
Tiodor sudah selesai bersaksi, dan persidangan di lanjutkan kembali. dengan menghadirkan saksi-saksi dari tim kami. kali ini adalah pria yang mengejar yang sabotase mobil almarhum Papa.
"nama saya Bagas Buana, saya bersumpah akan mengatakan yang sebenarnya dengan sejujurnya. tanpa ada yang disembunyikan."
Namanya Bagas Buana, dia adalah dalang dibalik semua ini, yang selama ini kami sekap di gudang. Gopas memberikan tambahan bukti berupa chat dan rekaman audio dari handphone milik Bagas kepada Hakim.
"Saudara saksi, apakah anda mengenal terdakwa? dan bagaimana hubungan saudara saksi terhadap terdakwa?" Hakim bertanya seperti biasa untuk mengawali pertanyaan kepada Saksi.
"kenal yang mulia Hakim, saya adalah asisten nya yang melaksanakan semua perintahnya. hubungan saya dengan terdakwa adalah pimpinan ke bawahan." jawabnya dengan tegas.
"terimakasih saudara saksi. kepada penasihat hukum terdakwa dipersilahkan untuk bertanya." lanjut yang mulia Hakim.
"terimakasih yang mulia Hakim. saudara saksi, saya dengar saudara saksi disekap oleh pengawal ibu Cantika?" tanya ketua pengacara Imran.
"iya benar, mereka menangkap ku ketika hendak membunuh Dokter Daren, Suami dari ibu Cantika. dan saya disekap dibangunan kosong dan saya tidak tahu itu berada dimana."
Jawabnya membuat seisi ruangan sidang ini terdiam dengan beragam ekspresi.
"saudara saksi, apakah mereka melakukan kekerasan kepada anda? apakah mereka memaksa Anda untuk bersaksi?"
Pertanyaan dari ketua penasihat hukum itu, membuat mata saksi merah seakan-akan ingin menangis.
"kekerasan yang mereka lakukan tidak sebanding dengan yang saya lakukan, saya datang bersaksi disini atas kehendak Ku sendiri." ujarnya dengan tegas.
"cukup, kepada penasihat hukum pelapor. dipersilahkan untuk bertanya." ujar Hakim dan terlihat ketua pengacara itu kecewa dengan perkataan Hakim.
"terimakasih yang mulia Hakim. saudara saksi, berikut saya Akan tayangkan video, silahkan dilihat!." demikian pinta Gopas kepada-nya.
Video langsung di putar, dan video itu tentang dirinya sendiri sabotase mobil almarhum Papa dan juga video tentang dirinya sedang mengantar paket kepada seseorang di pelabuhan. kemudian Video berakhir.
"saudara saksi, siapa orang di video itu? dan apa yang anda lakukan?" tanya Gopas.
"itu adalah saya, dan yang saya lakukan adalah mencabut tuas cakram rem mobil itu, untuk mencelakai pemilik nya, dan pemiliknya itu adalah pimpinan Cantika group. dan Video kedua Ketika saya mengantar paket ke pelabuhan, yang isinya berupa organ tubuh manusia untuk dikirim ke Korea Selatan, lebih tepatnya ke rumah sakit inchan." jelasnya
"saudara saksi, apalagi yang anda lakukan selain dari yang di video itu?" tanya Gopas dengan semangat.
__ADS_1
"saya punya Tim yang terdiri dari 120 orang yang Ahli bela diri, menyetir, ahli IT dan ahli lainnya dan saya ketuanya. perintah dari big bos, atau terdakwa semua Melalui Ku." jelasnya dengan rinci.
"saudara saksi, seperti penuturan para saksi sebelum anda. mereka menuturkan bahwa keluarga mereka tewas dan juga korban lainnya, karena mencoba mengungkap kasus ini, apakah itu bagian pekerjaan anda? dan siapa yang menyuruh Anda?"
Gopas bertanya dengan mengepalkan kedua tangannya, dan ketua tim pengacara terdakwa langsung berdiri.
"keberadaan yang mulia Hakim, saudara saksi pasti telah mengatur untuk menjebak clien saya." ujar ketua penasihat hukum terdakwa.
"saudara saksi sudah menyatakan kalau dirinya secara suka rela untuk bersaksi disini. yang mulia Hakim, begitu banyak korban yang tewas dan menurut keluarga korban itu semua dilakukan oleh segerombolan pria yang mengendarai mobil mewah. saya hanya ingin memastikan apakah saudara saksi ini adalah pelakunya." ucapnya dengan melihat hakim dengan mata yang sembab.
"keberatan di tolak, saudara saksi silahkan dijawab." tegas Hakim.
"ya. timKu yang melakukannya, dibawah arahan Ku. dan semua itu perintah dari terdakwa. termasuk yang terakhir untuk membunuh ibu Cantika ketika pulang dari bandara saat mengantarkan adiknya ke luar negeri."
PengakuanNya membuat jantung berdebar kencang, Rasanya ingin menangis dan berteriak di persidangan ini. tapi tidak mungkin, saya ingin mendengar penjelasan dan pengakuan dari Saksi.
"saudara saksi, dengan semua tindakan tim Anda. mustahil jika tidak ketahui oleh orang lain. tapi sampai sekarang tim anda tidak satu pun yang berhasil di aman kan oleh pihak berwajib. selain dari terdakwa, siapa lagi yang ikut membekingi anda?"
Setelah Gopas bertanya, terlihat air matanya mengalir dan segera dia menyeka air matanya.
