DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Tyas di Lamar secara Resmi.


__ADS_3

Hasil yang memuaskan, hukuman yang Riko terima sama dengan hukuman yang diterima oleh Imran. begitu juga dengan Dokter Indra Dermawan beserta timnya yang terlibat.


Tidak satupun dari mereka yang mengajukan banding, hingga akhirnya mereka di eksekusi mati. dan semua harta mereka di sita negara dan lelang.


Para keluarga korban perlahan diberi santunan dari hasil pelelangan para terdakwa yang telah di hukum mati.


Tiga bulan telah berlalu, Cantika group kembali pada titik kemajuannya. pemukiman warga kumuh sudah berubah menjadi lebih manusiawi. dan Semua warganya sudah bekerja di pabrik Tyas.


Tyas konfeksi, itulah nama pabrik pakaian jadi itu, bekerja kerja keras semua berjalan dengan baik. bulan pertama launching produk Tyas konfeksi terjual hampir senilai 1milyar rupiah.


Rumah sakit juga demikian, citranya sudah bangkit kembali berkat kerja keras Daren, profesor Azma dan Tim nya.


Mertuaku juga sudah Siuman, sekarang tinggal pemulihan saja. tapi sampai sekarang Remon dan Tyas belum menikah Juga.


Hubunganku dengan Daren semakin renggang, akhir-akhir ini Daren lebih sering menginap di rumah sakit untuk menjaga MamaNya.


Sore hari yang indah, Aku terduduk santai di kursi taman sendirian sambil menikmati secangkir teh hangat. dan Tyas terlihat hendak menghampiriKu.


"selamat sore kakak ku sayang." ujarnya menyapa dengan sangat berbahagia.


"selamat sore juga Tyas, bahagia benar ya. habis dari mana emang Nya?"


Tyas tidak langsung menjawab pertanyaan dariku, malah memeluk Ku, kemudian melepaskannya pelukannya dan seraya menatap ku. dan akhirnya Tyas duduk juga.


"Tyas... ada apa dengan Kalian? padahal kita sudah melamar Remon loh, kenapa belum kelanjutannya?" Adikku itu hanya tersenyum menanggapi perkataan ku.


"itulah yang akan Tyas beritahu kepada kakak, besok malam Remon dan keluarganya secara resmi akan datang untuk melamar Tyas. hal ini juga sudah Tyas beritahu kepada bang Daren.


Bang Daren dengan sukacita menyambut nya kak, dan besok bang Daren akan stay di rumah. Tyas ingin kakak dan bang Daren bersedia menerima keluarga Remon untuk melamar ku Kak."


Kali ini aku yang memeluknya, karena terharu. rasanya sangat bahagia melihat adikku ini akan menikah dan memulai kehidupan yang baru.***


Pagi-pagi sekali Daren sudah menyiapkan pakaiannya untuk menyambut kedatangan keluarga Remon nanti malam.

__ADS_1


"Bu bos, ini kemeja yang ibu bos belikan. yang mana lebih pas untuk dipadukan dengan setelan jas ini?" Daren bertanya dengan penuh semangat.


"uhmmm.... kemarin itu aku baru beli dress berwarna hijau toska. sangat cocok jika berpadu dengan stelan kamu nanti, tapi jangan pakai jas ya. terlalu formal banget, kan ini baru Lamaran bukan pernikahan."


"maaf Bu bos, hanya punya stelan jas. itu pun cuman dua. trus gimana ini?" Daren terlihat cemas.


Langsung teringat bahwa aku pernah membelikan Daren tiga blazer berikut dengan celana panjang warna senada. yang belum sempat ku berikan kepadanya.


Langsung ku buka lemari, dan syukur masih rapi tergantung di dalam lemari dan Aku memilih warna Hitam polos.


"pakai ini saja, dan ini cocok dengan kemeja hijau toska itu." ujar ku sambil memberikan stelan blazer itu


"Bagus, pas lagi ukuran ku. terimakasih ya Bu bos." ucapnya dengan tersenyum.


