DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Dukungan


__ADS_3

"Bagaimana kabar Mamanya bang Daren kak?" tanya Tyas setelah tiba diruangan Daren bersama Gopas.


"operasi nya berjalan lancar, semoga beliau bisa melewati masa kritisnya."


"Amin...."


Ujar Gopas dan Tyas dengan serentak, dan kemudian kami sejenak terdiam, Gopas akhirnya menolehku.


"Bu Cantika, tadi Profesor Azma sudah menghubungi Ku perihal penggabungan saham Cantika Farmasi dan rumah sakit. selanjutnya bagiamana mana Bu?" tanya Gopas kepadaKu.


"itulah sebabnya kita berada Disini, jadi begini. dulu almarhumah kakek dari pihak Papa membuat wasiat, jika saya menikah dengan laki-laki. maka tanah perkebunan yang ada di puncak akan menjadi milikku dan tanah itu sudah bersertifikat dan sudah beralih ke atas namaku. luas tanah kurang lebih seluas 10 hektar.


Nilai investasi yang ditinggal almarhum Kakek ada senilai 5 milyar Rupiah belum termasuk suku Bunga bank-nya. dengan uang investasi dari almarhum Kakek yang sudah cair ke rekening Ku dan jika ditambah tanah seluas 10 hektar itu, apakah kira-kira bisa mengakuisisi saham Cantika Farmasi?"


Gopas tercengang mendengar penuturan dariKu, tapi Tyas malah tersenyum karena ekspresi Gopas.


"Kenapa bang Gopas? kok aneh gitu ekspresi Abang?" tanya Tyas yang masih tersenyum melihat ekspresi Gopas.


"ah.... oh ya, ngak apa-apa. berdasarkan data-data mengenai nilai saham Cantika Farmasi yang diberikan oleh Tyas, jika digabung saham ibu dengan saham Tyas. maka akan menjadi pemilik saham mayoritas, dengan adanya modal 5 milyar beserta bunganya saya rasa cukup. tapi untuk sekedar jaga-jaga kita gadaikan saja perkebunan ibu, gimana setuju?"


"setuju, Tyas dan pak Gopas tolong di tangani ya. kapan kita bisa rapat pemegang saham?"


"besok juga bisa, tinggal menghubungi para pemegang saham saja. karena pemegang saham lainnya juga mendukung kita." jawab Tyas dengan percaya diri.


"ok karena kesepakatan ini, mari kita laksanakan." ujar Gopas dengan Yakin.

__ADS_1


Pertemuan singkat ini begitu cepat dan membuahkan hasil yang maksimal, kami semua beranjak pergi untuk melaksanakan tugas masing-masing.


Berada di ruang rawat Daren, Mama dan Papanya Remon datang. katanya untuk menggantikan aku berjaga malam ini, sebenarnya aku ingin disini terus sampai Daren sembuh.


Tapi kata Mama nya Remon, tugas belum selesai dan harus segera diselesaikan. dengan sedikit memaksa dan dibujuknya, akhirnya Aku pulang ke rumah bersama Tyas serta Remon dan Dadang.


Selama perjalanan pulang, pikiranku masih di ruang rawat Daren. bagiamana dengan keadaan Daren dan bagaimana keadaan mertuaku dan sebagainya.


"kak.... kakak tenang ya kak, Bapak dan Emak akan menjaga bang Daren dan bude. kami itu sudah seperti keluarga. dan jika bang Daren nantinya sudah Siuman pasti akan dikabarin." ucap Remon dari bangku belakang mobil.


"terimakasih ya Remon atas semua dukungan mu, rekan-rekan kerjamu, keluarga mu dan semuanya. kakak tidak harus membalas dengan apa?"


"dengan menghajar mereka semua para iblis itu, kakak sudah membalasnya kepada kami. kakak tenang dan jangan banyak pikiran ya."


"oh ya kak, para pemegang saham siap untuk rapat besok jam 10 pagi. mereka begitu antusias mendengarkan hal itu semua."


"kerja bagus Tyas, mudah-mudahan semua berjalan lancar."


Amin......


Dengan serentak kami mengucapkannya, dan akhirnya kami sampai di rumah, begitu sampai dirumah kami langsung menuju kamar masing-masing.***


Para pemegang saham sudah hadir semua berdasarkan absen yang dibacakan oleh Tyas, dan Gopas sudah berada di atas podium.


