DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Perubahan Istriku.


__ADS_3

POV Daren.**


Pengawal yang bekerja untuk kami sekarang hanya tinggal 6 orang, dan 4 orang bekerja untuk Tyas. selebihnya menjadi tenaga keamanan di Cantika Group yang ditempatkan di beberapa anak perusahaan Cantika Group.


Sudah sepekan setelah pulang dari kampung kelahiran Mama, sekarang belakang rumah besar ini, atau yang lebih tepatnya adalah istana. sudah menjadi kebun sayur Mama.


Ada perubahan sikap dari Istriku, Cantika istriku yang cantik. sekarang jauh lebih perhatian dan tentunya selalu bermanja di depanku tapi tegas terhadap bawahannya.


Istriku sangat cemburuan, jika melihat Ku ngobrol dengan wanita lain meskipun itu dengan ku Mama sendiri maupun Profesor Azma, pasti Istriku akan cemburu.


Mama dan Profesor Azma hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Istriku yang cemburuan.


"mas, makan siang yuk. lapar nih!" pintanya yang berdiri di depan pintu ruangan Ku.


"yuk...."


Kami berdua langsung menuju Cafe, baru saja Duduk kami melihat Remon dan Tyas datang menghampiri kami dengan bermesraan. dan tanpa basa-basi mereka berdua langsung duduk di meja kami.


Setelah selesai pesan makanan dan minuman mereka berdua kembali mesra lagi. dan itu terlihat sangat kentara.


"Remon. Abang dengar-dengar kamu sekarang tidak bekerja lagi di kantor Istriku, kan yang merekrut kamu itu Istriku. ada apa ini Remon?"


Remon langsung terdiam dan wajah Tyas istrinya mulai terlihat kesal akan pertanyaan dariKu.


"bang.... AA Remon itu Suamiku, jadi wajar dong jika AA membantu istrinya." jawab Tyas sembari mengelus rambut Remon.


"sudahlah mas, masih ada kok Tim nya pak Dimas. lagian Remon dan Dadang masih punya Misi yang sama kok. server nya sekarang jadi ada dua, untuk menghindari sabotase atau hacker." jelas Istriku.


"oh begitu, oh sayang. hasil dari laboratorium mengenai daun bintang itu sudah keluar. dan itu sejenis reaksi kimia yang mampu menghentikan peredaran darah yang disebabkan oleh luka.


Zat tersebut mampu membunuh bakteri dari luar tubuh saat terluka dan membantu proses pengeringan luka. sekarang tinggal tahap observasi untuk bisa di produksi sebagai obat nantinya.


Menurut Profesor Leo, zat tersebut jauh efektif dari obat biru maupun obat merah. nah selain itu zat Tersebut mengandung Equine Tetanus Antitoxin. yaitu anti tetanus, dan sekarang ini Gopas dan rekan-rekannya sedang mengurus hak paten Nya."


Mereka bertiga hanya bengong mendengar penjelasan dariKu, mungkin mereka tidak mengerti akan maksud Ku.

__ADS_1


"maksud bang Dokter obat baru untuk penyakit luka gitu bang?" pertanyaan Remon mengalihkan pandangan mereka.


"Yap... betul sekali, dan ini belum ada penemuannya. dan bukan hanya itu, dan biaya produksi nya jauh lebih murah dan tentunya jauh Lebih efektif."


Penjelasan ku kali ini benar-benar membuat mereka terdiam.


"kalau mengobati hari yang tersakiti bisa ngak itu pak Dokter?" tanya Dadang yang tiba-tiba datang menghampiri kami


Pertanyaan Dadang yang spontan dengan raut wajahnya yang sedih, membuat perhatian kami semua tertuju kepada Nya.


"mas Dadang kenapa? putus cinta kah?" tanya Remon dengan raut wajah penasaran.


"iya, kemarin itu di masjid ada cewek yang ku taksir. tapi duluan orang lain yang menembak Nya." jawab Dadang dengan lemas.


"cowok yang nembak itu di terimanya?" pertanyaan dari Remon membuat nya terdiam seketika.


"ngak tahu, karena aku sudah terlanjur sakit hati." jawabnya dengan lemas.


"mas bro ku, sebelum jalur kuning melengkung semuanya masih milik umum. mas Dadang langsung lamar aja, yang memberi kepastian itu yang paling utama. jika memang cewek yang ditaksir mas Dadang tidak mau sama Masnya, itu artinya mas Dadang harus mencari yang lain. betul ngak?"


"betul......


"benar juga, baik lah kalau begitu." ucapnya dan hendak berlalu.


