DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Teror


__ADS_3

Berita pagi televisi sangat mengejutkan, para petinggi negara ini yang terlibat dengan kasus om Imran akhirnya ditetapkan sebagai tersangka yang berjumlah 50 orang. 15 orang diantaranya ditetapkan sebagai buronan.


Daftar buronan akan kasus om Imran semakin bertambah, salah satunya adalah farel anaknya om Imran.


Kasus Dr Indra Dermawan beserta dengan tim-nya sudah dilimpahkan ke pengadilan, tapi kasus Bu Dewi, Nisa. anak, istri Om Imran belum, begitu juga dengan kasus om Riko. kasus mereka bukan hanya kasus asusila, tapi mereka juga ikut terlibat dengan kasus Cantika group.


Bersama Tyas kami berangkat kerja, baru beberapa meter rumah tamu bulanan Ku tiba. dan tentunya saya butuh pembalut. dan masih bersyukur di depan kami sudah ada SPBU yang berdampingan dengan minimarket. salah pengawal bersedia membelinya tapi aku merasa tidak pantas untuk menyuruhnya membeli barang khusus perempuan itu.


Para pengawal langsung turun, dan ku mintak untuk berjaga di luar minimarket saja, karena di dalam tidak terlalu rame. bersama Tyas kami berdua menelusuri rak-rak untuk mencari pembalut.


Slret.... ' lengan tangan kanan ku di gores dengan pisau tajam oleh seseorang pria yang berada disamping diantara rak-rak itu.


Kaki Langsung menjegal kalinya dan pria itu langsung terjungkal balik dan terjatuh ke lantai. para pengawal langsung membekuk Nya dan membawanya ke dalam mobil.


Obat merah dan pembalut untuk sementara sebagai pertolongan pertama pada luka dilenganku. setelah Selesai ganti pakaian dalam dan memakai pembalut, kami segera berangkat bersama pria yang mencelakai Ku.


Pengawal membawa pria itu masuk ke ruangan sebelah disamping ruangan Ku ini, dan kami mengintrogasi Nya.


"apa salahku kepadamu, kenapa kamu mau mencelakai Ku."


Pria itu tidak langsung menjawab Nya, dan Remon serta Dadang yang ikut mengintrogasi langsung menggeledah Nya. handphone dan uang dalam amplop di temukan di saku jaket Nya.


"siapa yang menyuruhmu?" tanya Remon.


plak.... prak....


Tamparan melayang di pipinya dan tendangan Remon melayang tepat di dadanya. hingga pria itu seperti tersedak.


"belum mau ngomong? mas, cari kontak keluarga Nya di handphone nya. setelah itu suruh anggota kita menghajar semua keluarga Nya." ucap Remon kepada pria itu.


Seketika itu pria bersujud di kaki Remon, dengan ekspresi ketakutan. mungkin karena Remon menyebutkan keluarga.


"ampun... tolong jangan sakiti keluarga Ku. yang menyuruhku untuk berbuat nekat karena disuruh oleh ketua."


Remon langsung mengambil laptopnya dan menghubungkan Nya dengan handphone tersebut. dan kemudian menghubungkan laptopnya dengan laptop milik Dadang.


Remon dan Dadang saling mengedipkan mata. dan mereka berdua sibuk dengan laptopnya masing-masing. setelah beberapa saat kemudian Remon menolehku.

__ADS_1


"kak. nomor handphone yang dipakai oleh pemberi perintah sudah menonaktifkan Kartu seluler. tapi pemilik handphone terdaftar atas nama perempuan kak."


Remon memberikan secarik kertas yang tertulis nama seorang perempuan. "RINA AYUNA " dia adalah adik perempuan dari almarhum Papa, istri dari Om Riko.


Tante Rina Ayuna termasuk jajaran petinggi negara negara yang ikut terlibat dalam Kasus Cantika group. dialah yang menjadi tangan perpanjangan untuk petinggi negara yang lain. jaringan mereka begitu rapi dan apik.


"Remon, Dadang. tolong jaga Tyas, kakak mau pergi sebentar."


"Remon ikut kak, kalau disini mas Dadang dan teh Tyas aman." Remon bersikukuh untuk denganKu.


"iya benar kak, Remon harus ikut sama kakak. kalau ngak, kakak ngak boleh pergi." ujar Tyas yang mendukung Remon.


Remon jago berkelahi jadi boleh juga, lagian Remon adalah orang yang saya kenal dengan loyalitas yang tinggi.


"baik, Remon ikut kakak."


Remon langsung bergegas, dia langsung memakaikan benda yang mirip kancing baju. dan Remon memintaku untuk memakai kamera berbentuk brush dan kemudian meraih laptopnya.


