
Sejenak Clara menatap Gisel, seraya menunggu jawaban, karena hanya Gisel yang tahu cara pengunaan obat lacknat itu.
“Bisalah, tapi tunggu dulu?” Gisel melirik ke langit-langit dapur kering seperti mencari sesuatu, kedua netra Clara ikutan menatap langit-langit dapur kering.
“Lo lagi cari apa?” tanya Clara.
“CCTV, biar lo gak ketahuan, bisa berabeh kalau sampai ketahuan dan di curigai,” jawab Gisel, sok perhatian, padahal dia sengaja menjebak gadis itu.
Clara terhenyak, tidak terpikirkan tentang CCTV. “Thanks lo ingatin gue.” Mereka berdua pun melihat posisi CCTV, lalu mencari posisi yang tidak tertangkap jelas oleh CCTV. Bimo yang melihat gerak gerik dan tatapan Gisel serta Clara dari layar monitor CCTV, menaikkan salah satu alisnya.
Mereka berdua memindahkan alat blender ke tempat yang tidak terjangkau dari pandangan CCTV, namun ternyata mereka dekat dengan handphone milik Yuyun yang masih ON merekam mereka berdua. Tampak dengan jelas apa yang di lakukan oleh Clara.
Clara tersenyum sinis ketika memasukkan obat yang ke dalam jus alpukat yang dia buat khusu untuk Tania. Sedangkan posisi Gisel agak menjauh dari posisi Clara, wanita itu hanya menatapnya dari jauh dan batinnya mulai bersorak gembira. Clara sudah menjalankan keinginan Gisel, tanpa dia campur tangan. Kalau pun akan ketahuan, dia bisa berdalih pikir Gisel.
Setelah sudah selesai membuat beberapa jus buah, Clara dan Gisel menatanya di atas nampan dan siap-siap untuk di antar ke ruang makan.
“Clara, Gisel ... makanan penutupnya sudah bisa di antar ke ruang makan!” pinta Yuyun yang sudah kembali ke dapur kering.
“Ya Mbak Yuyun,” jawab Clara semangat, gadis itu mengulas senyumnya di wajah cantiknya.
Siap-siap Tania! ... anakmu bakal tiada! ... batin Clara
Clara dan Gisel lalu meninggalkan dapur kering dengan membawa troly makanan, tak lama Yuyun segera mengambil handphonenya, lalu segera memeriksa rekaman videonya. Setelah Yuyun melihat, wanita itu mengirim pesan video ke Bu Mimi agar segera memberitahukan ke Albert dan Tania.
Bimo dan Gerry sudah mendengar percakapan, serta merekamnya dan siap di eksekusi.
...----------------...
Pesan yang di kirim oleh Yuyun sudah di terima oleh Bu Mimi, secepat kilat Bu Mimi infokan ke Albert dan Tania, kebetulan Clara dan Gisel belum tiba di ruang makan.
Suasana ruang makan tampak hangat dan penuh gelak tawa, karena Oma Helena dan Opa Thamrin menceritakan masa kecil Albert yang agak konyol. Tania tidak menyangka jika Albert ternyata tipe pria yang hangat, humoris, di kiraiin kerjanya hanya bisa marah-marah saja ... ternyata tidak. Sesekali pria itu mengusap lembut punggung tangan Tania, dan merangkul pinggang istrinya ... pria itu sangat terlihat sedang jatuh cinta dengan istrinya.
Di sela-sela mereka ngobrol, Clara dan Gisel mengantarkan makanan penutup beserta jus, beberapa puding. Tania dan Albert terlihat biasa saja dan tampak tenang walau sudah tahu.
Bu Mimi membiarkan Clara dan Gisel menaruh jus ke setiap anggota keluarga. “Ini sengaja aku buatkan jus alpukat kesukaanmu, Tania,” ucap Clara.
Semoga anak lo mampus di dalam perut! ... batin Clara.
__ADS_1
“Thanks, ternyata lo masih ingat jus kesukaan gue!” balas Tania santai.
Setelah selesai menyuguhkan makanan penutup dan jus buah, Clara dan Gisel terlihat akan keluar dari pintu. Gerry dan Bimo sudah berdiri tegak di ambang pintu, menghadang Clara dan Gisel yang hendak keluar dari ruang makan keluarga.
“Clara, Gisel ... jangan keluar dulu, saya ingin memberikan kalian berdua sesuatu!” ucap Albert, suara beratnya amat tegas, hingga Clara dan Gisel membalikkan badannya.
Mereke berdua sesaat saling bersitatap. “Tuan Albert mau memberikan kami berdua apa ya?” tanya Gisel penuh tanda tanya.
“Mendekatlah kalian berdua, terutama Clara, kamu keluarganya Tania kan, jangan sungkan?” perintah Albert dengan melambaikan tangannya.
Ada apa ya! ... Batin Clara
Semua mata memandang Clara dan Gisel yang mulai mendekati Albert.
Albert terlihat menajamkan kedua matanya, tersirat api kecil yang mulai memanas. Pria itu beranjak berdiri ketika Clara sudah mendekatinya, kemudian tangan kanannya mengambil gelas yang berisikan jus alpukat yang dibuat untuk Tania.
Jantung Clara mulai berdebar-debar melihat gelas jus alpukat sudah berada di tangan Albert. Tanpa banyak bertanya, pria itu mencengkeram dagu Clara membuat gadis itu terkejut.
“Buka mulut kamu, Clara!” perintah Albert dengan tatapan garangnya, Clara mulai menggeleng-gelengkan kepalanya, menolak membuka mulutnya.
