Dijual Ayahku Dibeli Bosku

Dijual Ayahku Dibeli Bosku
Konferensi Pers- 1


__ADS_3

Lembang – Bandung


Mama Shinta, Oma Helena dan Bu Mimi terlihat gelisah dalam duduknya, menunggu Tania yang masih berada di ruang UGD.


“Ini pasti gara-gara berita infotainment yang kita nonton tadi, Shinta,” ucap Oma Helena mendesah.


Sedari tadi kedua netra Mama Shinta sudah berembun, mengkhawatirkan keadaan anaknya serta kandungannya, wanita paruh baya itu hanya bisa menganggukkan kepalanya pelannya.


“Bisa-bisanya sebut Tania pelakorr!” geram Oma Helena. Saking kesalnya Oma Helena menghubungi cucunya Albert, tanpa banyak berpikir.


Albert yang hatinya sedang galau dan masih berada di mansionnya, tiba-tiba melihat handphonenya bergetar di atas meja kerjanya.


Oma Helena calling...


Setelah melihat siapa yang menghubungi dirinya, pria itu langsung menekan tombol hijau di layar handphonenya.


“Halo, assalamualaikum Oma,” sapa Albert.


“Waalaikumsalam Albert, apa maksud dengan berita di televisi! Kenapa media menuding Tania jadi pelakorr, perusak rumah tangga kamu dengan Marsha. Apa maksudnya ... hah!” geram Oma Helena.


Albert sudah bisa menduga jika Oma Helena meneleponnya karena berita di televisi.


“Sudah cukup kamu menyakiti Tania, sekarang di tambah lagi dengan berita yang muncul. Kamu tahu tidak gara-gara berita itu, Tania pingsan dan dilarikan di rumah sakit!” bentak Oma Helena, tak bisa mengontrol emosinya.


DEG!


Albert yang semulanya sedang duduk langsung berdiri seketika itu juga.


“T-Tania pi-pingsan Oma, jadi istriku sama Oma. Di mana istriku Oma?” kata Albert bergetar, jantungnya semakin berdegup cepat. Mendengar Tania pingsan dan dilarikan ke rumah sakit, cukup membuat pria itu mengeluarkan keringat dingin di kedua tangannya.


“Oma, katakan di mana istriku, Tania!” kata Albert mulai meninggi, hatinya menggebu-ngebu tak terkira.


Oma Helena baru menyadari tindakkannya sendiri, kemudian menepuk jidatnya sendiri. Astaga kenapa bisa keceplosan!


“Tidak perlu kamu tahu di mana Tania berada, doakan saja Tania dan kandungannya selamat,” jawab Oma Helena, dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.


“OMA, DIMANA ISTRIKU!” teriak Albert, setelah tahu Oma Helena memutuskan panggilannya.

__ADS_1


“Ya Allah, Tania!” Pria kembali menahan rasa sesaknya, membayangkan keadaan Tania yang jatuh tak sadarkan diri, dan dia tak dapat menemuinya.


“AAKH!!”


BRAK!


Pria itu mengepalkan salah satu tangannya kemudian memukul meja kerjanya, melampiaskan semua emosinya.


“KENAPA SEMUANYA BEGINI!” pekik Albert.


Gerry yang baru saja masuk ke dalam ruang kerja Albert, ikutan senam jantung, lalu mengelus dadanya sendiri. Melihat sang asisten masuk, pria itu mendekatinya, lalu meraih kerah jas Gerry.


“Gerry, istriku jatuh pingsan dan sekarang berada di rumah sakit. Di mana istriku Gerry, aku ingin menemuinya,” pinta Albert, sambil menarik-narik kerah jas Gerry.


Aduh bagaimana ini, saya tahunya Tania ada di Lembang, tapi gak tahu posisinya di mana ... batin Albert.


Kedua netra Albert terlihat berkaca-kaca. “Saya takut istriku kenapa-napa, Gerry,” ucap Albert kembali dengan suara yang terdengar serak.


“Pak Albert tahu dari mana Tania pingsan?” tanya Gerry, sembari menahan tangan Albert yang masih menarik kerah jasnya.


“Pak Albert, tenangkan diri dulu, sebaiknya kita duduk dulu,” pinta Gerry begitu lembutnya. Gerry bisa melihat jika Pak Bosnya sedang terguncang apalagi ditambah dengan kabar tentang Tania, wanita yang beberapa bulan ini bisa menghancurkan mood Pak Bosnya.


Albert menghempaskan dirinya di atas sofa single, kemudian menyandarkan kepalanya lalu menopang lengannya di atas kedua netranya. “Istriku pingsan karena berita itu, saya mengkhawatirkannya,” gumam Albert lirih.


