
Jiwa yang sudah tersulut api karena foto Tania dengan Arkana untuk yang kedua kalinya mampu membakar jiwa yang selalu dingin terhadap Tania. Pria itu tidak lagi mengindahkan permintaan Dokter Irwan. Pria itu tak lagi menuruti permintaan Oma Helena untuk tidak menampakkan batang hidung nya di hadapan Tania.
Yang ada di pikirannya sekarang adalah menemui Tania dan memberi pelajaran kepada wanita itu, yang telah berani bersikap hangat, mesra dengan pria lain, dan juga tidak terima dirinya telah dilupakan.
Albert yang mempunya ilmu bela diri, tidak ada kesulitan untuk menghajar ajudan yang di tugaskan oleh Opa Thamrin untuk menghalangi dirinya bertemu dengan Tania, pria itu tidak peduli lagi, tujuanlah tetap menemui Tania dan akan melewati segala rintangan yang ada di hadapannya.
Dan semuanya terbukti dengan penampilan sedikit kacau serta luka di sudut bibirnya, pria itu berhasil masuk dan meminta pelayannya Bu Mimi untuk keluar dari ruangan, lalu mengunci pintu agar tidak ada orang yang bisa masuk.
Dengan rasa kesalnya pria itu melepaskan jas nya di buang nya ke sembarang tempat, lalu membuka tiga kancing kemeja bagian atasnya, dan menaikkan lengan kemejanya sampai ke bagian sikunya, rambut yang berantakan tak di rapikan.
Suara hentakan sepatu pantopel yang dikenakan Albert terdengar jelas di telinga Tania, suara itu semakin mendekati ranjangnya.
Kobaran api terlihat jelas di kedua netra pria itu, wajah tampan nya terlihat jika sedang menahan amarahnya. Tania yang melihat, mencoba menatap biasa saja, dan mengatur napasnya agar tampak tenang.
Tania bisa melihat jika dada besar Albert terlihat naik turun, seperti sedang menggebu-gebu ketika menatapnya, namun yang jelas Tania tidak mengerti apa yang sedang terjadi dengan pria itu.
“PUAS KAMU TELAH BERPELUKAN DENGAN ARKANA...HUH!” bentak Albert.
Albert sebenarnya tidak mau emosi dengan Tania karena wanita itu masih dalam keadaan sakit, tapi hatinya sudah tidak tertahan kan entah kenapa. Dia tidak suka melihat Tania dekat dan disentuh oleh pria lain, sedangkan dengan Marsha pria itu tidak ada rasa marah kalau melihat istrinya cipika cipiki dengan pria lain, atau ada fotoshoot yang harus disentuh oleh model pria lain, dia tak pernah seperti ini.
Tania tersentak kaget, dari mana tahu jika dia pelukan dengan Arkana, atau jangan-jangan ada mata-mata di dalam ruangan ini, tapi ya sudahlah ... buat apa dipikirkan yang ada menjadi beban pikirannya.
“Bukan urusan Pak Albert, lagian lucu...aneh sekali Pak Albert, bukankah Pak Albert hanya atasan saya saja, bukan siapa-siapa saya!” jawab Tania ketus, walau sudah tahu Albert sebenarnya suami sirinya.
“Ck ... Kamu bilang saya bukan siapa-siapa!” sentak Albert.
“Iya seperti itu, lagian kenapa Bapak kayak orang cemburu saja, saya mau dekat dengan pria mana pun itu hak saya, Pak Albert tak berhak melarang saya, ya kan!” balas Tania dengan berani nya.
“HAH, kamu bilang saya cemburu, saya gak mungkin cemburu sama kamu! Saya memiliki istri super cantik ketimbang kamu yang gak ada apa-apanya!” balas Albert, dengan tatapan merendahkan.
__ADS_1
Sakitkah hati Tania dengan ucapan Albert yang begitu merendahkannya? Tentu tidak! hatinya sepertinya sudah mulai kebal seperti dulu. “Ya sudah Bapak gak usah emosi dan marah. Saya mau di peluk kek atau dicium kek sama pria lain, atau menikah dengan pria lain ... tidak perlu marah!” tukas Tania dengan memutar malas kedua bola mata indahnya.
Oh semakin meradang hati pria itu setelah mendengarnya, melihat Tania tidak menggunakan jarum infus di tangannya, pria itu mendekati ranjang, lalu duduk di tepi ranjang dan mencondongkan dirinya lebih dekat dengan Tania.
“PAK ALBERT!” jerit Tania tersentak kaget, melihat tangan Albert yang ingin mulai menjamah tubuhnya. Tania berusaha menghalau tangan Albert yang masih berusaha membuka kancing piyamanya satu persatu.
“Mau ngapain Pak Albert, lepaskan tangannya!” jerit Tania kembali. Wanita itu tak habis akal, di gigitnya tangan Albert, namun tetap pria itu mengabaikan rasa sakit gigit Tania, tangan besarnya masih berusaha memegang piyama Tania.
Wajah Albert malah terlihat ganas dan garang, “baju ini sudah tersentuh dengan pria lain, saya tidak suka!” geram Albert.
BREK!
Sekuat tenaga, pria itu berhasil merobek baju piyama Tania, dan pria itu membuang nya ke lantai, hingga kedua buah dada Tania yang terlihat kencang dan tertutup kain berwarna hitam terlihat jelas dimata pria itu, namun kedua tangan Tania langsung menutupinya.
