DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Penjelasan dan Saran.


__ADS_3

"saya merasa Bu terlalu lambat untuk bertindak, karena itu segera ku Mulai. saya yakin akan kemampuan Bu bos dan juga kemampuan Tim yang terbentuk.


Memang terlalu gegabah, tapi inilah kesempatan yang harus ku ambil. mengingat perjanjian pranikah yang sudah kita sepakati.


Berkat dana bantuan Bu bos yang saya terima, semuanya berjalan dengan lancar. saya sangat berterimakasih kepada Bu bos. dan disini saya sebagai Bu bos, sangat mengagumi mu.


Saya tidak pernah iri dengan segala pencapaian Bu bos, karena saya pribadi selalu bersyukur atas apa yang aku peroleh.


Ku akui Kecewa dengan sikap Bu bos, tapi tidak sedikitpun ada rasa penyesalan menikah dengan Bu bos. tapi suatu anugerah yang indah buatku.


Walaupun pada akhirnya Nindy Adikku harus pergi meninggalkan ku, dan itu karena ke egoisnya diriku ini.


Bu bos, saya bersyukur telah mengenalmu dan bisa menikah denganmu adalah suatu mukjizat bagiKu.


Maaf Bu bos, saya tidak bisa untuk mengurus perceraian kita. karena aku harus membawa Mama ke kampung halamannya untuk berziarah dan sekaligus untuk istirahat di sana.


Jika Aku tidak dalam persidangan nanti, tentunya itu mempercepat proses perceraian dan jika ditambah dengan Bukti foto itu.


Lusa saya akan memberikan surat pengunduran diri sebagai direktur rumah sakit sekaligus surat pengunduran diri sebagai Dokter.


Jika kita selalu bertemu, saya takut tidak bisa melupakan Bu bos kelak nantinya.


Aku hanya sebatas Suami diatas kertas, atau Suami yang dibeli. akan tetapi saya adalah Suami yang tidak tahu diri yang sudah lancang mencintai mu Bu bos." jelasnya dengan menyeka air matanya.


Perkataan Daren mengoyak isi hati ini, dan terjawab sudah keraguan hariku. tapi Daren Suamiku meminta cerai sesuai dengan isi perjanjian pranikah kami.


"Daren, dulu saya pernah bilang. uang yang ku berikan suatu saat akan ku tagih dengan cara yang lain.


Hari ini Juga saya tagih. Aku menginginkan kamu tetap disini sampai pernikahan Tyas dan Remon selesai. dan setelah itu terserah kamu saja."

__ADS_1


"pasti. karena sebelum Bu bos memintanya, saya ingin mengatakan Nya. Tyas dan Remon harus menikah, dan saya tidak mereka berdua bersedih atas perpisahan kita." ujarnya sambil memalingkan wajahnya dariKu.


Kami berdua terdiam untuk beberapa saat, disini aku Egois. Daren sudah mengatakan yang sejujurnya, tapi tetap saja merasa jijik melihatnya akan pengakuan nya bersama pria belok itu yang melakukan oral **** terhadap Daren.


"Bu bos, ingat ngak ketika suatu malam. saya memaksa Bu bos untuk melakukan hubungan suami-istri itu. itu karena aku tidak tahan karena godaan tiga perempuan gila itu." ucap Daren.


Sejenak dia berhenti bicara, dan kemudian menoleh ku. tatapan matanya begitu sayu, seakan-akan ada penyesalan dalam dirinya.


"saya mintak maaf dengan tulus, karena terlalu kasar saat itu. maaf karena tidak menghargai mu sebagai istri saat itu." jelas Daren yang kemudian menundukkan kepalanya.


"yang berlaku biarlah berlalu, lagipula itu semua bukan salah mu sendiri." jawabku kepadanya.


Sungguh menakjubkan akan pengakuan nya, tapi hati ini belum juga menerima semua pengakuan Nya.


"warga Pemukiman kumuh sudah mendapatkan kehidupan yang layak, dan tentunya juga pelayanan medis yang jauh lebih layak lagi. semua ini berkat Bu bos.


