
Selesai makan siang, ibu mertuaku menyuruhku untuk mandi. air panas sudah disiapkan Nya. rasanya tidak enak diperlukan ibu mertuaku seperti ini.
Setelah selesai Mandi, Daren kemudian masuk ke kamar dengan membawa air panas dan juga handuknya. kami berdua saling tersenyum saat berpapasan di pintu masuk kamar mandi.
Kali ini aku hanya Memakai handuk keluar dari kamar mandi dan karena sangat dingin aku langsung masuk ke kamar Daren yang di tuntun oleh Mertuaku.
"Neng... disini sangat dingin, baju hangat ada di kemari itu ya. ibu mau istirahat juga, enak tidur dingin-dingin begini. Neng.... selamat ber istirahat ya." ujar mertuaku sembari berlalu dari kamar Daren ini.
Setelah selesai mengeringkan rambut, langsung memakai baju seksi yang yang ku bawa. tapi karena cuaca sangat dingin di tambah lagi hujan yang deras, langsung masuk ke dalam balutan selimut yang tebal itu dan aroma parfum mas Daren membuat ku langsung nyaman di bawah balutan selimut tebal ini.
Mataku rasanya sangat berat, dan aroma parfum mas Daren yang menempel di selimut ini membuat hati tentang. Rasanya semakin hangat dan terasa ciuman mendarat di keningku. tapi karena ngantuk berat dan sangat sulit untuk membuka kedua mata ini.*
Tangan Ku seperti meraba bulu halus, dan perlahan kubuka kedua mataku. ternyata aku tertidur di dada bidang mas Daren dan tangan kanan ku masuk ke dadanya Melalui celah kancing baju kemeja mas Daren.
Wajahnya begitu teduh dikala tidurnya yang nyenyak. dan perlahan ku cium keningnya dan juga bibir mas Daren yang menggoda.
Ciumanku disambut Nya, begitu nikmat dan menggairahkan. di kala berciuman pandangan mata kami berdua dan akhirnya ciuman kami berakhir.
Kini aku sudah berada di atas ditubuhnya dibawah balutan selimut tebal ini, Daren tersenyum genit melihat ku yang berada diatas tubuhnya.
Hujan deras yang belum reda menambah kesempurnaan dalam kemesraan kami, mas Daren meraih pipiku dan kemudian mencium bibirku lagi.
Tangan besar mas Daren menyikap dress mini yang kupakai dan meraba-raba disekitar pahaku dan area sensitif Ku, tapi cuman hangat nya belum berakhir. dan itu sangat membuatku bergairah.
Mas Daren perlahan melepaskan ciumannya dan dengan pelan membalikkan tubuhku, kini mas Daren sudah berada di atas tubuhku dari celana pendeknya sudah terlibat tonjolan senjata Nya.
Dress ku pakai langsung dibuka oleh mas Daren, begitu juga dengan pakaian. Dada bidang yang sempurna dan berbulu halus semakin menggairahkan ku.
Dengan pelan mas Daren membalikkan tubuhku, dan kini Daren sudah berada di atas dan memainkan puncak gunung yang mungil. gairahku semakin memuncak. dan kaki aku renggang kan.
Mas Daren mengerti akan kode yang ku berikan, barang besar MilikNya perlahan masuk dalam area sensitif ku.
__ADS_1
Baru sebentar saja permainan cairanku perlahan-lahan akhirnya muncrat. tapi Daren belum berhenti menggoyang.
Batang besar itu dilepas olehnya, dan membiarkan ku istirahat sejenak. kemudian Daren meraih puncak gunung ku yang mungil dan memasukkan nya ke dalam mulutnya.
ah.... ' gairahku bangkit kembali...
Dengan posisi sama, Daren kembali memasukkan batang besar MilikNya, perlahan dan semakin lama semakin cepat.
Ranjang yang mulai usang mengeluarkan bunyi, tapi suara hujan deras mampu menghalau suara ranjang yang berbunyi.
Permainan Daren semakin sempurna, dan kami berganti Posisi dengan menduduki batang besar MilikNya dan itu jauh lebih nikmat.
