Dijual Ayahku Dibeli Bosku

Dijual Ayahku Dibeli Bosku
Kehancuran Ayah Hans


__ADS_3

Kemana saja Ayah Hans selama 20 tahun? Kenapa tidak pernah mengetahui kebenaran yang ada, hingga akhirnya tumbuh kebencian di hatinya terhadap Mama Shinta lalu dilampiaskan semuanya ke Tania Kanahaya, anak kandungnya sendiri dengan Mama Shinta! Sudah bisa di pastikan itu terjadi karena hasutan mulut manis Rita.


Selama dua puluh tahun, Ayah Hans hidup dalam kebencian terhadap mantan istri sedangkan Mama Shinta hidup dalam memasrahkan segalanya karena mendapatkan berbagai ancaman dari Bu Rita saat itu, namun untungnya Mama Shinta tidak berlarut dalam kesedihan, dia kembali bangkit, dan memohon maaf kepada keluarganya yang berada di Surabaya, kemudian membuka lembaran baru.


Ibu mana yang mau dipisahkan oleh anak kandungnya di usia yang belum genap satu tahun, namun berkat hasil persidangan perceraian yang memojokkan dirinya berselingkuh maka hak asuh anak di tangan Ayah Hans. Namun lagi dan lagi Bu Rita mengancam Mama Shinta jika berani datang menjenguk anaknya, maka Bu Rita tidak akan menjamin keselamatan Tania. Inilah yang di takuti oleh Mama Shinta, akhirnya memilih tak menjenguk anaknya demi keselamatan buah hatinya, dan hanya doa yang bisa dia kirim untuk anaknya. Miris!


“Mas Hans tak perlu kamu berpura-pura memarahi Rita di depan mataku, percuma saja ... Kemana saja kamu selama 20 tahun ini! Terbuai dengan rayuan Rita ... si mulut manis itu. Penyiksa anakmu sendiri Tania!”


Ayah Hans kembali duduk di atas sofa, dan tertunduk lemas.


Pandangan Mama Shinta beralih menatap Bu Rita yang masih terduduk di lantai. “Rita, selama ini aku sudah cukup mengalah karena demi keselamatan anakku! Namun kenyataannya kamu benar-benar ibu tiri yang sangat kejam. Di depan Mas Hans, kamu pandai bersandiwara merawat anakku di saat masih bayi, agar Mas Hans tertarik denganmu!” seru Mama Shinta.


Wajah Bu Rita masih terlihat datar dan masih jengkel dengan Mama Shinta, tidak ada tatapan memelas atau menyesal. “Sok tahu sekali kamu, melihat anakmu saja belum pernah. Malah menuduh aku kejam, aku merawat anakmu seperti anakku sendiri. Kamu bisa tanyakan dengan Mas Hans!” sanggah Bu Rita, tidak terima.


“Oh ya ... haruskah aku bertanya dengan Mas Hans, bukannya kalian berdua sama-sama orang tua yang tak becus buat anakku ... huh!” mulai geram Mama Shinta, lalu wanita paruh baya itu menengadahkan tangannya ke pria berjas itu, dengan terburu-buru pria itu mengeluarkan amplop coklat.


Kali ini wajah cantik Mama Shinta sudah mulai emosi ketika menatap Ayah Hans dan Bu Rita.


“Mas Hans ... kamu benar-benar seorang ayah yang brengsek! Kamu lebih membela istrimu Rita ketimbang menyayangi buah hatimu sendiri, buah cinta kita saat itu. Kamu sudah gelap mata... Sampai kamu tega menjual anakmu sendiri demi keperluan anak Rita yang belum tentu itu darah daging kamu sendiri!” umpat Mama Shinta.


DEG!


Ayah Hans dan Bu Rita sama-sama terkesiap.


BRAK!

__ADS_1


Terlempar amplop coklat yang berisikan foto jual beli Tania, foto tersebut dapat dari Gerry dan Bimo atas izin Albert.


Ayah Hans bergeming, kedua netranya menatap foto yang sudah tergeletak di atas meja.


“Jangan bilang aku tidak memiliki buktinya Mas Hans, Rita!” gertak Mama Shinta.


Bu Rita tidak bisa menyanggah. Kenapa Shinta bisa tahu? Dari mana dia tahu padahal nama anaknya sudah di ganti?


“Aku tahu, kalian berdua mengubah nama anakku menjadi Tania Kanahaya, agar aku tidak tahu tentang anakku kan, sejauh apapun kamu memisahkan aku dengan anakku, pasti aku akan bertemu juga!”


