DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Peringatan Pertama Dari Imran.


__ADS_3

Kami bertiga sudah berada di kopi shop di samping gedung ini dan sengaja Ku pilih tempat VIP Karena itu Private, Remon langsung memesan beberapa menu untuknya, setelah beberapa saat pesanan kami pun tersaji.


"Remon. apa yang kamu ketahui dari PT. Angin dan PT. Amos?"


Remon seketika berhenti mengunyah dan terakhir minum.


"dari hardisk itu ada dua file yang belum terbuka kak, setelah berhasil Remon buka. isinya sangat mengejutkan, file itu berisi tentang PT.Amos dimana pemegang sahamnya sekaligus jadi direktur bernama Nisa Aliyah, dan dari Kartu Keluarga yang terlampir Nisa adalah putri dari Imran. dan Dana untuk pembayaran pajak dari beberapa anak perusahaan "Cantika Group" termasuk dari bank Berlin bank. untuk modal PT.Amos. Remon berhasil melacak riwayat pemindahan dana tersebut. dan kakak harus tahu kalau PT. Angin itu adalah Milik Riko. dari diagram sisilah keluarga, Riko ini adalah adik ipar dari Anayah Fitri Delima. dan nama itu adalah Almarhumah Mamanya kakak kan?" tanya Remon dan aku hanya menatapnya.


"Remon bukan mata-mata kak, itu semua jelas di jabarkan di pohon keluarga yang ada di file ini kak." ujar Remon sambil memberikan laptopnya untuk kulihat.


"dari file ini, Remon mengambil kesimpulan. bahwa antara Imran dan Riko punya ambisi yang sama. dan mereka berdua saling menyerang." ungkapnya lebih jelas.


"Remon. apakah file ini sudah pernah dicetak?" tanya Gopas penasaran.


"dari riwayatnya sudah satu kali di print, dengan menggunakan laptop ini."jelasnya lagi.


Gopas sepertinya sepemikiran denganKu, beliau langsung menghubungi Daren dan benar saja handphone Daren tidak bisa di hubungi.


"pak Gopas, biarkan saja. saya percaya dengan suamiku itu." seketika itu juga pak Gopas langsung berhenti menghubungi Daren.


"Remon, kenapa kamu sangat ingin masuk ke ruang Sermon."


"Remon curiga kak dengan pegawai yang duduk di sampingku tadi. karena ada IP address yang menyeleweng dan tepat saja. tadi sudah Remon berikan secarik kertas kepada pak Dimas." jelas Remon dan tiba-tiba saja handphone ku bergetar. ternyata itu adalah Pak Dimas.


Beliau Mintak maaf karena tidak bisa mengontrol anggotanya yang telah berkhianat. dan mengakui bahwa Remon orang jenius dan hebat.


Sesuai dengan perjanjian, jika karyawan gedung berkhianat maka akan didenda sebesar 5 milyar Rupiah serta dipecat secara tidak terhormat.


"pak Gopas, kenapa anda begitu ber ambisius untuk mengambil kasus ini?" Gopas langsung menoleh Ku dengan Mimik wajah serius dan sepertinya ada dendam Pribadi.


"almarhum adekku dulunya Magang di Cantika Farmasi, dan adikku itu menjadi korban uji coba obat baru. dan Almarhum bapak Ku bekerja di IT Cantika yang di fitnah melakukan korupsi sama seperti almarhum Bapaknya Daren. Bu.... saya sudah mengirimkan soft copy ke email Ibu.

__ADS_1


Bu..... ada satu yang ibu perlu tahu, kedua Almarhum dan Almarhumah orang tua ibu adalah yang sangat baik. Bapak Ku dan Bapaknya Daren sudah lebih dulu Bekerja di Cantika Group sebelum Keluarga besar masuk ke group itu, yang menyebabkan semua kekacauan ini.


ambisi keluarga besar ibu sangat berbahaya, sebelum Mereka masuk perusahaan baik-baik saja dan berjalan dengan keuntungan yang maksimal.


Kedua orang tua ibu, tahu betul banyak orang yang bergantung di perusahaan tersebut dan merangkul banyak orang. baru beberapa saat mengenal ibu, saya sudah kagum. ibu Persis seperti cerita Almarhum bapak.


dulu bapak hanya tamatan SMK seperti Remon tapi diterima karena kemampuan bukan karena pendidikan atau orang dalam. sama hal nya dengan yang ibu lakukan terhadap Remon.


tapi jika ibu mengganggap saya asas aji mumpung, itu terserah ibu. tapi saya bersyukur ibu menerima Ku untuk kasus ini." ujarnya begitu jelas tanpa ada yang ditutupi.


"saya mohon maaf atas kelakuan keluarga Ku."


"bukan salah ibu, karena korbannya bukan cuman ibu saja. tapi masih banyak korban lainnya. tapi permohonan maaf ibu saya aspirasi dengan sangat hormat." jelasnya dengan mata berkaca-kaca.