Bersama pengawal berjumlah 6 orang, kami berangkat ke kantor Tante Rina. dan sesampainya disana kami langsung disambut oleh security. dan kemudian atas perintah Tante Rina, kami dipersilahkan masuk. Remon tetap stay di belakang Ku.


"Cantika, ponakan Tante yang cantik. apa kabar kamu sayang?" ujar Tante Rina dengan sok akrab.


"ok, jika itu mau mu." ucap Tante Rina.


Tante Rina menekan tombol di atas mejanya. dan tidak berapa lama datang seorang perempuan yang masih Muda dengan membawa map biru. kemudian diberikannya kepadaku.


"pertama, kamu harus berusaha membuat namaku terhapus dari daftar terkait Cantika group. kedua, suruh Suami mu menghapus video asusila dari file Nya. ketiga usahakan putriku terbebas dari penjara karena kasus asusila yang disebabkan oleh Suamimu. dengan jaringan koneksi yang Tante punya, akan membantu Mu dari balik layar."


Permintaan sudah kuduga, tapi saya masih bertanya-tanya. kapan Daren bertemu dengan om Riko Suami Tante Rina ini.


"iblis tetaplah Iblis, rayuan pertamanya begitu menggiurkan tapi akhirnya sangat menyesatkan."


Tante Rina langsung tersenyum sinis ke arahku, dan kemudian menyuruh asistennya itu pergi.


"Cantika... Cantika... Suami Mu itu memang Kren. tapi asal kamu tahu dia sudah sudah bermain dengan suamiku di Hotel. kamu tahu kan maksud Tante? mungkin saja, kamu tidak bisa memuaskan hasrat Suami mu itu."


"saya tahu Suamiku seperti apa, dan yang jelas saya sudah tahu watak Tante seperti apa? hamil di luar nikah dan kemudian menikah karena terpaksa dengan seorang Gay. dan Tante hanya bermain dengan pria-pria lain karena suami Tante tidak doyan dengan perempuan."

__ADS_1


Terlihat wajahnya begitu emosi, dan langsung menyuruh kami untuk pergi dari ruangannya. tapi syukurlah dia terpancing dan aku berhasil menyulutkan emosi Nya.


Bersama Remon, kami kembali ke dalam mobil untuk pulang ke kantor. dan Remon terlihat sibuk dengan laptopnya.


"kak, tadi salah satu pengawal kumintak untuk mencolokkan USB ke komputer asistennya. lihatlah kak apa yang Remon peroleh." ucapnya kepadaKu sembari memberikan laptopnya.


Ya Tuhanku, hasil korupsinya tidak terhitung lagi. pantasan om Riko mampu membuat hotel, jadi sumber dananya dari hasil pajak rakyat.


"Remon, aman gak ini?"


"aman dong kak, kemampuan Remon tidak perlu di ragukan." ujar Remon dengan ekspresi bangga.


"kirim ke email kak."


"siap."


Remon langsung mengirimkan email itu, dan langsung ku teruskan ke seseorang. ini adalah umpan yang Bagus. Tante Rina belum tahu berhadapan dengan siapa.


"kak... itu kayaknya mobil bang Dokter Deh, tapi pengawal Nya kemana?" Kata Remon yang terkejut melihat mobil yang disamping kami yang kebetulan berada di lampu merah.


"ikuti mereka." perintah Ku kepada pengawal.


Mobil Daren menuju ke arah hotel, dan mereka turun di dropship. Daren masih bersama perempuan yang bernama Sisy itu yang mengaku sebagai mantan pacar Daren.


Aku dan Daren beserta 3 pengawal mengikuti mereka. perempuan itu terkejut setelah melihat kami berada di belakang mereka.


plak.... plak.... "tamparan ku melayang di kedua pipi perempuan itu.


Seketika itu juga kami menjadi pusat perhatian, Daren terlihat malu dengan perbuatan Ku dan menatapku dengan tatapan memelas.


Plak... " tamparan ku melayang lagi di pipi Daren, dan wanita yang bersama Daren hendak melawan dan langsung di bekuk oleh Remon.


"dasar pelakor. kamu sudah kalau laki-laki yang bersama Mu sudah beristri, tapi kenapa kamu masih mendekati Nya.?" ujar kepadanya.


Tak.... tak.... tak... " suara sepatu wanita paruh baya yang mendekati kami.


Wanita paruh baya itu dengan berpenampilan elegan langsung menarik lengan baju perempuan yang bersama Daren, dan Remon melepaskan perempuan itu dan akhirnya terjatuh dan tersungkur di lantai dengan posisi telungkup. wanita paruh baya membalikkan badannya menendang wajah perempuan itu.

__ADS_1


Dengan amarah nya wanita paruh baya itu menginjak perutnya dengan sepatu hak tingginya, dan perempuan itu meringis kesakitan.


__ADS_2