DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Peringatan dari Farel.


__ADS_3

Gopas memberitahu kalau besok kembali sidang, untuk pembacaan hasil eksepsi sekaligus pemeriksaan pokok perkara (pembuktian) bukti-bukti yang telah diberikan kepada pengadilan.


Rasanya sudah tidak sabar untuk menunggu hari esok, ingin rasanya masalah ini cepat selesai dan para korban dan keluarga bisa mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.


Sekian untuk hari ini, berhubung karena sudah sore. sebenarnya sangat-sangat suntuk di dalam rumah. tapi apa boleh buat keadaan yang belum kondusif dan para wartawan yang berseliweran di luar pagar rumah, membuat kami seperti terkurung dalam rumah ini.


Malam semakin larut, dan terakhirnya kami hanya terdiam diri dalam kamar masing-masing, tapi Daren Suamiku kelihatan sibuk dengan laptopnya.*


Nota pembelaan di langsung di tolak, dan lanjut dengan pemeriksaan bukti perkara. Gopas dan tim-nya mengajukan bukti tambahan yang sangat banyak, oleh karena itu sidang ditunda selama dua Minggu untuk pemeriksaan bukti perkara. bukti-bukti dari pihak berwajib yang sudah dilimpahkan, sudah sangat banyak dan ini ditambah lagi dengan bukti yang baru dari Gopas selaku kuasa hukum kami.


Gopas selalu memberi update terbaru, dan atas saran Gopas lah kami seperti terkurung di dalam rumah ini, Mpok Sri saja lewat pintu belakang untuk pergi belanja.


Hanya orang-orang tertentu yang tahu akan pintu belakang rumah ini, karena memang itu adalah pintu rahasia.


Remon terlihat bosan, sebenarnya kami semua juga sudah bosan. akan tetapi Remon selalu punya cara untuk membuat kami tertawa. Remon mahir bermain gitar tapi tidak bisa bernyanyi. dan Dadang yang suara yang lumayan bagus yang menjadi penyanyi untuk menghibur kami malam ini.***


Daren Suamiku harus bekerja, karena sekarang dia sudah jadi direktur rumah sakit. pagi-pagi sekali Daren sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja.


Tapi kami semua tetap masih di rumah, kami bekerja dari rumah ini, dan pekerjaan tetap berjalan sebagaimana mestinya.


Berjam-jam kami berada dalam ruangan ini, ingin rasanya pergi ke salon atau spa dan lainnya. atau setidaknya jalan-jalan untuk sekedar melepas kepenatan ini.


"Tyas, jalan-jalan ke taman yuk." Tyas langsung berdiri dan tersenyum pertanda setuju.


"ok, kami berdua harus ikut." ujar Remon.


Mau tidak mau harus membawa mereka ikut dengan kami, dan kami pun berangkat bersama dengan para pengawal tentunya.


Tidak butuh waktu lama kami sudah sampai di taman yang tidak jauh dari rumah ini, baru saja kami duduk langsung di datangi oleh segerombolan Pria. dan untungnya para pengawal langsung sigap menjaga kami.


Prak....Pram... tak.....

__ADS_1


Perkelahian tidak terelakkan lagi, Remon yang pada dasarnya jago berkelahi ikut membantu pengawal. dia begitu pawai dengan keahlian berantam Nya dan satu persatu gerombolan pria tumbang dihajar oleh pengawal bersama Remon. sementara Dadang mengawal Ku dan Tyas.


Pengawal langsung meminta kami untuk naik ke mobil dan setelah merasa aman barulah kami pulang ke rumah.


Kami akhirnya sampai di rumah dan pengawas memperketat keamanan, tapi agak khawatir karena sudah jam 7 malam Daren belum juga pulang.


drrrt.... drrrt.... drrt.... drrt....


Handphone ku bergetar, dan yang menghubungi Ku adalah bang Irfan Bapaknya Remon, beliau mengatakan kalau Daren sudah bersamanya. saat di jalan dia dicegat oleh segerombolan Preman dan untungnya bang Jago yang bersamanya langsung menghubungi bang Irfan untuk memintak bantuan.


