
Korban sudah banyak berjatuhan, om Imran dengan dana yang fantastis dari hasil perdagangan organ tubuh manusia, penjualan senyawa kimia, dan sogokan dari calon pegawai Cantika group. yang digunakan untuk membuat petinggi negara ini tunduk kepada Nya.
Dulu sudah pernah kucoba untuk melawan om Imran dan sekutunya, tapi malah aku yang hampir meninggal. dan bersyukur Daren Suamiku yang menolong.
Ketika Daren memperkenalkan Gopas kepadaku dan akhirnya kami bertemu dengan membuat perencanaan yang matang.
Kami bertemu di kafe, milik Cantika Group tanpa sepengetahuan Daren. setelah Gopas tiba di ruangan Private ini, dia langsung menyalami tanganku dan tangan Tyas.
"pak Gopas, dulu saya sudah pernah mencoba melawan om Imran dan sekutunya. tapi Aku hampir mati. jadi untuk ini kita tidak bisa gegabah." ujar Ku setelah Gopas duduk di kursi.
"itulah tujuan nya, makanya saya meminta ibu untuk bertemu sekarang. kita tidak perlu memberitahu Daren suami ibu. sahabatku itu terlalu lembut hatinya, takutnya dia tidak tega melihat apa yang akan kita rencanakan. dan menggagalkan semua rencana." jelasnya kepada Ku dengan semangat.
"apa rencana pak Gopas?"
Gopas tidak langsung menjawab pertanyaan dariKu, dia membuka buku catatannya dan memperlihatkan padaku.
"Bu... saya menjadi anak yatim-piatu dan hidup sebatang di dunia ini karena mereka semua, saya coba melawan Nya tapi tidak berhasil karena terlalu banyak musuh.
Bukan hanya Keluarga Ku yang dibantainya, tapi keluarga yang lain yang menjadi korbannya Juga. saya sudah lama menghimpun mereka untuk bekerjasama melenyapkan para iblis itu.
Saya sudah punya ahli IT, ahli bela diri, ahli forensik, mata-mata profesional dan ahli Hukum. serta orang-orang jujur yang bekerja di instansi terkait yang siap membantu kita. kami hanya kekurangan dana operasional dan Imran adalah keluarga ibu Cantika yang hendak kami habisi dari dunia ini." ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
"pak Gopas, bukan hanya Keluarga kalian yang diporakporandakan. demikian juga dengan keluarga ku dan semua usaha yang dirintis oleh keluarga ku. bahkan nyawa ku hampir melayang karena manusia Biadab itu.
Jadi saya setuju dengan cara pak Gopas, mari bersama-sama menumpas para iblis itu. dari para Iblis, keluarga Nya serta kaki tangannya."
Ucapan Ku berhasil membuat Gopas semangat lagi dan dia akhirnya menyeka air matanya. karena tidak ada gunanya untuk menangis saat ini.
__ADS_1
"tunggu dulu, kita harus butuh media, yaitu media televisi dan media sosial. terutama media sosial, karena media sosial lebih berpengaruh." kata Tyas yang tiba-tiba nimbrung.
"emangnya kamu setuju dengan kakak?"
Aku bertanya kepada Tyas, karena rencana kami ini belum Ku beritahu kepada-nya. hanya bermodal yakin kepada-nya.
"kakak adalah panutan Tyas, jadi Aku yakin kak. apapun yang kakak lakukan itu adalah yang terbaik, dan Tyas akan dukung semampuku." ucapnya dengan mata yang berbinar-binar.
Hanya bisa memelukNya karena terharu, dan Gopas yang memperlihatkan kami ikut terharu juga, terlihat dari senyuman nya.
"untuk Media televisi, saya ada kenalan. namanya Fikri. dia bekerja di INdah TV, dulu Abang kandunganNya bekerja di INdah TV juga, tapi tewas karena di bunuh. karena mencoba untuk mengungkap kasus Cantika Group.
