
Hakim menyatakan sidang di istirahat kan selama satu jam, Dr zakob sebelum pergi memberikan nomor kontak Nya kepadaKu, seraya berkata ingin bicara dengan Ku jika semua perkara ini selesai.
Persidangan di mulai, dan semua sudah duduk pada tempatnya. yang mulia Hakim mempertanyakan apakah masih ada saksi yang akan dihadirkan oleh Tim Kuasa hukum kami, dengan tegas Gopas menyatakan masih ada.
Setelah memperkenalkan nama sebagai Tiodor Saroha. dan bersumpah demi kebenaran, saksi yang Tiodor sudah siap untuk memberikan kesaksiannya.
"saudara saksi, apakah Anda mengenal terdakwa? dan apa yang saudara ketahui tentang terdakwa" tanya memulai.
"Saya tidak mengenal terdakwa yang mulia Hakim. dulu saya bekerja di kantor pusat Cantika grup sebagai kepala Accounting atau Kepala pembukuan keuangan. ada hal-hal yang mengganjal di bagian keuangan, semenjak Direktur Berlin bank diganti. form aplikasi perhitungan pajak seperti biasa sudah dikirim oleh masing-masing anak usaha Cantika Group. dan anehnya setoran pajak masing-masing setiap anak perusahaan mintak dana cash. dan itu tidak pernah terjadi, biasanya bagian timKu yang langsung menyetor ke bank milik daerah secara langsung.
Bukti pembayaran pajak yang saya terima berbeda, biasanya bukti bayar pajak hanya ditandatangani dan di stempel oleh teler Bank. tapi kenapa bukti pembayaran pajak langsung ditandatangani Direktur Bank Nya.
Direktur Bank tidak pernah menandatangani bukti setoran pajak. dan ketika saya pertanyaan hal ini kepada keuangan masing-masing anak perusahaan Cantika Group, mereka dengan kompak berkata ada perubahan aturan tentang skema pembayaran pajak penghasilan badan usaha.
Yang mulia Hakim, saya lulusan Cumlaude manajemen dari universitas Negeri. jadi tidak segampang itu saya mudah dibohongi, dan secara diam-diam saya meneliti semua ini.
Karena niat saya tulus dan penyelidikan saya dipermudah, seseorang dari micro finance dari Berlin bank mengirim email ke saya, dan isinya adalah tentang korupsi dan penggelapan pajak dari direktur Berlin bank. dan bukan hanya itu yang mulia Hakim, dari semua anak perusahaan Cantika Group juga melakukan hal yang sama.
Dan yang mengejutkan lagi yang mulia Hakim, tentang ekspor senyawa kimia yang diproduksi oleh Cantika Farmasi. saya juga menerima email pesanan dan harus harus tandatangani. dan tentunya saya selidiki dan dari situlah saya tahu Cantika farmasi tidak lagi memproduksi obat untuk medis tapi melainkan senyawa kimia untuk bahan baku senjata bio kimia.
saya ingin melihat lebih dalam lagi permainan mereka, dan akhirnya pesanan tersebut saya tandatangani. semakin ke sini, para pegawai Cantika group semakin banyak yang terlibat.
Perlahan saya mengumpulkan bukti-bukti yang saya peroleh, berkat bantuan dari sahabatku. ternyata sistem pembayarannya menggunakan bitcoin dan semacam pembiayaan finansial yang belum mendapatkan izin dari instansi terkait."
Penjelasan Tiodor, mampu membuat seisi ruangan ini terdiam. begitu banyak rahasia yang merenggut nyawa manusia yang bersalah demi kerakusan.
__ADS_1
"terimakasih saudara saksi atas penuturannya, kepada Penasihat hukum terdakwa dipersilahkan untuk bertanya."
"terimakasih yang mulia Hakim. baik saudara saksi, anda mengatakan bahwa saudara saksi akhirnya menandatangani pesanan untuk membuat senyawa kimia tersebut. dari mana anda mengetahui kalau pesanan itu adalah senyawa kimia seperti yang tuturkan? dan pastinya anda menerima honor karena menandatangani pesanan tersebut. benar demikian?" pengacara terdakwa bertanya seperti memojokkan.
"bapak pengacara yang terhormat, sebelum saya diterima bekerja di Cantika Group, saya dulunya Magang di kantor pusat Cantika grup selama 6 bulan, dan kemudian saya langsung direkrut untuk bekerja di kantor pusat Cantika grup. bahkan sebelum saya menyelesaikan kuliah ku, yang artinya saya sudah bekerja selama 6 tahun sebelumnya. dan selama itu berdasarkan laporan dari Cantika farmasi, pabrik Cantika farmasi tidak pernah ekspor produk Nya ke luar negeri. produk dari pabrik Cantika farmasi hanya di distribusikan di dalam negeri saja, kenapa? karena instansi pemerintah yang terkait menunjuk Cantika farmasi untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan di negeri ini.
Jujur saya memang tidak mengerti jenis-jenis obat-obatan, karena saya bukan ahli farmasi. akan tetapi pesanan yang ku tandatangani berbeda dari pesanan sebelumnya.
Kebetulan adikku bekerja di badan instansi pemerintah yang mengawasi obat-obatan, saya mintak tolong di cek dong. emang ngak resmi, dari hasil penelitian dan penjelasan Adikku yang mengatakan kalau pesanan itu adalah senyawa kimia untuk bahan baku senjata bio kimia. Mengenai honor, saya tetap dibayar dengan gaji seperti biasa besarta bonus dan tunjangan lainnya." penjelasan Tiodor begitu sederhana dan mudah dimengerti.