"mas Dadang, hanya curhat aja mau kemari? ngak mau makan?" tanya Remon dan hal itu mengurungkan niatnya untuk berlalu.


"oh ya jadi lupa, tadi tujuan ku kemari mau ketemu dengan ibu, istrinya pak Dokter. jadi Dadang datang kemari untuk memberikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan ibu untuk membangun masjid di sekolah milik yayasan kakek ku.


Keluarga besar yayasan mengundang ibu dan pak Dokter beserta seluruh keluarga untuk peresmian masjid, dan sekaligus melaksanakan shalat Jum'at perdana setelah Madjid tersebut di bangun.


Sudi kiranya ibu dan pak Dokter beserta keluarga ikut dalam peresmian tersebut. Remon dan istri serta keluarga lainnya wajib hadir ya."


Ujarnya dengan begitu bahagia, dan Istriku hanya mengatakan untuk berusaha untuk hadir dalam peresmian tersebut.


"mas Dadang, kira-kira cewek yang mas taksir hadir ngak disana saat peresmian nantinya?" tanya Remon kepada Dadang.

__ADS_1


Seharusnya sih harus hadir, karena dia juga salah guru disekolah tersebut. jadi pasti nya akan hadir juga. " jawab Dadang sambil mencomot kentang goreng pesanan Remon.


"pas sekali, besok kita bantuiin mas Dadang, eh mas Dadang. acaranya Jumat besok kan?"


Dadang hanya mengganguk kepalanya, untuk menjawab pertanyaan dari Remon. sementara Tyas istri Remon hanya tersenyum melihat tingkah Suami nya.**


Setelah bekerja satu harian dan mandi rasanya segar banget. ku lihat Istriku sedang sibuk menyiapkan pakaian untuk acara besok. Istriku tersenyum setelah melihat ku keluar dari kamar mandi.


"mas. baju Koko, sarung dan peci mas sudah tersedia. dan mukena serta pakaian Neng juga sudah ready." ujar Istriku sambil tersenyum.


"terimakasih ya sayang." jawab ku kepadanya.


"oh ya mas, tadi sehabis makan ibu pamit untuk ke rumah. katanya kangen dan sekaligus untuk beres-beres.


Ibu ngak pulang, katanya besok langsung berangkat bersama orang tua Remon ke acara peresmian masjid.


Tadi ibu di antar sama pengawal, tapi neng khawir. gimana kalau ibu tiba-tiba lapar, haus atau pengen ngemil. dapat dari mana nantinya ya?"


Ucap Istriku dengan raut wajah kwatir, tapi itu sangat menggemaskan. tidak ku sangka perhatian nya terhadap Mama ku sebesar ini, ku dekati dan ku peluk.


"untuk air minum selalu ready disana, karena Bude yaitu emaknya Remon selalu memperhatikan rumah. dan untuk makanan, keluarga Remon pasti tidak akan membiarkan Mama disana kelaparan. jadi neng tenang ya, Mama itu disana banyak kawan nya."


Jawab ku untuk membuat nya tenang, dan senyuman itu benar-benar sangat menggoda. dan bibir ini tidak bisa ku kontrol yang langsung menyosor bibir seksinya.


Ciumanku disambut Istriku, dan tangan nakalnya langsung masuk kedalam celana pendek yang kupakai tanpa memakai dalaman.


Elusan membuat batang milikku menjadi tegak, kemudian Istriku melepaskan ciumannya dan membuka kimono yang dipakainya.


Cantika Istriku memang sangat menggoda, dia berusaha melepaskan kan kaos yang ku pakai berikut dengan celanaku.


Tanpa pemanasan Cantika istriku langsung mengambil posisi dengan berpegangan di kursi belajar Ku dan posisi sangatlah menantang.


Dengan posisi berdiri, perlahan-lahan ku masukkan batang yang tegak sempurna ke liang kenikmatan milik Istriku.


ah.... ternyata sudah basah, dan perlahan ku alunan goyangan ku percepat. seiring dengan goyangan cairan kenikmatan istriku sudah muncrat.

__ADS_1


Perlahan ku cabut batang MilikKu, dan membopong tubuh Istriku ke ranjang. belum juga merebahkan tubuhnya di ranjang, tangan ku langsung di raihnya dan akhirnya posisinya berada diatas tubuhku.


Perlahan Istriku memasukkan batang MilikKu di liang Nya, dan permainannya sungguh sangat liar. Istriku sangat luar biasa hingga kami berdua tergeletak lemas dan puas akan cinta kami yang bersatu.


__ADS_2