DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Terasa Lega.


__ADS_3

Terlalu banyak kejadian hari ini, dan tanpa terasa hari sudah menjelang malam. dan kami putuskan untuk istirahat. sebelum istrihat kami makan malam terlebih dahulu.


Makan malam selesai, dan kami kembali ke kamar masing-masing. selesai mandi aku langsung rebahan di ranjang begitu juga dengan Daren.


Tidak ingin rasanya bertegur sapa dengannya, rasa kesal Ku belum reda terhadap Nya. karena dia selalu melawan perintah Ku.**


Pagi-pagi seperti biasanya Daren sudah bersiap-siap, kemudian dia mendekati ku. sepertinya dia menginginkan sesuatu.


"Bu bos, saya berangkat kerja Dulu." ungkapnya.


Hanya mengganguk kepala sembari melihat ke arah Nya tapi sepertinya dia masih ingin menyampaikan sesuatu hal.


"Bu bos, kami bersama tim sudah mulai menerapkan sistem pengobatan kanker yang sudah aku teliti bersama Tim. tapi kami butuh dana dan persetujuan dari Bu bos selaku pimpinan Cantika group." ujarnya dengan begitu tenang.


"Bagus, proposal nya sudah ada?"


ucapan Ku dan pertanyaan yang aku lantarkan membuatnya tersenyum, dan senyumannya itu sangat Indah. Daren langsung meraihnya dan memberikannya kepadaku.


Proposal nya itu sangat menakjubkan, dan ini adalah terobosan baru untuk memulai kebangkitan Cantika Group. karena merasa ini adalah jalan terbaik yang harus di tempuh demi kebangkitan Cantika Group. dengan segera aku tandatangani.


Kedua bola Daren terlihat berkaca-kaca setelah selesai aku tandatangani, dan setelah proposal itu keberikan kembali kepadanya di langsung melemparkan tasnya ke ranjang nya dan kemudian meraih handphone nya.


"Profesor Azma.... Proposal pendanaan kita diterima."


Daren menghubungi seseorang menggunakan handphonenya, dengan begitu bahagia Nya dan setelah selesai menelpon, Daren menarik kursi yang tersedia dan duduk menghadapku.


"Bu bos, Profesor Dokter Azma adalah junior Profesor Dokter Zakob, yang menjadi saksi ahli waktu di persidangan. bersama Profesor Zakob dan atas restu pendiri rumah sakit Cantika, yang telah membantu rumah sakit menjadi rumah sakit terbaik. dan ini adalah misinya untuk yang kedua kalinya bersama timKu. kami ingin membangkitkan rumah sakit dari keterpurukannya karena kasus perdagangan organ tubuh dan mall praktek.


Bu bos, kami sudah membentuk panitia untuk perekrutan Dokter dan tenaga medis lainnya dengan cara seperti yang di tetapkan di anggaran dasar pendirian rumah sakit dan yang bertalian dengan ketetapan bersama.


Dengan proposal yang telah ditandatangani oleh Bu bos. itu artinya Bu bos menyetujui semua rencana yang telah kami buat yang terlampir di proposal itu."


Ujar Daren dengan semangatnya yang luar biasa. setelah dukacita kini dia sudah bisa tersenyum kembali.

__ADS_1


"Professor Azma dan tim-nya sudah lama ku kenal, di tambah lagi dengan partisipasi kamu di dalamnya. kalian hanya perlu menunggu pencarian dana selanjutnya dan ini akan bawalah ini ke bagian keuangan di kantor pusat, berikan kepada Tiodor ya."


Mendengar nama Tiodor, dia tersenyum lagi dengan sumiringah dan menatapku dengan tatapan Sendu.


"Tiodor Bu bos! akhirnya ibu hebat itu kembali pada posisinya, terimakasih Bu bos." ujarnya sambil berdiri dan meraih tasnya kembali.


Daren kembali mendekati ku dengan senyuman manisnya yang membuat hatiku ini luluh dan tergoda.


muach........ "


Suara kecupan Daren di keningku dan kemudian mencium bibirku, jantung berdebar kencang dan rasanya berbeda dari sebelumnya.