"saudara saksi mengatakan, banyak pegawai kantor pusat Cantika grup yang terlibat. yang menerima fee dengan bitcoin, terdengar pernyataan anda sangat hebat. kenapa anda tidak bertindak?"
"tidak segampang itu bertindak fulgoso."
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
"harap tenang saudara-saudara. penasihat hukum pelapor dipersilahkan untuk bertanya." tegas Hakim.
"terimakasih yang mulia Hakim. saudara saksi pernah meminta tolong kepada saya untuk mengambil kasus korupsi di perusahaan teman Anda, tapi kemudian menghilang tiada jejak. akan tetapi baru-baru ini anda mengirimkan kepada saya email berupa Bukti yang telah kami lampirkan. dan saat saya telepon anda tidak mau berbicara dengan saya, dan meminta saya untuk memblokir nomor handphone saudara saksi. dan anda berjanji akan bersedia menjadi saksi jika diperlukan. apa yang sebenarnya terjadi kepada anda?" Lindung bertanya.
Lindung adalah rekan Gopas, sebagai penasihat hukum kami, dan saat itu memang benar ada seseorang mengirimkan email kepadaNya.
"Setelah mengumpulkan Begitu Bukti, mulai dari Kasus penggelapan pajak, korupsi anak perusahaan Cantika Group, produksi senyawa kimia, dan terakhir jual-beli organ tubuh manusia. bersama Dokter Zakob, direktur rumah sakit Cantika, Bapak Riko Tio Budiman, kepala micro finance Berlin bank. dan Dirga, kepala pengawas dari Cantika farmasi, bersama-sama kami melaporkan kepada pimpinan Cantika group.
Suami-istri yaitu Pimpinan Cantika group, tewas Karena tabrakan tunggal, Rido Tio Daren, ditemukan tewas dalam koper Besar dengan tragis, seluruh organ tubuhnya hilang, Dirga tewas tanpa sebab yang pasti. Dr. Zakob rumahnya dibakar dan kakinya puntung serta istrinya meninggal, adikku harus tewas karena melindungi ku.
__ADS_1
Bapak penasihat hukum, yang mulia Hakim dan saudara-saudara yang hadir di tempat ini, saya takut dan trauma. Selain yang aku sebutkan tadi masih banyak lagi korban yang tewas.
Pengembangan Cantika farmasi juga banyak menelan korban nyawa, dan harta benda dari orang-orang yang tidak bersalah. dan hal itu membuat saya semakin takut dan trauma, p..i..m...p...i..nam Cantika group bisa tewas, bagiamana dengan saya."
iks....hiks...hiks........
Tiodor tidak sanggup lagi berbicara, dia tangisannya pecah dan membuat beberapa di ruangan ini ikut menangis.
"ibu Cantika! saya mohon maaf karena tidak bisa langsung menemui ibu. saya tahu kalau ibu sudah menggantikan pimpinan Cantika group. tapi saya belum berani muncul, karena masih trauma dan takut. yang membuat ku berani adalah adanya yang membongkar Nya, dan saya menonton acara televisi reality kehidupan. dan di televisi saya lihat bahwa Pak Gopas sebagai penasihat hukum yang menangani kasus ini.
Tekad saya bulatkan untuk muncul lagi, walaupun hatiku ini masih sakit dan hancur ibu Cantika. tapi demi keadilan untuk rekan-rekan saya yang tewas karena iblis berwujud manusia.
Yang mulia Hakim, bapak penasihat Hukum, dan ibu Cantika, saya merasa seperti pengecut karena lari dari masalah ini. tapi saya takut dan trauma, bapak-ibu. lihat lah ibu jariku kanan dan kuping kiri telah tiada, dan ini semua karena preman yang menghajar aku dan keluargaku di rumah."
Berkali-kali Tiodor menyeka air matanya, dan berusaha untuk tegar dan kemudian menatap yang mulia Hakim sambil mengepalkan kedua tangannya untuk bermohon.
"yang mulia Hakim, adik perempuan ku, Mama ku dan juga Suamiku tewas karena manusia iblis yang berbaju orenge itu, dan beberapa petinggi di negara ini. saya memohon kepada yang mulia Hakim untuk keluarga ku yang tewas dan korban-korban lainnya, untuk memberikan keadilan yang seadil-adilnya. saya sangat berharap yang mulia Hakim menghukum yang seberat-beratnya untuk para manusia iblis itu."
Pinta Tiodor dengan berurai air matanya, terlihat yang mulia Hakim menarik napas panjang, dan kemudian menatap Tiodor dengan begitu teduhnya.
"saudara saksi, jika Anda berada di posisi saya. hukuman apa yang saudara saksi berikan kepada mereka?" tanya yang mulia Hakim.
"saya akan sita semua harta mereka, kemudian membagikan kepada keluarga para korban, dan menghukum mati para pelaku dan mengumumkan Nya di seluruh media di negeri ini. untuk mengabarkan kepada seluruh masyarakat di negeri ini bahwa kejahatan tidak pernah ada tempat untuknya."
"baik saudara saksi, saya akan pertimbangan saran dari saudara saksi."
__ADS_1
Yang mulia Hakim tersenyum menanggapi Tiodor, dan semuanya hanya terdiam. tapi saya pribadi setuju dengan pendapat dan saran dari Tiodor.