Bu bos, saya sering kali menginap di rumah sakit, Selain ingin menjaga Mama walaupun selalu di tolaknya. dan itu sengaja ku lakukan, untuk menghindari mu, aku tidak rasa cintaku semakin besar terhadap Bu bos dan tentunya akan semakin sulit untuk melupakan Bu bos.


Dan lagian kita berdua berasal dari dua latarbelakang yang berbeda, ibarat langit dan bumi dan pernikahan kita adalah asas manfaat. walaupun pada akhirnya aku terjebak cinta terhadap Bu bos." ucap Daren yang sesekali menatapKu.


Daren menyampaikan semua unek-unek Nya dan juga perasaan nya yang sebenarnya. terlihat dia juga menyeka air matanya.


"Bu bos Terimakasih untuk semuanya, jika kelak nanti ada pria yang mendekati Bu bos dan memilih nya untuk menggantikan ku. saya ikhlas. dan setelah pernikahan Remon dan Tyas. Aku akan menghilang dan akan aku pastikan tidak akan pernah muncul di hadapanmu.


Ijin pamit, saya mau ke rumah sakit untuk menjenguk Mama dan mempersiapkan sesuatu yang perlu." ucap Daren sambil berdiri dari kursinya.


"sudah jam 10 malam ini, ngak besok aja." ucapku membuat Daren berhenti melangkah.


"kalau terlalu lama bersama Bu bos, saya takut khilaf. Bu bos, boleh saya meminta sesuatu?" ujar Daren sambil meraih tasnya.

__ADS_1


"apa?" jawab ku singkat kepada-nya.


"stelan jas ku hanya ada dua, dan itu sudah sering ku pakai. saya ingin Bu bos membeli satu stel yang baru untuk Aku pakai di pernikahan Tyas dan Remon nanti. untuk ukuran nya sesuai stelan jas yang saya punya saja."


Hanya mengganguk kepala untuk menjawab pertanyaan dari Daren. dengan tersenyum dia berbalik dan melangkah keluar kamar meninggal ku sendirian dalam kamar ini.


Rasanya lega setelah Daren menjawab semua keresahan dalam hatiku. saat ini saya butuh waktu untuk berpikir.


Kalimat dari Daren, takut khilaf. membuat imajinasi menjadi liar, bukan hanya dia yang takut khilaf demikian juga denganku.***


Tok... tok.. tok... "suara pintu itu membangunkan tidurku.


"kakak di dalam kah?" suara itu milik Tyas.


Setelah ku persilahkan masuk, ternyata dia datang dengan membawa beberapa kebaya yang di gantung di rak.


"kak, bang Daren sudah ke rumah sakit ya?" tanya Tyas setelah memperhatikan ranjang Daren yang kosong.


"sudah, katanya mau bertemu dengan Profesor Azma." jawabku kepadanya dengan berbohong.


"oh...., kak. diantara kebaya ini yang mana yang aku pakai saat ijab Kabul dan resepsi?" Tyas bertanya dengan penuh semangat.


"untuk Akad, ngak usah pakai kebaya. yang ini aja dress putih ini. nanti pake aksesoris dan makeup. untuk acara adat nya nanti kan dari pihak keluarga Remon, nah setelah selesai rangakaian adat baru memakai kebaya yang kamu inginkan. kakak sih memilih gaun yang warna pink ini, lebih imut jika Tyas yang memakai. Oh iya sudah kordinasi dengan Remon?"


"sudah kak, Remon dan keluarga mempersilahkan Tyas untuk memilih warna, nantinya akan di disesuaikan oleh Remon."


Terimakasih ya kak sudah memberi saran, disini lah Tyas sangat-sangat bersyukur. masih punya kakak yang paham betul akan Tyas.


Kakak mampu mampu menjadi Mama untukku, dan saat Lamaran kemarin. Tyas merasa sangat bahagia karena bang Daren suami kakak itu, bertindak sebagai Papaku. rasanya lengkap sekali.

__ADS_1


jujur ya kak, kalian berdua adalah Mama dan Papa bagiKu sekaligus panutan ku."


Hanya bisa memelukNya karena terharu, tapi apa dayaku. hati ini terlalu munafik akan cinta yang sebenarnya.


__ADS_2