Gisel ikutan tersentak kaget karena kedua lengannya sudah di pegang oleh Bimo dan Gerry.
Bu Mimi ikutan membantu membuka mulut Clara, dan Albert segera memasukkan jus tersebut ke mulut Clara lalu Bu Mimi membungkam mulut gadis itu, agar tidak memuntahkannya.
“Pikir kalian, saya tidak tahu jika kalian berdua berniat ingin membunuh anak dan istri saya dengan mencampuri racun ke dalam jus ... huh!” pekik Albert, berapi-api
“TELAN, jangan di muntahkan!” bentak Albert. Bu Mimi masih membungkam mulut Clara. Tenggorokan Clara terasa tercekat, dan tak bisa menahan lama jus alpukat yang belum tertelan, akhirnya turun ke tenggorokan juga.
“Dan kamu, Gisel!” sentak Albert, pria itu memberikan gelas jusnya ke Bimo. Sang bodyguard segera mencengkeram dagu Gisel agar membuka mulutnya, lalu memasukkan sisa jus alpukatnya, Gerry kebagian tugas menahan tubuh Gisel yang ikutan meronta-ronta.
Oma Helena, Mama Shinta tak menyangka dengan kejadian barusan, hingga kedua wanita tersebut bangkit dari duduknya, hati mereka berdua memanas.
“KURANG AJAR KALIAN BERDUA, BERANI SEKALI BERULAH DENGAN CUCU MENANTUKU!” bentak Oma Helena. Oma dengan geragasnya, memasuki kembali jus alpukat yang masih belum habis ke mulut Clara, dan Mama Shinta turut membantu, hingga Clara dan Gisel menghabiskannya.
Clara dan Gisel mulai terbatuk-batuk ketika mereka di paksa menegak jus alpukat yang sudah ditambahi obat lacknat itu.
Tania tidak di izinkan sama sekali untuk ikutan mengerjai Clara dan Gisel oleh suaminya, demi kondisi kandungan Tania.
__ADS_1
“Bagaimana rasanya Clara, sepertinya kamu memang ingin sekali tinggal di hotel prodeo ya!!” ejek Tania.
“Kalian berdua keterlaluan, telah menuduh kami tanpa bukti!” balas Clara, tidak terima diperlakukan semena-mena.
"Iya betul, kami tidak melakukan apapun!" sahut Gisel.
Albert tertawa terbahak-bahak. “Kalian berdua bilang tidak ada bukti!” Albert langsung menunjukkan rekaman adegan Clara memasukkan obat lacknat ke dalam jus alpukat. Kedua netra Clara terbelalak, seluruh tubuhnya mulai melemas, di sangka kelakuannya tidak akan ketahuan. Ternyata ada bukti yang sangat jelas, mulai dari wajahnya sampai tangannya ketika mencampuri obat lacknat ke dalam jus alpukat.
“Dan masih ada bukti kuat untuk memasukkan kalian berdua ke penjara, Clara, Gisel!” kata Albert, tersenyum smirk.
Mama Tania kembali mendekati Clara dengan tatapan penuh kebencian. “Bukankah saya sudah bilang, jangan sampai masuk ke lubang yang kamu buat sendiri. Ternyata terbukti juga, kamu memang tidak berbeda jauh dengan ibumu, Rita!” ejek Mama Tania. Ingin rasanya menampar Clara, namun ditahannya.
Belum ada sepuluh menit habis minum jus alpukat, wajah Clara dan Gisel mulai meringis kesakitan ... perut mereka seperti tersayat-sayat belati yang sangat tajam.
Tania bangkit dari duduknya, lalu berdiri di samping suaminya. “Sepertinya obatnya sudah beraksi, Pah,” ucap Tania ngilu.
“Biarkan saja, lagi pula mereka berdua yang bikin.”
“Pak Albert, polisi sudah datang,” lapor Pak Firman yang baru dapat kabar dari pos security.
“Suruh mereka masuk, dan bawa mereka berdua. Bimo, Gerry semua bukti serahkan ke pihak polisi!” perintah Albert.
“To-tolong ja-jangan laporkan ke polisi, Pak Albert!” ucap Gisel. “Aku tidak bersalah, aku tidak ikutan ... Semuanya Clara yang melakukannya,” kembali memohon Gisel, sambil menahan rasa sakit diperutnya.
bersambung ......
Dear Kakak Readers yang cantik dan ganteng, terima kasih atas dukungannya dari awal sampai bab ini, tanpa Kakak Readers apalah arti karya ini.
Karya ini salah satu event lomba yang di undang oleh editor NT, awalnya saya pesimis karena melihat saingannya author yang sudah famous memiliki banyak karya yang bagus-bagus. Tapi MasyaAllah Tabarakallah ... Alhamdulillah, waktu saya scrool lihat pengumumannya hari ini, ternyata ada cover novel kisah Albert dan Tania .... saya cuma bisa 😭😭 ... tak percaya.
Terima Kasih buat Kakak Readers yang sudah meninggalkan jejaknya, terutama jejak komentar sebagai penyemangat saya menulis, serta votenya.
Stay tune ya sampai kisah Albert dan Tania tamat, bakal ada Give Away buat Kakak Readers yang setia, dan selalu meninggalkan jejak komentarnya.
Dan mohon dukungannya nanti di karya terbaru, jangan bosan sama saya yang agak cerewet 🤦🤦🤦😁😁😁
__ADS_1
Lope lope sekebon 🍊🍊🍊🌹🌹🌹🌻🌻🌻