Ungkapnya dengan jelas dan semua mata tertuju kepada Imran sang terdakwa.
"saudara saksi, apa imbalan yang anda dan tim peroleh?"
"tentunya uang dan sejumlah fasilitas lainnya. dan Istriku bisa menerima donor ginjal dengan cara gampang dan gratis. akan tetapi Karana ini semuanya haram dan tubuh Istriku menolak ginjal donor tersebut, yang menyebabkan konflikasi hingga akhirnya meninggal." jelasnya seraya menyeka air matanya.
"saudara Saksi, sekarang dimana semua anggota tim Anda?"
Pertanyaan dari Gopas membuat mengangkat kepalanya kemudian menatap Imran dengan raut wajah dendam.
"Tempat berkumpul biasanya di rumah Tuan Farel, anak dari bos Imran yang terdakwa. untuk alamat serta tempat persembunyian kami sudah kuberikan kepada petugas."
"pertanyaan terakhir, apa yang menyebabkan anda sehingga tega membunuh para korban?"
"saat Istriku sering sakit-sakitan, dan dokter memvonisnya bahwa kedua ginjal sudah rusak, dan tentunya akan melakukan cuci darah secara rutin sebelum menerima donor ginjal.
__ADS_1
Terdakwa menawarkan untuk kemudahan memperoleh donor ginjal untuk istriku dengan syarat saya harus bisa merekrut orang-orang yang ahli dalam bidang. dan harus melakukan semua perintah Nya tanpa terkecuali. dan saya menyetujui nya. setelah terbentuk dan mulai misi pertama yaitu untuk melenyapkan pimpinan Cantika group, yang membuatNya seolah-olah kecelakaan.
Saat itu juga langsung ada donor ginjal untuk istriku, dan untuk biaya operasi butuh uang yang jumlahnya besar. maka tugas harus aku selesaikan yaitu melenyapkan kepala divisi Micro finance Berlin bank dan selanjutnya.
Istriku sebenarnya menolaknya, Istriku memilih mati ketimbang menerima donor ginjal dengan cara haram. tapi karena desakan Ku dan kurayu akhirnya Istriku mau menerimanya.
Saya yang bersalah, dan saya pantas dihukum seberat-beratnya. dan saya ikhlas menerimanya, jika sekalipun hukuman mati yang saya terima. saya mohon yang mulia Hakim, silahkan ambil semua harta haram yang saya kumpulkan selama ini, dan sudah saya buat daftar Nya dan telah kuberikan kepada pengacara. silahkan hukum saya yang seberat-beratnya, asal jangan melibatkan anak ku.
Anakku bersalah, dan saya pastikan anakku tidak akan menerima uang haram itu. yang mulia Hakim tolong jangan libatkan anakku. saya sudah kehilangan orang yang kucinta yaitu Istriku, tolong jangan libatkan anakku.
Pintanya kepada Hakim dengan air mata berurai di pipinya. dan yang mulia Hakim menatapNya.
"saudara saksi, ini tidak kaitannya dengan anak Anda. saya ingin bertanya, saudara saksi tadi berkata. kalau tim anda dari berbagai Ahli, apakah ada dari ahli hukum Juga." hakim bertanya kepada saksi dengan nada suara yang rendah.
"ada yang mulia Hakim, semua pengacara yang mendampingi terdakwa ikut terlibat juga. dan kuasa hukum Cantika Group yang diketuai oleh pak Hendro, dan saya tidak tahu dimana keberadaan mereka sekarang."
Suasana persidangan menjadi gaduh, dan syukurnya pihak keamanan berhasil membuat tenang kembali dan pengacara terdakwa langsung di dampingi oleh pihak berwajib.
"saudara saksi, jelaskan lebih rinci terhadap yang saudara saksi tuturkan?" hakim bertanya dan raut wajahnya terlihat kesal.
"mereka ikut melobi ke pihak instansi terkait untuk memuluskan jalannya ekspor keluar negeri, baik organ tubuh manusia dan produk dari Cantika farmasi. mereka juga menyuruh timku untuk mencairkan bitcoin yang mereka terima. dan bitcoin itu di cairkan di luar negeri, semuanya sudah saya lampirkan kepada pengacara pelapor yang mulia."
Atas perintah Hakim, para pengacara terdakwa di bawa oleh pihak berwajib. dan kemudian suasana persidangan tenang Kembali.
"saudara saksi berkata, kalau anda disekap oleh pengawal Cantika. terus bagaimana anda bisa bersaksi disini?"
"saya memang disekap oleh pengawal Bu Cantika, dan ibu Cantika juga ikut mengintrogasi saya saat disekap itu. dan mereka memaksa Ku buka mulut. setelah mereka mendapatkan apa yang ingin didengar, akhirnya saya lepaskan.
Tapi saya mintak untuk tetap berlindung kepada pengawal Bu Cantika, dan memohon untuk mengirimkan anakku ke rumah mertuaku.
Saya bertahan dalam perlindungan pengawal Bu Cantika, hingga saya bisa bersaksi disini yang mulia Hakim.
Jika saya keluar dalam keadaan hidup dari dekapan pengawal Bu Cantika, maka saya dan keluargaku yang akan jadi korban yang mulia Hakim."
Penjelasan dari Saksi membuat yang mulia Hakim menggaruk kepalanya, dan persidangan di tunda untuk dilanjutkan esok harinya.
__ADS_1