DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Bukti Dari Om Rio


__ADS_3

POV Daren.***


Plak..... plak.....


Baru bangun tidur sudah mendapatkan dua tamparan di pipiku dari Istriku.


"dengar ya bangsat, jangan pernah kamu ulangi kejadian semalam, kalau masih terulang. bukan hanya kamu yang merasakannya tapi seluruh orang-orang disekitar Mu. paham?" ujarnya dengan sangat sadis.


"iya saya paham Bu bos, tidak akan pernah terulang lagi. tolong maafkan Kekhilafan saya semalam." sambil bersujud dihadapannya, harga diri Ku korban demi keluarga dan orang-orang yang Ku sayangi.


Akhirnya ratu kejam itu berlalu, tanpa terasa air mataku membasahi pipi ini. tidak habis pikir dengan kejadian semalam, apa salahnya karena aku melakukan dengan Cantika istriku sendiri. tapi perjanjian pranikah itu sungguh harus terlaksana.


kalau mau mundur pasti tidak akan bisa, karena sudah terlanjur terlibat. Nisa, Bu Dewi dan Dinda pasti akan datang mencari Ku lagi. begitu juga dengan Farel.


Tidak mungkin bersekutu dengan mereka, walaupun awalnya manis pasti akhirnya menyedihkan. keluarga mereka terkenal dengan kejamnya.


Harus maju, apapun yang terjadi kelak nanti itu sudah menjadi resiko yang harus Aku tanggung. yang terpenting Mama dan Adikku serta orang-orang disekitar tidak terganggu dan aman.


Karena masih Cuti dari rumah sakit, alangkah baiknya mengunjungi makam Papa. karena kerinduanku terhadap semua kenangan bersamanya. setelah selesai persiapan langsung turun kebawah dan para pengawal langsung sigap.


"bang Ando, saya ingin sendiri. aku hanya ingin berkunjung ke makam Papa." pengawal yang bernama Ando itu Langsung mengganguk kepalanya pertanda mengerti.


Dengan naik Ojek online, biar terlihat tidak mencolok saat mendatangi makam Papa nanti.


Akhirnya sampai juga, makam Papa di tumbuhi beberapa rumput liar. setelah membersihkan Nya langsung baca doa.


"Pa.... Daren sudah terlanjur masuk Pa. akan Daren selesaikan semuanya, Papa tenang ya. Mama dan Nindi sudah semakin membaik." setelah mengatakan demikian baru Aku beranjak.


Sebanarnya malas untuk pulang ke rumah terlalu cepat, dan akhirnya singgah di sebuah kafe kecil di perempatan. setelah memesan minuman dan makanan ku coba untuk membuka file di handphone.


"Dr. Daren kan?" tanya seorang Pria dengan penampilan mewahnya. rambut tertata dan wajahnya mengkilap. sepertinya sering perawatan.


"iya, Maaf anda siapa?".

__ADS_1


"kenalkan saya Rio, om Cantika." tangannya begitu halus dan kuku Nya sangat bersih mengkilat.


Tanpa ada persetujuan dariku, pria yang bernama Rio ini langsung duduk di kursi dekat ku dan karena dia, tas yang biasa ku pakai langsung Aku pindahkan. dan memperhatikan wajah Ku dan terakhir Adik kecil Ku.


"Aura Mu sungguh mempesona, tampan dan terlihat perkasa. Om tahu kalau Cantika memperlakukan seperti Gigolo atau pria panggilan." ujarnya sambil meraba dadaku.


outshsss...." suara dari pria sungguh menjijikkan.


"Om maunya apa?"


"tenang, Om hanya ingin kamu melayani Om. tenang. kamu hanya bertindak layaknya seorang Suami." ungkapnya dan hal itu membuatKu semakin jijik.


"kamu akan dapat apa yang kamu inginkan, kepuasan, uang dan tentunya informasi mengenai Imran manusia bajingan itu." ungkapnya dengan mata berkedip.


"ok, tapi kirimkan dulu beberapa bukti dari Imran."


"ada di kamar hotelKu, mari ikut Om." dengan berat Ku terima ajakannya.


Dengan mengendarai mobil mewahnya kami berangkat menuju Hotel. benar saja kamarnya sangat Mewah.


