DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Menyusun Rencana Baru.


__ADS_3

Bukan hanya masa lalu Remon yang kelam demikian juga dengan Tyas Adikku. iblis memang menang saat itu, tapi tidak untuk sekarang.


Tyas dan Remon sudah kembali tenang, dan kami semua terduduk di sofa. Dadang dengan hati-hati memberikan kami dokumen baru.


"Dadang sudah kangen sama Abi dan Umi, Dadang tidak ingin membuat mereka khawatir. jadi lebih kita lanjutkan peperangan ini, dan kebenaran harus kita ungkapkan." ujarnya dengan penuh keyakinan.


"ya benar, kita harus menyelesaikan ini. walaupun penuh tangisan tapi kebenaran harus kita ungkapkan." tambah Gopas menyambung omongan Dadang.


Gopas mengambil tasnya, dan mengeluarkan beberapa dokumen kemudian meletakkannya diatas meja.


"Bu.. besok pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut kepada Dokter Indra Dermawan dan tim-nya, dan tentunya ini akan berkaitan dengan kasus Imran, dan Riko." ungkap Gopas.


"kenapa polisi bisa secepat melimpah berkasnya?"


"karena desakan Netizen Bu." jawab Gopas.


Kami kembali terdiam dan kembali fokus ke dokumen yang bertumpuk di depan kami. sementara Remon sibuk melihat handphonenya.


Haaaa.......... " ucap Remon yang terlihat kaget.


"kenapa? " tanya Dadang kepadanya.


"bang Dokter melaporkan kasus senyawa kimia yang diproduksi oleh Cantika Farmasi dan polisi langsung menggerebek pabrik tersebut.


Tyas langsung menyalakan televisi, dan mencari saluran televisi yang menyiarkan berita update.


"pemirsa... Direktur rumah sakit Cantika melaporkan kepala Polisi, akan pabrik Cantika farmasi yang mengelola senyawa kimia untuk bahan baku senjata bio kimia.


Senyawa kimia tersebut di ekspor ke beberapa negara di timur tengah, antara lain. Suriah, Iran dan Pakistan. dan ke beberapa negara benua Eropa, dan juga negara Rusia.


Pihak kepolisian belum mengkonfirmasi laporan tersebut, akan tetapi kami telah mendapatkan bukti-bukti lain yang dikirimkan oleh narasumber yang tidak mau disebutkan namanya. alasannya karena ini terkait dengan keselamatan dirinya.


dilayar kaca anda sudah terpampang akan bukti yang kami peroleh, sangat mengejutkan..

__ADS_1


Tiba-tiba saja televisi itu dimatikan oleh Gopas, dan kemudian menatap kami dengan tatap khawatir.


"Bu.. kita harus hati-hati, karena permasalahan semakin rumit. pastinya satu negara ini akan gaduh, akan banyak politisi yang memanfaatkan keadaan ini. kita bertindak secepatnya." ujar Gopas dengan tegas.


"pak Gopas, kepalaku sudah mumet. apa yang harus kita lakukan."


Gopas mengambil handphoneNya dan kemudian menelepon seseorang, beberapa saat kemudian Gopas selesai menelpon dan menatap ke arah kami.


"baik, untuk saat ini biar saya yang mengambil kendali. Tyas dan Dadang beserta tim dua ruang Sermon, tolong klasifikasi semua dokumen berdasarkan Kasus dan buat rangkuman tiap berkasnya. jika perlu tambahan orang silahkan panggil pegawai lain, jika sudah selesai kita diskusikan kembali. Bu Cantika dan Remon, mari ikut dengan saya meeting di kantorKu. oh ya Dadang tolong informasikan kepada pak Dimas untuk selalu memantau pergerakan data." ujar Gopas dengan mantap.


"siap.... laksanakan..... " kata Remon dan Dadang dengan kompak.


Kami semua langsung bergegas, bersama Remon dan Gopas kami berlalu ke ruangannya. sesampainya Gopas mengumumkan ke enam Anggotanya dan kami duduk di meja ruang meeting Gopas.


"baik, untuk saya bagi dulu tugas untuk kita semua. Lindung dan Martin, kawal Kasus rumah sakit. Ega dan Sira, kawal kasus korupsi dan penggelapan Berlin bank, Muchtar dan Rina, kawal kasus Cantika farmasi. jika kalian kekurangan berkas dokumen mintak kepada Tyas."


