aku yang menemanimu saat kamu berpuruk karena pengkhianatan Shinta, memangnya tidak ingat apa ... huh!” balas gertak Bu Rita.


Tanpa sepengetahuan Ayah Hans dan Bu Rita yang masih bertengkar, di ambang pintu sudah berdiri sosok wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan tentu saja penampilannya begitu anggun walau pakaiannya sederhana.


Wanita itu tidak sendiri tapi di dampingi oleh beberapa pria dengan setelan jas kerja yang sangat rapi serta terkesan gagah dan bersahaja.


“Wah ... sungguh luar biasa, waktu sudah lewat dari 20 tahun, ternyata kamu masih saja memfitnahku, Rita!” suara yang terdengar lantang dari ambang pintu.


Bu Rita dan Ayah Hans menoleh ke arah pintu, dan kedua netra mereka berdua seketika terbelalak melihat sosok yang sudah berdiri dengan anggunnya di ambang pintu rumah mereka ... eh bukan rumah mereka ... tapi rumah milik Tania.


Wanita yang baru datang tersenyum tipis, kemudian melangkahkan kakinya yang menggunakan sepatu high heals berwarna cream, masuk ke dalam ruang tamu lalu menjatuhkan bokongnya dengan anggunnya.

__ADS_1


Ayah Hans dan Bu Rita seakan terhipnotis dengan kehadiran wanita yang sudah lama tak berjumpa.


“S-Shinta!” ucap Ayah Hans tergagap, kemudian memindai Shinta dari ujung kaki sampai ujung rambut. Sedangkan Bu Rita hanya terpaku melihat penampilan Shinta yang sangat berbeda.


“Kita bertemu lagi Mas Hans, Rita!”


Ayah Hans yang awalnya sedang berdiri, turut duduk di sofa yang ada di ruang tamu tersebut, dan tatapan matanya belum lepas dari wajah sang mantan ... yang semakin memesona.


“S-sudah l-lama kita tidak bertemu, Shinta. Apa kabarnya?” tanya Ayah Hans.


Mama Shinta menyilangkan kedua kakinya kemudian menatap wajah Ayah Hans dengan tatapan datar. “Seperti yang Mas Hans lihat, aku sangat baik-baik saja,” ucap Mama Shinta, dan sedikit memperlihatkan  keangkuhannya di depan mantan suaminya dan mantan sahabatnya.


Ayah Hans dan Bu Rita bisa melihat jika Mama Shinta memang terlihat sangat baik, semuanya terpancar dari penampilannya dan wajahnya yang semakin cantik memesona.


“Rita, mulutmu ternyata masih saja suka memfitnah orang. Aku sudah merelakan Mas Hans di rebut olehmu, tapi masih saja menjelekkan diriku. Padahal semuanya adalah jebakan yang kamu buat, seakan-akan aku ada main dengan laki-laki lain!” ucap Mama Shinta dengan lantangnya. Ayah Hans langsung menatap curiga ke Bu Rita


 Bu Rita mendengus kesal dan sedikit mencibir. “Ck ... jangan asal menuduh aja kamu.”


DEG!


Pria paruh baya dengan penampilan sederhana itu menatap Bu Rita. Wanita yang di tatap mulai terlihat cemas


“Kamu ingatkan dengan Mas Teddy, mantan kekasihmu ini! Yang kamu minta bantuan untuk menjebakku di hotel! Agar Mas Hans membenciku dan menuduhku berselingkuh dengan Mas Teddy!” cecar Mama Shinta.


Ayah Hans langsung naik pitam hingga dirinya beranjak dari duduknya.


“Katakan padaku Rita, apa benar yang dikatakan oleh Shinta. Jika kamu menjebak Shinta saat itu!” geram Ayah Hans.


“Bohong Mas ... aku tidak pernah menjebak Shinta sama sekali!” elak Bu Rita.

__ADS_1


“Sudahlah Rita, tak usahlah kamu menyanggahnya. Kamu telah membayarku sebanyak dua juta saat itu, agar berhasil memerangkap Shinta di hotel bersamaku. Dan bisa membuat pria yang kamu taksir berpaling dari istrinya,” ucap Pak Teddy, wajahnya menunjukkan kejujurannya.


Sungguh memanas perasaan Ayah Hans, yang baru mengetahui kebenaran yang selama ini tidak pernah di ketahui nya.


“Hans, Shinta wanita baik-baik ... kami tidak pernah ada hubungan apa-apa. Aku memang menjebak Shinta tapi aku tidak melakukan apapun dengan Shinta. Saat itu hanyalah rekayasa aku dengan Rita. Maafkan saat itu aku tidak jujur denganmu, dan menipumu,” ucap Pak Teddy.


PLAK!


Tangan Ayah Hans langsung melayang ke pipi Bu Rita dengan sekuat tenaganya, sampai wanita paruh baya itu terjerembap, jatuh ke lantai.


Hancur perasaan Ayah Hans saat itu juga! “Brengsek selama ini kamu telah menipuku, Rita!” pekik Ayah Hans, penuh amarah.


Hancurnya perasaan Ayah Hans saat ini belum seberapa dengan hancurnya hati Mama Shinta di saat 20 tahun yang lalu. Dirinya yang dituduh selingkuh dengan Teddy mantan kekasih Rita, sedangkan suaminya saat itu tak mau mendengarkan penjelasan Mama Shinta jika dirinya telah di jebak, dan Ayah Hans lebih percaya dengan hasutan Bu Rita, di tambah lagi dengan pengakuan Teddy dengan Ayah Hans jika dia sudah berhubungan intim dengan Mama Shinta.


Ayah Hans yang sangat mencintai Mama Shinta di masa lampau, hatinya hancur seketika itu juga dan tak mau mendengar pembelaan Mama Shinta, hingga akhirnya terjadilah perceraian Ayah Hans dan Mama Shinta, berkat campur tangan Bu Rita. Rita sang pelakor, perebut suami sahabatnya sendiri.


bersambung .....


Kakak Readers , semoga masih semangat ya menjalankan ibadah puasanya ya 💪🏻💪🏻. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 🤗🤗🤗


 


Lope Lope sekebon 🍊🍊🍊🌹🌹🌹🌹🌻🌻🌻


 


 


__ADS_1


 


 


__ADS_2