Daren kemudian membereskan dokumen-dokumen yang berada diatas mejanya dan Kemudian membereskan beberapa barang-barang dalam lemari pakaiannya. kemudian mengantungkan pakaian itu di lemarinya.


Kemudian turun kebawah, dari atas tangga ini terlihat Daren sibuk menggeser sofa dan kursi yang dibantu oleh pengawal.


Kulangkah kakiku menuju kamar Tyas, dan Adikku itu sibuk memilih perhiasan yang akan dipakainya.


"kak, kok Deg-degan gini ya." ungkapnya kepada Ku.


"wajar, karena ini adalah acara penting dalam hidupmu, inti nya kamu yakin dan percaya serta ikhlas ya sayang."


"terimakasih ya kak atas semuanya. kakak adalah keluarga yang Tyas punya dan yang terbaik, I love you kak Cantika." jawab Nya dengan penuh haru.


"I Love to Tyas."


Kami berdua langsung berpelukan dan tanpa terasa air mataku mengalir di pipiku, dan langsung ku seka. tapi Tyas mengetahui Nya.


"kak, Tyas tidak bisa memberi nasihat kepada kakak. Tyas hanya berharap kalau bang Daren adalah orang yang tepat untuk Kakak."


Lagi-lagi kami hanya bisa berpelukan, dan kemudian tersenyum kembali. tidak berapa lama stylish dan Make over profesional sudah Tiba.

__ADS_1


Tyas langsung di tawarkan beberapa gaun yang sopan, dan terakhir Tyas memilih gaun yang setengah nya berbahan brokat.


Stylish menyuruh kami mandi untuk bersiap-siap di make over, Tyas langsung mandi duluan setelah Tyas keluar dari kamar mandi dengan memakai kimono, stylish dan MUA nya langsung beraksi.


Aku masuk kamar dan mandi, selesai mandi dengan memakai kimono. saya langsung ke kamar Tyas.


Sempat tertidur pulas karena Tyas sangat lama di make over, dan sekarang giliran Ku. selesai di make over stylish membantu Tyas terlebih dahulu berpakaian dan di make over kembali.


Setelah selesai make over, Tyas begitu cantik dan anggun. Tyas terlihat begitu manis dan aura terpancar dari raut wajah yang bahagia itu.


Ternyata sudah jam 7 malam, dan kami berdua keluar dari kamar Tyas menuju ruang tamu untuk menyambut keluarga Remon.


Daren yang sudah siap duduk bersama Gopas dan rekan-rekannya. Daren terpesona melihat penampilan ku malam ini.


"bro... biasa aja liat bininya, jangan gitu dong, hargai sahabat mu yang jomblo ini." Gopas meledek Daren yang terlihat mengagumi kecantikan ku.


Tidak berapa lama rombongan keluarga Remon sudah Tiba dan disambut oleh Daren serta Gopas dan kemudian di persilahkan duduk di atas ambal yang telah tersedia.


"kau terlihat gagah anak muda, Abang akui. kamu memang hebat." ujar Gopas yang memuji penampilan Remon.


Remon yang didampingi oleh Dadang, memang begitu tampan dan berwibawa. itulah sebabnya adikku Tyas jatuh hati kepadanya.


"terimakasih atas pujian abang. Remon yakin akan segera Abang menemukan gadis yang tepat untuk Abang yang selalu setia menjomblo."


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Kami semua malah tertawa, Karen Remon menyahut omongan Gopas. yang seperti menyindirnya.


Acara di Mulai, penatua yang dibawa Keluarga Remon tidak kalah kocaknya dengan calon mempelai prianya.


Acara seserahan di Mulai, diwakili oleh Daren Suamiku untuk menerima seserahan tersebut. dan di lanjutkan dengan penawaran mahar. setelah itu dilanjutkan dengan acara makan malam Bersama.


Setelah Nya, acara dilanjutkan kembali. yaitu pemilihan tanggal akad nikah yang sekaligus resepsi pernikahan.

__ADS_1


Acaranya berjalan lancar dengan khidmat dan kebahagiaan. selera humor penatu adat menambah kesan tersendiri di acara pertunangan ini.


__ADS_2