“Pak Albert, saran saya selesaikan masalah gosip yang simpang siur ini. Saya rasa Oma pasti bisa menjaga Tania dengan baik,” saran Gerry.


Albert menarik lengannya, kemudian menegakkan kembali posisi duduknya. “Siapkan konferensi press di kantor nanti siang, siapkan semua bukti itu. Undang semua media!” perintah Albert.


“Siap Pak Albert!”


Akhirnya keluar juga perintah tersebut, dan Gerry langsung menghubungi Mila untuk koordinasi untuk acara konferensi press.


Tania, semoga keadaanmu cepat membaik ... batin Albert nelangsa.


...----------------...


Semua awak media yang datang ke mansion Albert, diarahkan ke acara konferensi press di ruang auditorium perusahaan Maxindo oleh petugas security, Albert tidak bersedia berbicara di luar mansionnya.

__ADS_1


Sekitar jam satu siang, Albert di dampingi oleh Gerry beserta di kawal oleh beberapa bodyguard nya baru tiba di perusahaan Maxindo, dan ternyata para awak media sudah menunggu kedatangannya di lobby perusahaannya.


Dengan langkah kaki cepatnya serta kawalan para bodyguardnya, pria tampan itu dengan setelan jas kerjanya berwarna navy segera ke ruang auditorium. Semua mata karyawan menatap sang CEO yang baru saja datang, jiwa para karyawannya mulai kepo gara-gara gosip yang sudah beredar di media.


Kia dan Vivian yang kebetulan menyiapkan ruang auditorium untuk acara konferensi pers saling lirik lirikan.


“Gue gak nyangka ternyata CEO kita selingkuh! Dan yang bikin gue terkejut nama pelakorrnya Tania, bukan Tania teman kitakan,” celetuk Vivian.


Kia yang mendengar celetukan Vivian langsung menjawab. “Kita jangan su'udzon dulu, mungkin namanya saja yang kebetulan sama bisa saja Tania yang lainnya.” Ingatan Kia langsung terngiang ketika Tania kecelakaan, dan kedatangan Albert di rumah sakit, betulkah hanya kebetulan atau memang mereka berdua ada hubungan.


Ah gak mungkin sohib gue seorang pelakorr, sohib gue wanita baik-baik, gak genit sama cowok ... batin Kia menampik dugaan tersebut.


Para wartawan dari berbagai media sudah memasuki ruang auditorium dan menempati bangku yang sudah di sediakan, Kia dan Vivian langsung mengambil posisi ditempatnya.


Menunggu waktu beberapa menit, Albert pun masuk di dampingi oleh Gerry serta kuasa hukumnya, kemudian mereka semua duduk di bangku yang sudah di siapkan.


Gerry sebagai asisten pribadi Albert membuka acara tersebut dengan sepatah dua kata, kemudian sang asisten mempersilahkan Albert untuk berbicara.


“Selamat siang, terima kasih sebelumnya untuk teman-teman media berkenan untuk datang di konferensi press ini. Siang ini saya ingin mengklarifikasi tentang kabar yang beredar di luar sana tentang masalah rumah tangga saya dengan Marsha,” sejenak Albert mengatur napasnya, kemudian menatap beberapa kamera yang menyorot wajahnya.


Raut wajah Albert sangat terlihat serius. Layar proyektor yang ada di sisi meja pembicara sudah nyala dan sepertinya akan menayang video.


Semua awak media fokus ke arah layar tersebut, sungguh Bimo bodyguard yang cerdas, rupanya di saat penggerebekan Marsha, diam-diam dia mengabadikannya dengan kamera tersembunyi di balik tas pinggangnya. Semua yang hadir tercengang dan terbelalak mulai dari adegan awal sampai adegan panas Marsha dan Pak Robby tanpa diblur sama sekali, hingga ucapan talak 3 dari Albert untuk Marsha. Termasuk Kia dan Vivian yang berada di ruangan auditorium.


"Gila gue gak nyangka, jadi yang ketahuan selingkuh itu si Marsha!" seru Vivian. Kia hanya bisa melongo lihat video panas itu.


Berita yang sempat tersebar di media tadi pagi mulai terbantahkan dengan video yang sedang di tayangkan dan disaksikan oleh para pencari berita. Semua wartawan sibuk merekam kejadian tersebut, sedangkan Albert hanya bisa menatap datar dan dingin, sebelum melanjutkan klarifikasinya.


 bersambung .... ✍🏻✍🏻✍🏻


 


Kakak Readers jangan lupa tinggalin jejaknya ya .... terima kasih sebelumnya.


Lope Lope sekebon 🍊🍊🍊🌹🌹🌹🌻🌻🌻


__ADS_1


__ADS_2