Dijual Ayahku Dibeli Bosku

Dijual Ayahku Dibeli Bosku
Konferensi Pers - 2


__ADS_3

Sebelum acara konferensi pers, jam 09.00 wib, apartemen mewah di bilangan daerah Jakarta Utara.


Wanita yang baru saja di talak tiga oleh suaminya sedang menghembuskan asap dari hidungnya, dan menjentikkan abu rokoknya ke atas asbak.


“Dasar loe, emang gila udah tahu loe lagi sepi job, malah cari masalah! Untung aja ada orang media yang menanyakan ke gue tentang masalah video itu!” kesal Wira, manajer Marsha.


“Gunanya loe jadi manajer gue, ya ngurusin masalah gue dong. Buat apa loe dapat gaji dari gue!” celetuk Marsha, tidak terima.


“Padahal gue udah wanti-wanti, kalau mau main tuh yang pinter jangan sampai ketahuan ama laki loe sendiri, akhirnya ketahuan juga. Untuk aja tuh orang media bisa gue sumpel dengan uang biar bisa buat berita yang kita inginkan!”


Marsha mengusak-usak rambutnya, lalu kembali menyesap batang rokoknya. Wanita itu cukup puas, jika berita yang beredar menyatakan jika suaminya selingkuh dengan wanita yang bernama Tania hingga rumah tangganya goyah, sedangkan video yang beredar hanyalah sepenggal adegan ketika dia mengatakan Tania seorang pelakorr ke Albert.


“Sudah waktunya gue bakal bikin drama yang menyayat hati di depan umum,” tukas Marsha, dengan senyum penuh kemenangan. Sayangnya Marsha tidak tahu jika mantan suaminya sedang mempersiapkan konferensi press.


Tidak selamanya berita yang beredar di sosial itu benar dan akurat, akhirnya bisa menjadi simpang siur serta menimbulkan salah paham kepada pihak yang bersangkutan. Apalagi berita gosip, bisa di karang indah untuk mendapatkan daya tarik, atau bisa di lebih-lebihkan dari kenyataannya.


Seperti yang sekarang Albert lakukan, pria itu mengadakan konferensi press di siang hari, untuk meluruskan berita yang ada.


Sebelum pria itu kembali berbicara, dia menyuguhkan video yang berdurasi 30 menit, walau hatinya sebenarnya malu sebagai mantan suami Marsha, yang memiliki istri berhubungan intim dengan pria lain dan masih dalam ikatan nikah. Tapi hanya ini yang bisa dia lakukan, untuk mengclearkan semua berita yang sudah berhembus di dunia maya, dan menjadi trending topik.


“Semua teman-teman wartawan sudah melihat jelas video yang baru saja selesai di tayangkan. Di sini saya menegaskan jika saya memergoki mantan istri saya Marsha berada di atas ranjang dengan pria lain, dan di saat itu juga saya sudah menjatuhkan talak tiga. Berita yang beredar itu tidak benar, jika saya selingkuh dengan wanita lain, tapi saya akan mengungkap kebenarannya.”


Albert memberikan kode ke Bimo, sang bodyguard langsung mengklik laptopnya dan kembali muncul gambar di layar proyektor. Terlihat ada foto Albert yang duduk di samping Marsha, sedang berjabat tangan dengan Ayah Hans yang duduk di samping Tania.


Kia yang melihat layar proyektor langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangannya, sangat terkejut.


Albert kembali menatap ke kamera yang menyoroti dirinya. “Beberapa bulan yang lalu saya telah menikah kembali dengan seorang wanita dengan persetujuan Marsha, namun sebelumnya saya tidak memiliki hubungan apapun dengan wanita itu. Saya tidak pernah selingkuh dari Marsha, dan wanita yang saya nikahi itu bukanlah seorang pelakorr, saya yang memaksakan kehendak untuk menikahinya karena sangat menginginkan anak yang tidak pernah terwujud dari Marsha.”


Suasana hening sejenak, semua awak media tampak serius menyimak ucapan Albert.


“Teman-teman mungkin sudah mendengar nama Tania yang sekarang disebut-sebut perusak rumah tangga saya dengan Marsha, ya nama istri yang saya nikahi beberapa bulan yang lalu bernama Tania Kanahaya, yang ternyata salah satu karyawan saya!”

__ADS_1


GRUBRAK!


Kia langsung terjatuh ke lantai menyenggol meja tempat dia bersandar, sontak semua mata memandangnya.


“Astaga ... Tania istri kedua Pak Albert,” ucap Kia lirih, Vivian buru-buru bantu Kia yang terjatuh di lantai saking terkejutnya, walau dirinya juga masih dengan rasa terkejut, sama seperti Kia.


Semua pandangan kembali ke arah Albert, dan slide foto sudah berganti dengan foto Marsha dengan pria lain. “Di sini teman-teman bisa menilai dan melihat siapa yang telah merusak rumah tangga saya dengan Marsha, yang ternyata selama kami menikah, Marsha sudah bermain serong dengan pria lain, jadi sebagai suami wajar jika menjatuhkan talak tiga. Dan di sini juga saya ingin membersihkan nama istri saya yang sah secara agama dan negara, bahwasanya bukan pelakor dan bukan perusak rumah tangga. Tania Kanahaya istri saya satu-satunya!” ucap tegas Albert.


