
POV Daren.**
Hati ini memang terluka akan perlakuan Cantika saat di kasur itu, dia beranggapan kalau Aku berjinah dengan Nisa. Dia tidak tahu kalau pertemuan Ku dengan Nisa untuk menggali tentang korupsi dan Mall praktek di rumah sakit ini, Aku bukan hanya bertemu dengan Nisa Tapi juga dengan Farel yang menawarkan bantuan untuk bekerja sama.
"kak, bagaimana keadaan Mama?" tanya Nindi Adikku yang terbaring lemah di ranjangnya karena syok dengan kejadian yang menimpa Mama.
"Mama sudah berhasil melewati masa kritisnya, jadi kamu tidak perlu kwatir. kakak akan menjaga kalian berdua. sekarang Nindi istirahat ya."
Syukurlah Adikku ini mau nurut kepadaku. setelahnya aku keluar dari ruangan ini. dan Cantika sudah pergi, tapi dari kejauhan terlihat dua orang perempuan melambaikan tangannya kepadaku.
"siapa lagi lagi lah ini."
Nisa, Dinda dan ibu Dewi. Mereka ini mengaku sebagai Keluarga nya Cantika, memang saat resepsi pernikahan kami saya melihat mereka datang.
"waouuuuu.... ternyata kamu jauh lebih mempesona kalau dilihat dari dekat." ujar Bu Dewi ini, sembari meremas yang didalam celanaku.
"kamu jangan Egois, kamu harus berbagi dengan kami bertiga. jangan cuman wanita saiko itu." bukan Istriku yang saiko tapi kamu.
Gumam Ku dalam hati, dan tangan Nya masih aktif meraba si kecilku. Saiko adalah bahasa gaul, yang sebenarnya adalah "Psycho" yang artinya seseorang dengan gangguan jiwa.
Mereka bertiga datang menggoda Ku, satu persatu dari mereka bergantian meraba dadaku beserta daguKu ini.
Karena ini rumah sakit maka aku mereka ke Hotel, tentu saja mereka mau. tas yang kupakai sudah tersedia obat GHB (Gamma Hydroxybutyrate). sesuai dengan pengalaman tadi siang bersama Nisa dan masih bersisa. GHB adalah obat bius yang umum diperjual belikan.
Selama perjalanan ibu Dewi yang centil, alias Tante girang sangat aktif meraba sikecilku dan menggodok Nya.
"wauuuu.... gede...." ujarnya
Akhirnya kami sampai di kamar hotel sweat yang Mewah, dan ketiga wanita itu langsung merangkul Ku, disini Aku layaknya Pria panggilan untuk memuaskan nafsu ketiga wanita ini.
Sebenarnya mereka sudah setengah mabuk, entah dari mana orang ini berasal sehingga sudah dalam keadaan mabuk.
"kita party dulu sayang." teriak Nisa.
__ADS_1
Minuman yang beralkohol sudah tersedia di kamar ini, dengan berpura-pura membuka tas untuk mengambil obat tersebut.
"ganteng apa yang lakukan." tanya Tante girang ini.
"mengambil pengaman."
Mereka sibuk membuka pakaiannya masing-masing dan perlahan ku masukkan obat itu kedalam minuman dengan dosis yang rendah. Langsung saja di sambar oleh mereka bertiga, dan meneguknya seketika.
"kamu ngak perlu minum ganteng. kamu cukup melayani kami bertiga dan apapun yang kamu mintak pasti Tante kabulkan." ujar bu Dewi ini yang sudah setengah mabuk.
Pakaian yang Aku pakai Langsung di lucuti olehnya, dan saat ini aku berdiri tanpa busana. Si Tante ini langsung memasukkan si kecilku ke dalam mulutnya. dan memainkan dengan nikmat di mulutnya.
Sementara Dinda dan Nisa mengisap kedua ****** Ku. Aku akui permainan ini sangat Nikmat. terlihat Bu Dewi tersedak dan melepaskan si kecil dari mulutnya. kemudian menarik ku ke atas ranjang, sampai Aku telentang diatas ranjang ini.
Nisa dan Dinda mengambil minuman dan menuangnya di atas si kecil yang sudah menjadi rudal tegak sempurna. meraka berdua secara bergantian menjilatinya. benar-benar nikmat dan ditambah lagi permainan Bu Dewi di dadaku.