"Segala puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Tuhan yang maha kuasa, sehingga kita bisa melakukan rapat pemegang saham ini, agenda kali adalah peleburan pabrik Cantika farmasi dengan rumah sakit Cantika.

__ADS_1


Bapak ibu para pemegang saham, setelah melakukan berbagai upaya yang pada akhirnya pemerintah daerah dan pihak terkait akhirnya menyetujui pabrik Cantika farmasi beroperasi kembali. tapi dengan syarat harus Berkolaborasi dengan rumah Sakit Cantika.


Untuk memulai kembali, kita butuh dana Besar. akan tetapi ibu Cantika sudah memiliki dana cash senilai 7 milyar Rupiah, dan juga perbankan sudah menyetujui Agunan sebesar 7 Milyar Rupiah untuk perkebunan ibu Cantika yang berada di puncak dan saya rasa ini sudah cukup. akan tetapi jika Bapak ibu para pemegang saham masih memiliki dana Lebih, tidak salahnya untuk berinvestasi.


Bapak-ibu, ini hanya berupa ajakan, bukan pemaksaan ya. mohon untuk di sikapi lebih bijak. kita tahu bahwa permasalahan yang kita alami secara bersamaan."


"Saya setuju pak Gopas, dan berdasarkan laporan rumah sakit Cantika. dengan adanya penemuan Dokter Daren dan tim-nya yang hebat itu yang pastinya akan membangkitkan citra rumah sakit. dengan ini saya Novi Devita, akan berinvestasi untuk Cantika farmasi sebesar 2 milyar Rupiah.


Kenapa saya Begitu yakin? karena saya melihat orang-orang yang bekerja di Cantika Group akan dikembalikan. dulu saya sangat mengenal pendiri Cantika group dengan baik dan orang-orang yang hebat yang direkrutnya. laba atas saham ku sangat optimal saya terima, tapi karena manusia tamak itu semua hancur. dan saat nya kita bangkit lagi, yang namanya dunia usaha pasti pasang surutnya dan itulah yang disebut dengan resiko.


Pribadi pimpinan Cantika group yang baru beserta dengan tim-nya adalah orang-orang yang hebat. terlihat dari caranya menghajar semua manusia iblis itu. oleh karena itu saya percayakan uang ku untuk dikelola oleh Cantika group melalui pabrik Cantika farmasi dan rumah sakit. sekian pak Gopas dari saya, salam perjuangan."


Prok....prok....prok....prok.... "suara tepuk tangan memenuhi ruangan ini karena pernyataan dari pemilik saham bernama Novi Devita.


Novi juga yang melaporkan Farel ke pihak berwajib, dan dia begitu kekehnya saat berhadapan dengan Farel ketika rapat pemegang saham waktu itu.


"nama saya Andre, saya hanya Pemilik saham sebesar 12 persen di rumah sakit Cantika. terlebih dahulu saya mintak kepada ibu Cantika selaku pimpinan Cantika group. karena sempat meragukannya, setelah melihat semua perjuangan ibu Cantika dan Tim-nya.


Saya semakin yakin kalau kita akan bangkit lagi, laba yang diperoleh dari saham saya selalu optimal hingga akhirnya mulai tidak jelas karen manusia tamak itu. dan sebagai dukungan dariku saya menginvestasikan uang senilai 1 milyar untuk dikelola oleh Cantika Group. dan semoga kita akan semakin jaya lagi.


Untuk Profesor Azma dan Tim nya, serta Dokter Daren. saya ucapkan terimakasih atas persetasi nya. sekali lagi untuk ibu Cantika saya mohon maaf karena telah meremehkan ibu, dan ucapan saya tarik kembali. ibu Cantika dan Tim nya sangat luar biasa."


Unangkap Nya dengan begitu semangat, dari perkiraan setelah rapat pemegang saham di tutup, kami memperoleh dukungan dana senilai 20 milyar Rupiah, dan itu dugaan kami.


Niat yang tulus, kerja sama yang baik dan tentunya dengan kerja keras. para tim yang sangat luar biasa, kemenangan akan segera kita peroleh.

__ADS_1


__ADS_2