“Lalu kenapa Tania tidak turut hadir di acara konferensi press hari ini?” tanya salah satu wartawan.


Albert sesaat menundukkan kepalanya, lalu kembali meluruskan pandangannya, semburat kesedihan mulai terlukis di wajah tampannya.


“Istri saya Tania, sudah tiga bulan meninggalkan saya,” ucap Albert pelan.


“Demi keutuhan rumah tangga saya dengan Marsha, dia rela pergi dari saya ...” Tak kuasa Albert berkata, kedua netranya kembali berkaca-kaca, namun berusaha menatap kamera.


“Tania Kanihaya maafkan suamimu ini yang bejat, suamimu yang brengsek ini. Tolong maafkanlah saya, kembalilah denganku. Dimana kamu berada sekarang? Izinkan saya untuk bertemu.” Sesak hati Albert, rasanya ada yang mendesak untuk dikeluarkan dari dadanya.


Semua wartawan bergeming ... larut dalam kesedihan Albert.


“Sa-saya sangat merindukanmu Tania dan ca-calon ketiga anak kita,” lanjut Albert dalam isak tangisnya, kedua netranya sudah basah.


Kembali lagi semua wartawan terhenyak dengan ucapan Albert.


“Maaf.” Pria itu seketika berdiri, sudah tak sanggup melanjutkan, dan meminta Gerry serta kuasa hukumnya melanjutkan konferensi persnya. Bimo siaga satu memandu Tuannya untuk beristirahat sejenak di ruang kerjanya.


Ketika seorang pria tidak pernah menjatuhkan air matanya ke siapapun, lalu tiba-tiba terurai air matanya di depan umum, maka hatinya sudah terlalu dalam untuk wanita itu, dan tak segan menunjukkan sisi lemahnya yang selama ini terlihat kuat.


Beberapa wartawan ikutan berderai air mata karena melihat Albert yang mengeluarkan air mata, tergambarkan bagaimana sedihnya pria itu, di satu sisi baru mengetahui kebusukan istri lamanya di satu sisi kehilangan istri baru yang selama ini di sia-siakan.


Gerry melanjutkan konferensi persnya, memberikan bukti buku nikah Albert dan Tania. Sedangkan kuasa hukum juga memberitahukan jika berkas perceraian Albert dan Marsha sudah masuk pengadilan, dan mengingatkan ke media jika kliennya sudah bercerai secara agama.

__ADS_1


Sementara itu Marsha yang mempunyai gagasan untuk membuat drama baru, wanita itu dengan penampilan sexynya melangkahkan kakinya dengan anggun bersama manajernya Wira, masuk ke dalam lobby perusahaan Maxindo.


Beberapa karyawan Albert yang baru saja keluar dari ruang auditorium, mengikuti acara karena kepo banget. Langsung menajamkan matanya ketika melihat Marsha masuk ke lobby.


“Woow jaalang teriak jaalang datang nih!” ucap karyawan tersebut terdengar sedikit berteriak dan ketus.


“Wah harus di beri nih tuh jaalang, enak banget nuduh Tania pelakorr!” balas karyawan yang lain.


Karyawan yang masih memegang botol minum, sama sama mendekati wanita yang berjalan menuju lift.


“Eh Marsha masih berani tunjukkin wajahnya nih ke sini!” bentak karyawan itu.


Marsha menghentikan langkah kakinya, lalu menaikkan salah satu alisnya. “Ehh kamu gak sopan ya sama Nyonya Albert!” jawab ketus Marsha.


Para karyawan wanita itu terkekeh bersama-sama. “Mimpi loe jadi Nyonya Albert, dasar pelacurr!” sahut mereka, dan mereka pun menyiram wajah Marsha dengan air yang ada di botol mineral mereka.


“BANGSAAT LOE YA!” umpat Marsha, dengan barbarnya menarik salah satu rambut karyawan, hingga terjadilah kerusuhan.


Berhubung acara konferensi press masih berjalan, tak sengaja salah satu wartawan yang baru kembali dari toilet, langsung meneriaki rekan-rekannya jika ada Marsha di tempat yang sama.


Alhasil Marsha jadi pusat pemberitaan, dan sudah tentu semua wartawan tahu tentang video mesumnya.


Marsha tercengang begitu pula dengan manajernya, semua skenario jadi berantakan, dan kebenaran sudah terungkap semua. Alhasil Marsha di bully habis-habis oleh karyawan perusahaan Maxindo, serta di cecar oleh para wartawan.


 bersambung ... ✍🏻✍🏻


 Adakah yang berbaik hati memberitahukan keberadaan Tania, atau Albert harus berjuang mencari keberadaan Tania? tunggu di bab selanjutnya....


 


__ADS_1


 



__ADS_2