Sebenarnya gairahku sudah hampir tidak tertahankan, tapi syukurlah mereka bertiga akhirnya tertidur setelah reaksi dari obat GHB itu. tubuh mereka satu persatu ku angkat dan ku baringkan diatas kasur, setelahnya saya berphoto dengan mereka bertiga dalam kondisi telanjang. karena suatu saat pasti ini berguna.
Setelah semua selesai ku tinggalkan mereka bertiga di kamar hotel itu dalam keadaan telanjang.
Karena sudah tengah malam, jalanan kota sudah sepi jadi hanya butuh waktu 20 menit sudah tiba di rumah. sesampai dalam kamar, Cantika menyambut dengan pakaian seksinya.
Tas dan handphone Langung Aku letakkan, bibir seksi Cantika menjadi sasaran Ku. sedari tadi sudah menahan hawa Nafsu akan perbuatan tiga wanita gila itu.
Sepertinya Cantika ingin mengambil kontrol tapi langsung ku tolak, dengan buru-buru seluruh pakaian aku buka demikian juga dengan pakaian seksi Cantika.
Tubuh indah itu langsung Aku angkat ke kasur, gunung kembar itu langsung ku mainkan.
"Daren hentikan" teriak Nya tapi langsung ku cium bibirnya.
Suaranya tidak terdengar lagi, perlahan kumasukkan rudal ke dalam liang kenikmatan milikinya
Ah....." desahannya setelah ciuman ku akhiri, tangannya yang memukuli punggung Ku kini terdiam dan pasrah.
__ADS_1
Goyangan ku percepat dan liang Nya sudah becek dan akhirnya muncrat, Rudal akhirnya kucabut. Cantika hendak beranjak tapi ku tahan dengan sedikit memaksa akhirnya dia lepas dan langsung ku susul.
Badannya ku peluk dari belakang, tubuhnya aku bungkukkan dan akhirnya Cantika berpegangan di sisi meja riasnya.
blassss.... rudal Ku telah masuk, dan goyangan langsung ku percepat dengan maksimal.
ah...ah....ah.....
suaranya terdengar nikmat dan membangkitkan gairahku, semakin cepat dan akhirnya cairan muncrat. seketika itu juga rudal langsung ku cabut dan tubuhnya langsung ku angkat ke kasur.
Dengan posisi bokong seksinya menghadap pinggir ranjang, dan Mahkota keindahannya jelas terlihat. kedua kakinya kuangkat sampai ke pundak Ku
Rudal masuk lagi, erangannya sudah terdengar tapi perlahan mengecil, semakin ku goyang dan erangan itu terdengar seksi. dan tambah lagi, cairan miliknya muncrat lagi sampai ke lantai.
Aku tidak perduli dengan itu semua, semakin ku goyang dan dengan kecepatan maksimal. dan lagi-lagi cairan muncrat. Ku percepat dan gairahku semakin memuncak.
ah....ah....." suara kami bercampur menjadi satu, dan cairan milikku Aku biarkan mengalir didalam liang itu tanpa pengaman.
Setelah merasa puas akan kenikmatan yang sedari tadi ku tahan, perlahan Rudal Aku cabut dan Cantika mendesah. setelah tercabut kedua kakinya menendang dada Ku.
"bangsat, berani kau menyentuh Ku." teriaknya tapi tidak Ku acuhkan.
"apapun hukuman dariMu saya terima."
"bangsat Kau." ujarnya sambil berjalan menuju kamar mandi.
Setelah Cantika keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian lagi, dan Aku melangkah ke kamar mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi, Cantika sudah tertidur. mungkin karena kelelahan. dan perlahan ku ambil tas ku dan handphone, perlahan ku buka notebook dan melihat file yang ku salin dari ketiga wanita yang dihotel.
Data yang ku peroleh sangat mengagumkan, terutama data menyangkut rumah sakit. begitu lengkapnya. benar dugaan Aku selama ini, mall praktek dan kasus suap serta korupsi yang merajalela.
Pantasan perawat yang menusuk perut Mama bisa berhasil masuk ke rumah sakit karena sogokan. bukti dokumen yang diberikan oleh Farel valid dengan data yang Disini.
__ADS_1