"siap.... ujar mereka kompak menyahut omongan Gopas.


"bang Gopas, saya sudah mendapatkan berkas dokumen yang diberitakan di televisi itu bang." ungkap seseorang anggota Gopas yang bernama Lindung.


"ada email masuk ke email ku, tapi pengirimannya saya tidak tahu?" ujar Lindung.


"sini biar kucek dulu laptop Abang." kata Remon sambil meminta laptop Lindung.


Remon langsung mencolokkan kabel dari laptopnya ke laptop Lindung, kami semua terdiam melihat Remon yang fokus ke laptopnya.


setelah beberapa akhirnya Remon berhenti menatap layar laptopnya dan kemudian menoleh ke arah Lindung.


"bang Lindung, email Abang berasal dari spam yang dikirim menggunakan nomor handphone." jelas Remon kepada Lindung.


Remon memberikan secarik kertas yang berisi nomor handphone, dan seketika Lindung memasukkan nomor handphone tersebut ke dalam handphoneNya.


"ha.... ini nomor Tiodor, dulu saya pernah membantu temannya untuk mengambil kasus korupsi di kantorNya memang saat itu email Ku kuberikan kepadanya." jelasnya kepada Remon dan Gopas.

__ADS_1


Terlihat Lindung menghubungi nomor orang tersebut, satu kali tidak terhubung. dan percobaan kedua juga gagal.


"kok payah x ya, ha.... sebentar ada pesan WA masuk." tolong jangan hubungi aku bang, jika butuh saksi di pengadilan saya siap bersaksi tinggal WA saja ya Bang. untuk sementara tolong blokir nomor handphone ku, saya mohon bang."


Kami saling bertatapan satu sama lain, siapa orang itu? kenapa orang itu mengetahui kasus ini? dan kenapa dia tidak mau di hubungi?


"Lindung, tolong blokir nomor tersebut demi keamanan bersama. setidaknya kita ada orang lain yang berdiri dengan kita." tegas Gopas kepada Lindung.


Lindung langsung melakukan perintah Gopas, sementara Remon meneruskan email tersebut kepada Tyas. dan kami kembali fokus.


"Bu Cantika, ibu adalah poin terpenting disini. kyak ibarat main catur, ibu adalah rajanya. jadi saya pribadi memohon kepada ibu untuk selalu berhati-hati. saya sarankan Remon dan Dadang bisa selalu bersama ibu dan Tyas."


Ujarnya dengan raut wajah memohon, dan Aku hanya menganggukkan kepalaku untuk memberikan tanda persetujuan. benar juga kata Gopas, saya memulai semuanya dan semua masalah ini berasal dari keluarga besar Ku.


"Remon tolong hubungi orangtuamu, beritahu kalau kamu dan Dadang untuk sementara tinggal di rumah Bu Cantika."


"baik bang." Remon menjawab Gopas.


Saat itu juga Remon menelpon emaknya, dan setelah berhasil negosiasi dengan Emaknya barulah Remon tersenyum.


"maklum, emak terlalu sayang sama anaknya yang paling tampan dan mencerahkan ini."


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Kami akhirnya tertawa lepas, disaat keadaan genting seperti ini, Remon berhasil membuat kami tertawa untuk sejenak.


Ocehan receh dari Remon mampu membuat suasana menjadi meriah sejenak, dan membuat otak ini menjadi segar untuk sementara. dikala keadaan genting dan menegangkan.


"Remon, Abang mohon tolong jaga Abang dan kakak ipar ini ya. dan kita bersama-sama untuk menyelesaikan semua masalah ini sampai tuntas."


"siap komandan."


Jawab Remon kepada Gopas, dan jawabannya itu kembali membuat kami tertawa.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian kami selesai Meeting, dan kami bergegas untuk melakukan tugas kami masing-masing.


Bersama Remon dan Dadang kami pulang ke rumah. sesampainya di rumah, Mpok Sri langsung mengantarkan mereka ke kamar tamu, sementara Aku Tyas duduk di meja makan. tidak berapa lama, Remon dan Dadang. sudah tiba di meja makan ini, katanya mereka lapar. karena melihat mereka berdua makan dengan lahap, Aku dan Tyas jadi ikut Makan.


__ADS_2