Karena sudah merasa cukup untuk pertemuan hari, dan apa yang ku harapkan sudah kuperoleh akhirnya kami putuskan untuk bertindak lebih lanjut.


Hari sudah makin sore, Aku dan Tyas memutuskan untuk pulang. karena macet kami sampai dirumah sudah jam 7 lewat dan Daren belum terlihat juga.


Saat pengawal mencoba menjelaskan langsung ku stop, karena memang saya sudah berjanji memberi ruang untuknya untuk melakukan kehendak Nya.


"berapa Ronde kamu bersama perempuan murahan itu?" terlihat wajah Daren begitu bingung dengan pertanyaan Ku yang tiba-tiba.


"sumpah demi Tuhan, saya tidak melakukannya." ujarnya dengan bersumpah.


"jangan kau bawa-bawa nama Tuhan, untuk urusan ************ Mu." wajahnya semakin merah dan terlihat panik.


Kemejanya langsung kubuka secara Paksa, begitu juga dengan celananya. hanya menggodok sebentar isinya, langsung berdiri tegak sempurna. sebelumnya saya sudah membeli pengaman dari mini market dekat rumah.


Pengaman itu langsung ku pakai ke rudalnya, disaat pemiliknya saat tidur terlentang dengan sangat pasrah. Kimono yang kupakai tanpa dalaman langsung ku buka dan perlahan kutuntun rudal itu masuk ke liangku.


Permainan saya kontrol, gerakan Ku perlahan dan lama-kelamaan menjadi maksimal. wajah Daren terlihat menikmati walaupun pasrah, rudal Suamiku sangat nikmat. rudal besar miliknya masih bersarang dan liangku sudah mulai cenat-cenut, rasanya sudah hampir mencapai puncak.

__ADS_1


ahhhhhhh.....


Masih melakukan gerakan, tapi cairan ku sudah muncrat dan meleleh sampai membasahi Paha Daren dan perlahan ku tarik rudalnya dari liangku.


Rudalnya masih berdiri tegak yang berpelindung, dan langsung ku jauhi karena Aku sudah terpuaskan. terlihat wajahnya sangat kecewa karena permainan Ku akhiri, perlahan Daren bangkit dari ranjang dan mendekatiku yang terduduk di meja rias tanpa berbusana.


"predikat itu sangat cocok kamu sandang." ujarnya dengan raut wajah kecewa.


"kamu itu hanya pemuas bagiku, paham?"


Daren berlalu tanpa menyahut Ku dan melangkah ke arah kamar mandi sambil membawa celana pendek dan Koas oblong.


Memang saya sangat Egois, itu karena benci dengan aroma parfum dari kemejanya, tapi Aroma tidak sampai ke kulitnya yang mempesona. Saya tahu dia Kecewa tapi itu adalah pelajaran baginya.


Hampir 15 menit Daren baru keluar, dengan memakai celana pendek dan Koas oblong Nya. perhatian Ku teralihkan dengan Pesan yang masuk ke handphone.


"Daren. ibu Kritis".


Suamiku langsung berpakaian demikian juga denganku, setelah bersiap kami berdua langsung menuju rumah sakit bersama pengawal.


Benar saja, ibu mertuaKu Kritis karena pisau menancap di perut. dan pelakunya adalah seorang perawat yang baru.


Setelah menjalani serangkaian operasi, akhirnya nyawa mertuaku bisa diselamatkan. dan sekarang sedang Kritis, mudah-mudahan saja beliau mampu Melawati masa kritisnya.


Daren terlihat tenang, setelah mendapatkan kabar mengenai Mama Nya. pengawal kecolongan karena perawat menggunakan atribut rumah sakit. agar tidak terjadi hal sama lagi, Perawat dan Dokter pilihan Ku dan harus terjadwal dengan baik. selain dari perawat dan Dokter pilihan Ku tidak ada yang bisa masuk lagi.


"ini semua ancaman dari Imran, karena kita telah melaporkan kasus korupsinya." Daren menoleh ku dengan mata yang berkaca-kaca.


"rumah sakit ini penuh dengan sandiwara." akan ku buat mereka menanggung akibatnya." ungkapnya dengan kesal.


"kamu tidak bisa bertindak gegabah. ingat kamu berada dibawah kendali ku." Daren hanya menatap Ku dengan air mata yang mengalir dipipinya.

__ADS_1


"Nisa hanya umpan bagiku, kamu tidak perlu kwatir, karena saya bukan laki-laki murahan. walaupun Aku terlihat murahan bagimu." perkataan sungguh sangat dalam. tapi itu adalah bentuk kekecewaan Nya terhadapku.


Daren, ketahui lah kalau Aku sangat menyukai dan mencintai Mu. mohon untuk bersabar sampai masalah ini selesai.


__ADS_2