Salah satu pengawal menemui kami dan berkata kalau ada tamu yang datang, dari sisi TV, tamu yang tidak di undang itu adalah farel anaknya om Imran.


Saya mempersilahkan dia masuk dengan syarat pengawal Nya tidak ikut bersamanya, dan persyaratan itu disetujui olehnya.


Tyas dan Dadang serta Remon, tidak saya ijinkan untuk ikut Bertemu dengan Farel. saya tidak melibatkan mereka dengan manusia Iblis ini. tapi Remon memberikan kamera kecil berbentuk brush yang di lengket kan di dress yang aku kenakan.


"selamat malam Sepupu yang cantik." ujar Farel sambil duduk sofa.


Pertanyaan dariku hanya dibalasnya dengan senyuman sinis dan sembari memperhatikan sekeliling.


"tamu yang datang itu disuguhi dulu minuman dan makanan, tapi sepupuku ini berbeda ya." ujarnya menyindirku.


"tidak perlu, iblis berwujud manusia seperti Mu tidak pantas mendapatkan makanan dan minuman."


"waouuuuu... sangat mengesankan." ujarnya menanggapi perkataan.


"apa mau Mu?"


"baiklah kita langsung saja, saya datang kemari untuk membuat perdamaian. tidak bagus sesama saudara saling berantam." jelasnya sembari duduk kembali.


"saudara? maaf saya tidak punya saudara Iblis."

__ADS_1


"Cantika, saya datang kesini baik-baik. untuk berdamai, kita mulai lagi dari nol. tidak perlu kita buang-buang uang, tenaga untuk permasalahan ini." pintanya dengan cara yang angkuh.


"iblis tetaplah Iblis."


"ok, saya anggap kamu menolak. kamu harus ingat dan akan saya pastikan kalau kamu akan pasti kalah. dan yang tadi hanyalah peringatan kecil. selanjutnya saya tidak tahu apa yang terjadi." jelasnya lagi.


"kalau sudah selesai curhat silahkan pulang."


"jangan terlalu sombong Cantika, diatas langit masih ada langit. kamu lihat saja apa yang akan terjadi ke depannya." tegas Sembari melangkah keluar.


"kebenaran akan terungkap, jika sekalipun aku mati nantinya. tapi kebenaran akan tetap menang."


Farel hanya menolehku dan kemudian melangkah pergi, dan tidak berapa lama. Tyas, Remon dan Dadang. datang menghampiriKu.


"kak, pria tadi juga punya kamera di antara kancing bajunya." jelas Remon.


"terimakasih atas perhatian kalian ya, sekarang kita istirahat ya. besok kita lanjut lagi.


Ancaman dari Farel hanya gertakan, sekarang adalah giliran Farel untuk menjadi buronan. dan misi harus terlaksana, segera kirim email ke Chanel YouTube Anonim untuk membuat viral akan KasusNya dan segala permasalahannya.


Tidak butuh waktu lama, Chanel YouTube Anonim langsung melakukan live streaming di channel YouTube miliknya.


Tidak butuh waktu lama juga, langsung menjadi viral. dan Remon langsung membagikan link tentang konferensi pers dari pihak pengadilan, bahwa atas desakan warga Net. maka kelanjutan Kasus Imran akan di mulai dua hari lagi dari yang diskors dua Minggu menjadi 2 hari lagi.


Saat menonton berita di televisi, beberapa talkshow membahas tentang perkara ini, mereka membahas apakah pihak berwajib akan berani menyeret para petinggi negara ini yang ikut terlibat.


karena pastinya akan berpengaruh terhadap kondisi politik dalam negeri dan luar negeri, berhubungan dengan jual beli ilegal organ tubuh serta ekspor senyawa kimia berbahaya untuk bahan baku senjata bio kimia.


Bukan hanya siaran televisi, medis sosial dipenuhi dukungan dan desakan kepada pihak berwajib untuk bertindak segera demi keadilan.


Para politisi mulai menunjukkan taringnya untuk terlibat akan perkara ini, tapi seperti yang disampaikan oleh Gopas. mereka hanya mencari popularitas, walaupun sebenarnya masih ada beberapa politisi yang ikut berpartisipasi atas nama keadilan dan kebenaran.

__ADS_1


__ADS_2