DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Hari Bahagia


__ADS_3

POV Daren.*


Seperti ada yang menggodok batang Ku, dan kulihat samar-samar Istriku sudah naik ke atas tubuhku dan menuntun batang milikku masuk di liang Nya yang nikmat dan tentunya sudah basah.


Senyuman Istriku yang sangat seksi saat menyambut mataku yang mulai terbuka. Istriku terlihat begitu beringas bermain di atas batang MilikKu.


Baru beberapa menit, Istriku sudah berhenti menggoyang dan mencabut batang milikku yang bersarang di liang Nya.


Perlahan Istriku rebahan di sampingku dan kedua gunung kembarnya langsung ku raih dan puncaknya ku mainkan.


Tidak berapa memainkan puncak miliknya, kedua kakinya sudah di renggang kan pertanda dia sudah siap. dan langsung saja permainan.


Erangangnya membuat semakin bersemangat untuk bermain, dan semakin lama erangannya tidak terkontrol dan terasa cairan sudah muncrat dan ku goyang lagi.


ah...... lahar ku akhirnya bersemayam di dalam ling nya yang hangat itu, rasanya begitu nikmat dan puas dan tetap ku goyang secara perlahan dan akhirnya batang milikku ku cabut dengan perlahan.


Kami berdua terbaring dengan lemas dan seperti biasa Istriku langsung menyenderkan kepalanya di dadaku.


"mas, terimakasih atas kepuasan yang mas berikan pagi hari ini." ucapnya sambil meraba perut ku.


"sama-sama sayang, Neng sangat luar biasa." jawab ku kepadanya.


Gemas melihat tingkahnya, dan ku kecup keningnya. tapi tangan nakal nya mulai merayap ke batang MilikKu dan akhirnya mulai berdiri lagi.


"sayang, main di bathtub yuk." ujarnya seraya bangkit dari atas dadaku.


Tangannya menarik Ku ke kamar mandi, sesampainya di kamar tapi bukan langsung menuju bathub tapi Istriku membersihkan batang milikku yang tegak dengan air shower.


Setelah itu batang ku bersih, istriku langsung mengambil posisi dengan berpegangan di dingding dan langsung kami bermain dengan berirama.


Setelah cairan Istriku keluar kakinya terlihat gemetaran, memberiNya istrihat sejenak dan langsung menuju bathub.


Di bathtub ini kami berpadu cinta lagi hingga akhirnya hasrat kami terpuaskan. dan berakhir mandi bersama.


Selesai bergelut dalam ikatan cinta sampai kami tidak sadar kalau sekarang sudah jam 9 pagi, seperti biasanya Mpok Sri tidak pernah mendatangi kamar kami sebelum jam 10 siang.


Setelah puas dengan kenikmatan cinta, kami berdua bersiap untuk berangkat ke acara peresmian masjid. selesai sarapan kami pun berlalu untuk ke acara peresmian tersebut.**

__ADS_1


Remon dan kedua orangtuanya menyambut kami berdua dan membawa kami untuk berbaur dengan tamu yang lainnya. makan dan bersilaturahmi dengan yang lainnya.


Tanpa terasa waktu sholat Jumat pun tiba, para tamu undangan dan para siswa serta guru sudah bersiap untuk potong pita dan Syah masjid di buka untuk umum dan ini pertama kalinya sholat Jumat berjamaah setelah di renovasi.


Selesai sholat, Remon langsung menarik tanganKu. kami berdua duduk di salah meja, tidak berapa lama muncul Dadang dan kemudian menyusul istriku dan Tyas.


"mas Dadang, mana cewek yang mas taksir? dan siapa namanya?" tanya Remon dengan sangat penasaran tapi lebih tepatnya kepoh.


"itu yang memakai jilbab merah, dan namanya Hikmah." jawab Dadang.


Dadang menunjukkan cewek yang ditaksir Nya yang sedang duduk dengan beberapa wanita lainnya, mungkin sesama guru di sekolah ini.


Remon dengan sigapnya menuntun kami ke arah cewek tersebut, memang cantik tapi Istriku jauh lebih cantik dari cewek itu.


Sesampainya di meja tersebut, Remon langsung berhadapan dengan cewek yang bernama Hikmah itu sambil memegang tangan Dadang.


"assalamualaikum." sapa Remon.


"walaikumsalam." jawab mereka.