Sambil berjalan menuju rak minuman beralkohol dan menuangkan di gelas tentunya tidak lupa dengan GBH dengan dosis kecil, untuk membuatnya mabuk hingga akhirnya pingsang nantinya.


Begitu Minuman itu keberikan langsung di teguknya. gelasnya diletakkan dan mengambil gelas ku dan menaruhnya diatas meja kecil.


Dengan nafsunya, pria paru baya ini langsung membuka celanaku. dan terakhir membuka dalaman yang kupakai.


"waouuuuu... masih tidur tapi sudah sangat menggoda." ujarnya ketika melihat rudalku yang masih tenang.


Kancing kemeja Ku dibukanya satu persatu, dan Aku pasrah saja, karena bentar lagi pria belok ini pasti tertidur. sebenarnya jijik tapi ku tahan karena ada sesuatu hal yang ingin saya dapatkan.


Om Riko meraba dadaku dan mengendus leherku, dan perlahan turun kebawah. seketika itu juga Rudal miliku masuk ke dalam mulutnya.


Jika terjadi gesekan baik sesama maupun beda kelamin pastilah akan bangkit. itu adalah refleksi dari sarat otot ***** yang dikirim melalui saraf sensorik ke otak. setidaknya itu adalah jawaban dari medis.

__ADS_1


Dia akhirnya tersedak karena memaksa rudalku masuk semua ke mulutnya. dan akhirnya melepaskannya.


"Om Bot, jadi kamu tenang saja." ujarnya.


Tapi siapa yang perduli, dia bot, top, dan bahkan kalaupun dia warga bikini bottom. Aku tetap tidak perduli.


Bangkit dan melepaskan bajuku, kini saya telanjang di hadapan pria belok ini. dan pria belok ini langsung membuka pakaiannya. setelah itu menarik tangannya dan posisi kini berada bersandar di pinggir ranjang.


Rudalku kembali di emutnya, dan beberapa saat kemudian di lepasnya. Agak lama juga obat itu beraksi.


Lacinya di buka dan mengambil pengaman, terlihat pria belok itu sudah mulai oyong. tapi masih sanggup membuka pembungkus pengamanan itu.


Digodok lalu di masukkan kedalam mulutnya, kemudian dilepaskan. perlahan dia memasukkan pengaman itu ke rudalku.


basss....... " belum sempat memasang pengaman dengan sempurna, pria belok itu akhirnya pingsang.


Setelah dia pingsan baru aku beranjak ke kamar mandi, untuk membasuh semua bekasnya. dan kembali berpakaian.


Laptopnya yang berada diatas meja ku buka, soal membobol password itu keahlian dari Almarhum Papa, satu persatu file dalam laptop itu kirim ke emailku.


Setelah terkirim baru Ku lihat yang lain, ada satu folder bernama muach, dan isinya adalah Video rekaman dia dengan laki-laki lain yang rata-rata masih muda melakukan hubungan ****. tidak luput juga ku kirim.


Ada tiga file video lainnya. Bu Dewi, Nisa dan Dinda sedang melakukan hubungan suami istri dengan para pria.


Tidak lupa juga kamera Video yang merekam kami, aku hapus tanpa jejak. dan riwayat pengirim file ku hapus dengan teknik dari Almarhum Papa.


Dengan sedikit lancang, ku buka lemari yang terkunci, dan isinya adalah berkas-berkas mengenai Imran. di kamar hotel ini ada photo copy print.


Copy dan beres-beres, setelah yakin tidak meninggalkan jejak kulangkah kakiku untuk beranjak pergi dari ruangan kamar ini.


Dengan naik Ojek online, langsung pulang ke rumahku yang dulu. sesampai di sana ku perhatikan semua berkas dan dan file dari email ku print.


Satu per satu-satu berkas itu Ku pelajari, dan ternyata benar mereka yang membunuh Papa dan orang-orang lainnya yang mereka anggap sebagai penghalang.

__ADS_1


Rio adalah Om Cantika, suami dari adik almarhumah Mamanya. begitu sadisnya mereka Membantai kedua mertuaku dan Papaku serta orang-orang lainnya.


__ADS_2