“Dasar laki-laki bejat, biadab!” teriak Tania.
Sekelebat ingatan Tania berada di mall muncul, kepingan-kepingan memory antara dirinya dengan pria tampan itu mulai hadir di pelupuk matanya.
“Pantas saja saya tidak mengingat tentang Pak Albert, rupanya Pak Albert laki-laki bejat dan pantas untuk dilupakan!” tukas Tania dengan menatap tajam.
Tubuh bagian atas Tania terbuka dan hanya ditutupi oleh kedua tangan Tania di bagian depannya, bahu dan punggung yang berwarna putih susu terlihat jelas, mulus tanpa cela, inilah pertama kalinya Albert melihat bagian atas tubuh Tania, sungguh menggoda hasrat pria manapun yang melihatnya. Sembulan buah dada wanita itu pun mengintip di celah-celah lengan Tania, seakan minta disentuh oleh Albert, pria itu menahan gejolak hasrat yang sedari tadi sudah muncul di tubuhnya, gejolak yang selalu muncul ketika bersama Tania walau tak bersentuhan, tapi akan semakin naik jika ada sentuhan dengan wanita itu.
“Dan saya tidak ada keinginan untuk mengingat apa pun hubungan kita, Pak Albert!” seru Tania.
“Apa kamu bilang!” sentak Albert, tidak terima.
Tania menarik selimutnya lalu menutupi tubuh bagian atasnya yang telah terbuka.
“Lupa! lebih baik saya lupa tidak ingat apapun! Dan saya tahu Opa Thamrin bilang Pak Albert sudah menikahi ku secara siri, maka dari itu ceraikan saya sekarang juga! Masalah uang 500 juta, Opa akan menggantikannya!” tukas Tania, menunjukkan keberaniannya.
__ADS_1
Albert mengapit dagu Tania, agar wanita itu tidak memalingkan tatapan wajahnya. “Akhirnya kamu tahu kalau saya suami kamu, dan saya tidak akan menceraikan kamu sesuai perjanjian dengan ayah kamu!” gertak Albert.
“Ceraikan saya sekarang juga! Saya tidak peduli dengan perjanjian itu!” balas gertak Tania tak mau kalah.
Pria itu semakin kuat mencengkeram dagu Tania. “Kamu minta bercerai dengan saya, karena ingin dengan pria itu kan!” geram Albert, meninggikan nada suaranya.
“Kalau iya mau apa! Lebih baik saya menikah dengan mas Arkana, dari pada menjadi istri kedua Pak Albert!” balas Tania, tak mau kalah suaranya ikutan tinggi.
“Mmppht...,” Albert melahap bibir Tania secara brutal ketika Tania masih membuka bibirnya.
Semakin mendidih jiwa Albert, rasa cemburu yang tak di akuinya di mulut, tapi hati tak bisa ditepisnya, pria itu menunjukkan hati yang sebenarnya tanpa disadarinya, hati yang sudah tersulut api cemburu.
Kedua tangan Tania memukul kedua bahu Albert yang telah menyerang dirinya secara mendadak, lidah Albert sudah menelusuri rongga mulut wanita itu semakin dalam, membelit dan menyesap manisnya lidah wanita itu untuk pertama kalinya, otaknya sudah tak bisa dikontrol lagi, mulut bisa berkata tak ingin menyentuh wanita itu tapi tubuhnya sangat menginginkannya begitu dalam.
Tania yang belum pernah ciuman, terlihat gelagapan dan sengaja menggigit lidah Albert yang berada diri di rongga mulutnya, hingga terasa anyir ... amis ketika mereka berdua berbagi saliva, rupanya lidah Albert telah mengeluarkan darah. Namun bukan halangan buat pria itu, semakin jadi pria itu menyesap lidah Tania.
Albert yang masih emosi, masih melummat bibir ranum Tania dengan rakus, brutal tidak ada kelembutan dan tak memperdulikan wanita itu meronta-ronta, dan akhirnya posisi mereka sudah berubah pria itu sudah mengungkung tubuh Tania, dan menghimpitnya, tangan pria itu pun mulai bergerilya menyentuh tubuh Tania, seakan menghapus jejak Arkana dari tubuh Tania.
Tanpa disadari buliran bening kembali datang di ujung ekor mata Tania, rasa sakit dengan perlakuan Albert saat ini, membuat wanita itu teringat akan malam pertamanya yang sungguh menyesakkan.
Cukup lama Albert mencium bibir ranum Tania, hingga akhirnya terpaksa dia menarik wajahnya, karena ingin menghirup oksigen sejenak.
PLAK!
bersambung......
Kakak Readers jangan lupa tinggalkan jejaknya, like, komen, rate ⭐ ⭐⭐⭐⭐(kalau suka), plus hari senin mau dong votenya buat Albert dan Tania biar karyanya muncul ke permukaan lagi 😭😭😭.
Buat yang tidak suka ceritanya bisa di skip aja, jangan kasih rate 1/2/3 sungguh sedih rasanya, kayak kisah Salma dan Kavin ada beberapa readers tanpa membaca langsung kasih rate 1, rate karya langsung turun, sungguh tega banget 😭😭😭.
__ADS_1