Cairanku memenuhi area Batang nya, dan perlahan ku tarik. dan berganti posisi telentang, Daren kembali menghujani lubang area sensitif Ku. dan lagi-lagi permainannya sangat luar biasa.
Untuk kesekian kalinya cairan kenikmatan ku keluar lagi dan Daren semakin menambah kecepatan permainan.
ahhhhhhh...... suara mas Daren.
Kami berdua berbaring dan tergeletak lemas. karena begitu dingin Daren membalut kan selimut tebal itu ke tubuh kami berdua dan aku bersandar di dadanya yang bidang.
"sayang, terimakasih ya. ini yang kedua kalinya mas merasa sangat puas." kata mas Daren sembari mencium keningku.
"pertama dimana emangnya mas?" Dengan genitnya mas Daren tersenyum menanggapi pertanyaan Ku.
"di rumah mas lah, waktu itu sangat nikmat dan itu adalah pengalaman pertamaku." ucapnya dengan tersenyum.
Ciuman nya kembali mendarat di keningku dan seketika itu juga gairahku bangkit lagi, tanganku langsung mengelus batang nya. terlihat Daren menikmatinya. hanya butuh waktu beberapa menit, batang besar itu langsung berdiri tegak sempurna.
Kami kembali memadu kasih diatas ranjang ini dibawah guyuran hujan deras, suara-suara nakal karena kenikmatan langsung di halau oleh suara derasnya air hujan.
Kenikmatan demi kenikmatan yang kami peroleh karena cinta kami yang menyatu, mas Daren memainkan perannya dengan sempurna, lembut dan mengumumkan. hingga kami lemas karena sudah mencapai titik kenikmatan masing-masing.***
__ADS_1
tok... tok.... tok.... ' suara pintu di ketuk.
"Neng.... Nak.... bangun..., makan malam yuk." terdengar suara ibu mertuaku memanggil kami untuk makan malam.
"iya ma, bentar lagi kami nyusul." jawab Daren Suamiku.
Kami berdua saling tersenyum, karena kami berdua masih telanjang. setelah berpakaian kami keluar dari kamar untuk menemui ibu ruang makan.
"Ma... dapat ayam dari mana?" tanya Daren karena ibu memasak gulai ayam.
"tadi setelah hujan reda diantar pak Deden, katanya ucapan terimakasih karena pak Deden sudah bisa jalan dengan baik." kata ibu mertua sambil menyajikan makanan ke piring kami masing-masing.
"Bu... biar Neng aja yang menyajikan makanan Nya."
"ngak apa-apa Neng, lagian neng ngak terbiasa dengan kehidupan di kampung seperti ini, jadi biar ibu saja. biar ibu juga ada pergerakan, gitu kata Dokter Neng." ujar mertuaku dan mas Daren mengedipkan matanya untuk membiarkan ibu melakukan Nya.
Kami bertiga akhirnya mulai Makan, gulai ayam dan di tambah sayur lalapan. sangat nikmat.
"Bu.... gulai ayam buatan sangat enak, kalau ibu ada waktu ajarin neng masak ya." pintaku kepada ibu mertua.
Beliau hanya tersenyum menanggapi permintaan Ku, seumur-umur baru kali ini aku makan nasi dengan porsi yang banyak. mas Daren yang melihat nya sampai tersenyum.
Kami selesai makan malam, dan kemudian duduk di ruang tamu sambil menikmati kopi yang sangat harum baunya. yang di sajikan dengan goreng pisang buatan ibu.
"beli pisang kepok dimana ma?" tanya mas Daren ke ibu.
"ngak beli, di kasih ibu Saodah. karena Alif anaknya sudah sembuh. ibu Saodah juga memberikan ikan belut yang sudah mama asapi." ungkapnya kepada Daren.
"beras, sayur dan bumbu-bumbu Mama beli ya?" tanya mas Daren lagi.
"sebagian sudah ada dibelakang rumah, kalau beras dari Agus. katanya hasil panen 4 bulan yang Lalu. dan juga sayuran dari Agus juga."
__ADS_1
Mertuaku begitu gampangnya memperoleh bahan makanan di sini. dan semua masih segar. memang desa ini yang terbaik lah pokoknya.