"dengan ibu Hikmah kah?" tanya Remon kepada cewek berjilbab merah tersebut.


"perkenalkan, nama saya Remon, dan ini Tyas Istriku. yang berdiri di samping Istriku kakaknya dan yang disampingnya suami kakak Iparku. kami berempat adalah sahabat dari mas Dadang.


Tujuan kami datang kemari untuk menemui sahabat kami untuk bertanya kepada ibu Hikmah, sudah kiranya ibu Hikmah memberikan waktu kepada sahabat kami ini untuk menyampaikan niatnya." ucap Remon dengan sangat tegas.


"iya silahkan." ujar Hikmah.


Remon langsung mendorong Dadang untuk maju dan akhirnya Dadang sudah berada di hadapan hikmah yang sudah berdiri saat bersalaman dengan Tyas dan Istriku.


"mas Dadang, ngomong. buruan...." desak Remon kepada Dadang.


Dadang yang hanya terdiam, dan ketika Remon mendesaknya Wajahnya Seketika menjadi merah.


"Hikmah, mau kah kamu jadi Istriku?" ujar Dadang dengan tiba-tiba.


Kami semua pun hanya bengong melihatnya, dan wajah Hikmah terlihat bahagia tapi malu-malu.

__ADS_1


"bisa di ulangi lagi?" tanya hikmah dengan suaranya yang pelan.


"Hikmah, maukah kamu menjadi Istriku." jawab Dadang dengan sangat lantang dan tegas.


Hikmah tidak langsung menjawab tapi malah berlalu meninggalkan kami yang kebingungan di sini tanpa jawaban jelas dariNya.


Tidak berapa, Hikmah datang bersama kedua orang tua Dadang dan dua pasang suami Istri yang seumuran dengan orang tua Dadang dan sudah berdiri di hadapan kami.


"silahkan duduk semuanya." ujar papanya Abi nya Dadang.


Kami semua sudah duduk, Remon dengan sigapnya mengambil kursi yang kurang untuk kami dan akhirnya kami duduk di meja ini.


"Mas Dadang, kedua orang tua ku dan kedua orang tua mas sudah berada disini. silahkan utarakan kembali kemauan mas."


Pinta Hikmah kepada Dadang, dan Remon langsung mencubit lengan Dadang dan akhirnya Dadang berdiri dengan tegak menghadap kedua orang tua Hikmah.


"pak, Bu. saya berniat dan tulus untuk melamar Hikmah putri bapak dan ibu. Sudi kiranya untuk memberikan restu kepada Dadang untuk menikahi Hikmah."


Ucap Dadang dengan tegas dan berwibawa. sejenak kami semua terdiam, dan kemudian Abi nya Hikmah menoleh ke arah Dadang.


"setuju, umi gimana?" jawab abinya.


"umi setuju, tapi kembalikan kepada Hikmah. Nak... apakah Hikmah bersedia menjadi istri nak Dadang?"


"bersedia tapi dengan satu syarat. mas Dadang tidak bisa berpoligami, jika selama Hikmah bisa melayani mas Dadang.


Mas Dadang hanya boleh berpoligami ketika Hikmah sudah tidak bisa melayani mas Dadang lagi di karenak sakit yang menahun dan tidak bisa memberikan keturunan kepada mas Dadang, dan jika sudah menikah hendaknya Hikmah bisa terus mengajar di sekolah ini. dan insyaallah Hikmah akan berusaha menjadi istri yang baik untuk mas Dadang."


Ucap Hikmah dengan penuh haru, dan perempuan berjilbab merah itu kemudian menoleh Dadang.


"ya, syarat Dadang terima. karena Dadang sudah terbiasa setia. lihat ni Remon, dia menjadi sahabat ku karena Dadang sahabat sejatinya. dan untuk istri yang bekerja itu tidak masalah, istri sahabatku ini dan Istri pak Dokter juga kerja. tapi mereka tetap harmonis dan bahagia, semua tergantung akan sikap kita kelak nantinya.


Saya mau nanya, pria yang kemarin yang datang melamar dek Hikmah gimana itu?"


"namanya Raden, Hikmah sudah menolaknya mas, karena Hikmah sukanya sama mas Dadang."


Ha......

__ADS_1


Dadang melompat karena bahagianya, kedua orangtuanya akhirnya menenangkan Anaknya dan hal itu membuat kami menjadi tertawa dan Hikmah hanya tersenyum tersipu malu.


__ADS_2