Beliau sudah pernah bertanya, kapan kita menguak semua Nya? saya bilang tunggu. dan inilah saatnya kita bereaksi, untuk media sosial kita punya Remon. selain ahli dalam IT dia juga ahli dalam hal membuat hastag tagar menjadi viral.
Secara perlahan pasti akan ada yang mau bergabung dengan kita, karena nasib yang sama dan aku yakin selama ini mereka pasti menahannya. mari kita buka semua borok mereka dan kita tegakkan keadilan."
"rencana pertama, kita harus mengorek informasi tentang Kasus Cantika group. apapun itu, sekalipun itu menyakitkan bagi kita bersama. dan kemudian perlahan kita ungkapkan siapa dalang dibalik semua ini.
Setelah itu baru ungkapan ke media, dan tentunya pasti akan mendapatkan dukungan dari warga Net.
Rencana kedua, kita akan melaporkan Imran terlebih dahulu. berikut dengan sekutunya, tapi aku yakin. para petinggi negara ini akan membalasnya dan kita harus bersiap-siap."
Penjelasan Gopas sangat terperinci dengan segala kondisi dan prediksi yang kemungkinan akan terjadi kelak nanti dan itu pasti. karena kubu Imran sangat kuat dan solid.
"ok, saya sudah punya jasa penyedia bodyguard dengan segala keterampilannya...
"tapi kak, para petinggi negara yang terlibat pastinya akan bisa kabur dengan mudah."
__ADS_1
Ujar Tyas yang memotong omongan ku, tapi emang benar. backing Imran tidak main-main dengan uang dan Kuasa mereka.
"yang kabur kita hantam saja, berikut dengan keluarganya. toh juga mereka tidak memperdulikan keluarga para korban. dan untuk kaki tangannya kita sama ratakan, dengan opsi uang atau nyawa dengan cara yang elegan."
Perkataan Gopas benar, karena kubu Imran tidak segan-segan menghabisi para keluarga korban dan harus diperlakukan sama.
"setuju.....
Aku dan Tyas secara bersamaan mengatakan setuju, dan hal itu membuat Gopas tertawa dan bertambah semangat.
"bang Gopas, sekarang apa tugas Tyas?" Adikku bertanya dengan penuh semangat.
"Tyas, dampingi Remon untuk melaksanakan misinya. dan saya sudah ngobrol dengan tim ruang Sermon, mereka siap membantu kita. nanti rencana demi rencana akan kukirim Melalui pesan WA.
Ibu Cantika, saya mohon dukungannya. semua rencana ini akan terlaksana jika saya mendapatkan persetujuan dari ibu nantinya." pinta Gopas dengan mengepalkan kedua tangannya.
"saya selalu siap, apapun resikonya. dan kita punya Daren, Profesor Azma dan Tim nya yang luar bisa. kita harus bisa bangkit demi keadilan."
Ucap Ku kepada mereka berdua, tekad sudah bulat. mereka yang mengawali dan harus mereka juga yang mengakhiri Nya.
Mereka bukan keluarga Ku lagi, jika memang mereka Keluarga Ku, tentunya mereka akan support kami. kedua almarhum orang tua ku sudah pernah mempercayai mereka. tapi apa balasan Nya. hanya air mata Darah dan penderitaan orang lain yang mereka ciptakan.
Mereka lebih disebut Iblis bukan manusia, para iblis seperti mereka harus di lenyapkan dari muka bumi ini.
Imran dan sekutunya harus membayar semua yang telah mereka perbuat, kematian kedua orang tua ku. jatuhnya nilai saham Cantika group, tangisan dan penderitaan orang jujur yang menjadi korban mereka. sumpah demi apapun mereka harus membayar Nya.
Setelah pertemuan tersebut, kami mulai melaksanakan misi, Remon anak jenius yang direkomendasikan oleh Papa nya yaitu bang Irfan yang menyimpan dendam terhadap kubu nya Imran.
__ADS_1
Saya tidak salah memilih Remon, anak jenius mampu memecahkan berbagai jenis permasalahan yang berbau IT dan dengan bergabung Dadang. lulusan IT terbaik dari Seul Korea Selatan menambah kekuatan kami.