Kalau saja tamu bulanan Ku sudah berakhir, pastinya Daren akan ku garap di pagi hari ini. Daren pergi dari kamar setelah mencium kening dan bibirku.**


Selesai mandi dan berpakaian, lalu turun ke bawah untuk sarapan. tidak seperti biasanya, Tyas, Remon dan Dadang tidak ada di meja makan.


"Mpok... mana adek-adek? mereka pergi tanpa sarapan ya?"


Aku bertanya kepada Mpok Sri yang menyajikan teh untukku, dengan tersenyum Mpok Sri menolehku.


Selesai sarapan kulangkah kakiKu menuju ruang kerja di rumah ini, benar saja mereka bertiga mengelilingi Daren.


"bukannya mau ke rumah sakit untuk memberikan proposal itu?" tanya ku kepada Daren.


Karena proposal yang ku tandatangani seharusnya langsung dibawa ke bagian keuangan.


"oh itu, Profesor Azma. menyuruh Lindung anggota Gopas untuk mengambil proposal, tim Gopas akan membantu kami perihal pembelian alat-alat yang kami butuhkan.


oh ya, saya lupa ngasih tahu. kalau proposal itu sudah disetujui oleh pemegang saham lainnya. tadi dikabarkan oleh Gopas." jelas Daren dengan tenang.


"terus kenapa buru-buru keluar dari kamar?"


Pertanyaan dariku membuat Daren tersenyum lagi dan menatapku dengan tatapan genitnya.

__ADS_1


"takut tergoda dengan pesona mu." ujarnya singkat.


"cie... yang lagi love love ni ya." Remon langsung meledeknya.


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Tyas, Remon dan Dadang tertawa. sementara Daren tersenyum malu-malu, sebenarnya demikian juga denganku.


Karena merasa malu maka Aku langsung kembali ke dalam kamar, mungkin karena efek tamu bulanan yang membuat gampang Baper dan marah.**


Untuk mengurangi rasa jenuh, televisi aku Nyalakan dan berita bagus yang tersaji. sisa buronan yang terlibat akhirnya selesai dibantai berikut dengan keluarganya.


Bagian Humas pihak berwajib yang melakukan konferensi pers kemarin, di temukan tewas di sebuah kamar hotel bersama seorang perempuan muda.


Keterlibatannya akan Kasus Cantika group dan 9 orang jajarannya lainnya, terekspos ke media sosial dan menjadi viral. bahkan para warga Net dengan beramai-ramai membuat petisi untuk mendukung pelaku pembunuh para buronan itu. dan hastag percuma melapor menjadi viral Seketika.


Puas dengan berita ini, akhirnya satu persatu dari mereka tewas dengan cara yang tragis. sama seperti yang mereka lakukan terhadap para korban.


Drrrt... drrrt... drrrt..... " handphone ku bergetar.


Gopas yang menghubungi, dengan nada suara yang bahagia dia menyapaku dengan ucapan selamat pagi.


"Bu bos, sidang keputusan Imran dilaksanakan besok. dan kabar gembira selanjutnya, Kasus istri serta putrinya sudah di limpahkan ke pengadilan. begitu juga dengan Kasus Riko.


Bu bos, terimakasih dan sampai ketemu besok. hari ini Bu bos tetap stay di rumah, esok pagi hari besok akan kami jemput." ucapnya seraya mengakhiri Sambungan telepon.


Berita selanjutnya adalah jajaran petinggi pihak berwajib langsung di ganti oleh orang atas pilihan dari pihak kementerian terkait. dan menugaskan kepada mereka untuk bertindak lebih cepat dan hati-hati untuk menangani kasus Cantika Group ini.


Berdasarkan keterangan dari pak menteri terkait tersebut, akan mengupayakan segala upaya untuk menuntaskan permasalah ini sampai ke akar-akarnya.


Hastag percuma melapor ternyata sangat ampuh untuk mendesak para petinggi negara ini untuk bertindak.


Seandainya dulu media sosial sudah tenar saat mereka berjaya, tentunya orang-orang ini tidak sampai memakan banyak korban.

__ADS_1


Tapi yang terpenting dari itu semua, para pelaku sudah mendapatkan ganjaran yang setimpal.


__ADS_2