Bu Rita mulai ketar ketir, mau mengelak seperti apalagi!


“Baiklah aku tidak mau berlama-lama lagi, aku ingin kalian berdua meninggalkan rumah anakku sekarang juga ... CEPAT!” perintah Mama Shinta penuh ketegasan.


Ayah Hans langsung beringsut dan bersimpuh di hadapan Mama Shinta. “Shinta tolong maafkan mas, maafkan kesalahan mas selama ini Shinta. Mas sudah menyakiti hatimu, mas juga sudah bersalah dengan anak kita Tania. Mas mohon,” kata Ayah Hans, memohon.


“Semuanya sudah terlambat Mas Hans, dan aku tidak membutuhkan maafmu. Yang aku perlukan rumah ini yang aku beli dengan uangku untuk anakku, dan kalian berdua tidak berhak atas rumah ini. Karena kalian orang biadab yang telah menjual anakku seharga 500 juta. Demi anak Rita dari pria lain!” bentak Mama Shinta.


“Anak Rita dari pria lain, maksudmu apa Shinta?” tanya Ayah Hans, terkejut.


“Apakah Mas Hans yakin jika anak dari Rita anakmu. Tidak pernahkah kamu curiga?” balas Mama Shinta dengan menyeringai tipis.


Rita mulai keluar keringat dingin, disaat ditatap tajam oleh Ayah Hans. Pria paruh baya itu beranjak berdiri lalu menarik lengan Bu Rita agar berdiri. “Katakan padaku apa benar Clara anak pria lain bukan anakku!”  bentak Ayah Hans.


“Clara anak Mas Hans, jangan percaya dengan hasutan Shinta, Mas. Clara benar-benar anak Mas Hans bukan anak pria lain,” sanggah Bu Rita, mencoba terlihat tenang.

__ADS_1


“Jaman sekarang ada tes DNA hasilnya lebih akurat dan terbukti, dari pada hanya mempercayai omongan orang. Yaa ... siapa tahu benar Clara anak Mas Hans, tapi kalau bukan ... biar jelas kalau mau jadi wali nikahnya nanti,” celetuk Mama Shinta.


Ayah Hans kembali menatap Bu Rita dengan tatapan geramnya, kenyataan apalagi yang baru dia ketahui di hari yang sama, sungguh bagaikan di lempar batu besar, sangat menyakitkan.


“Rita, kita akan buktikan ... Clara itu anakku atau anak pria lain!” bentak Ayah Hans. Tubuh Bu Rita mulai gemetaran.


“Ayo kalian semua, bantu kedua orang ini keluar dari rumah ini!” perintah Mama Shinta sambil menunjuk. Salah satu pria berjas kembali keluar beberapa menit, dan kembali ke dalam rumah dengan membawa rombongan untuk mengemasi barang-barang Rita dan Hans.


“Shinta, tolong jangan usir mas dari rumah ini, aku harus ke mana Shinta. Hanya ini tempat tinggalku.” Ayah Hans memohon dengan tatapan sedih.


“Aku tidak peduli, ini rumah anakku! Dan aku yang beli bukan kamu, sudah cukup 20 tahun kamu tinggal dengan anakku. Sekarang anakku tidak ada di sini, maka kamu dengan istrimu keluar dari rumah ini!” Kata Mama Shinta mengusir.


Bu Rita mendekati Mama Shinta. “Shinta benar kata Mas Hans, kami mau tinggal di mana, kami tidak punya tempat tinggal lagi selain di sini!”


Mau memohon seperti apa pun Mama Shinta tidak tergugah, lagi pula para pekerja sudah mengeluarkan barang Hans ke luar rumah, hingga para tetangga berkerumun ... Ingin tahu apa yang sedang terjadi.


“Semua ini akibat ulah kalian berdua, kalian tidak ingat 20 tahun yang lalu saat mengusir aku dari rumahku sendiri!”


Ayah Hans dan Bu Rita tak berkutik lagi.


“Selamat menikmati rasa sakitku ini Rita, Mas Hans!” Mama Shinta bangkit dari duduknya, dan menyuruh pekerja untuk menyeret Ayah Hans dan Bu Rita untuk keluar dari rumah Tania.


Bu Rita yang tak sadar diri atas kesalahannya berteriak menghujat Mama Shinta disaat di gerek keluar, sedangkan Ayah Hans hanya bisa tertunduk malu ... menyesali apa yang selama ini telah dia perbuat.


 bersambung ......

__ADS_1



__ADS_2