
Besok adalah hari spesial bagi Tyas dan Remon, mereka berdua akan melangsungkan pernikahan yang telah disepakati.
Tyas memilih rumah ini untuk menjadi tempat ijab kabul Nya, dan di lanjutkan dengan resepsi pernikahan nantinya tetap dilaksanakan di rumah ini.
Pagi hari Jumat yang indah ini, Daren sudah tiba di kamar dan langsung mandi. tidak berapa lama dia keluar yang sudah mengenakan pakaian.
"Daren, ini ada tiga stel jas yang aku beli. kamu pilih yang mana? nanti tinggal aku sesuaikan aja dengan warna kebayaku."
Terlihat Daren serius memilih nya dan akhirnya dia memilih stelan jas berwarna abu rokok.
"yang ini aja, warnanya lebih eksotis. trus kemejanya warna apa?" ujarnya sembari memegang stelan jas tersebut.
"tenang sudah ku siapkan, karena yang dipilih adalah stelan jas abu rokok. jadi dipadukan aja dengan kemeja warna senada."
Daren hanya tersenyum sambil mengganguk kepala pertanda setuju. dan pakaian itu langsung di masukkan nya ke dalam lemari dengan cara di gantungkan.
"Saya mau kebawah dulu, mau cek dekorasi dan lainnya." ujarnya sambil berlalu pergi.
Setelah Daren turun kebawah, aku langsung mandi dan kemudian menuju ke kamar Tyas. dan Adikku langsung memelukku.
"kak, deg-degan ni. kenapa aku seperti ini ya kak?" tanya Tyas setelah melepaskan pelukannya.
"makanya kakak datang kemari untuk menenangkan kamu. Tyas, tarik napas dan hembuskan..."
Tyas menuruti Nya, berulangkali dia mencobanya dan akhirnya terlihat Tyas begitu tenang.
"kak... setelah menikah nanti kami berdua ingin bulan madu ke Lombok kak, tapi kakak gimana?" ujar Tyas yang tiba-tiba merasa kwatir.
"tenang aja Tyas adikku sayang, kalian berdua harus berbahagia. kakak sudah menentukan jalan akhirnya."
"tapi kak....."
Tyas masih terlihat kwatir, hari ini adalah hari kebahagiaan Nya. dan tidak akan aku harus melihat Adikku bersanding dengan Reman yang penuh kebahagiaan.
"kami berdua sudah ngobrol, begitu selesai resepsi pernikahan kami akan sama-sama membuat keputusan. apapun keputusan nya nanti kakak akan menerima Nya. kamu tidak perlu khawatir. intinya Tyas harus bahagia, karena kamu berhak untuk bahagia."
Seketika itu juga, Tyas terlihat agak tenang. dan kami kembali berpelukan.
Tok... tok... tok... "suara pintu diketuk.
__ADS_1
"Tyas... bisa keluar sebentar?" pinta Daren dari luar pintu.
Pintu langsung ku buka, seketika itu juga Daren tersenyum melihat ku.
"sayang di sini juga?" tanya Remon dan kemudian tersenyum.
"iya, kenapa nyuruh Tyas untuk keluar?" Daren berhenti senyum setelah ku tanya.
"dekorasi sudah hampir selesai, biar di lihat Tyas dulu. siapa tahu ada kurang atau ada yang mau di tambah kan." ujar Daren dengan penuh semangat.
Tyas langsung menghampiri kami berdua dan kemudian menoleh ke arah Daren.
"Tyas ngak ada permintaan khusus mengenai dekorasi, yang penting sudah bagus menurut bang Daren berarti itu sudah pas untuk Tyas." jawab Tyas dengan senyuman.
Tyas meraih tanganKu dan kemudian meraih tangan Daren serta menyatukan kedua tangan kami.
"kak Cantika, bang Daren. kalian berdua adalah Mama dan Papa bagiKu. dan kalian berdua juga adalah panutan ku. Tyas sangat berharap Abang dan kakak menjadi keluarga yang bahagia."
"Amin..... " ujar Daren dengan sangat lantang dan kuat dan Tyas melirikku.
"Amin..." akhirnya Aku ikut mengamini harapan dan permohonan Tyas.
Amin....
Akhirnya kami bertiga dengan kompak mengatakan Amin. kemudian kami saling tersenyum satu sama lain.***
Tamu undangan sudah mulai berdatangan bersamaan rombongan keluarga mempelai pria, Remon di dampingi oleh Dadang serta keluarga besarnya kami sambut di depan pintu bersama Daren yang gagah dan berwibawa. Remon terlihat sangat dewasa dan berwibawa.
Semuanya sudah duduk, wali dan saksi sudah duduk mendampingi mempelai pria, dan akhirnya penghulu datang.
Setelah membaca doa dan salam, penghulu menyuruh kami untuk membawa mempelai wanita, saya dan Mpok Sri mendatangi kamar Tyas untuk membawanya ke hadapan penghulu.
Tyas sudah duduk dekat ku, tatapan mata Remon tidak lepas dari Tyas adikku yang sangat cantik dan anggun.
"e...e.... mempelai pria mau kemana?" tanya penghulunya.
Terlihat Remon hendak menemui Tyas yang duduk di sampingku, dengan wajahnya yang penuh dengan kebahagiaan.
"mau menjemput calon istriku biar duduk disamping Ku pak." ujar Remon dengan begitu gamblangnya.
__ADS_1
"sabar le...., ntar setalah Syah jadi istrimu terserah mau kamu bawa kemana pun, heran deh.... ngak sabar amat.... "
Hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Kami semua hanya tertawa Karena kelakuan Remon yang tidak sabar mau menggandeng istrinya. dan dia masih berdiri, dan Gopas mendatanginya dan memaksanya untuk duduk kembali.
"sabar ya, harus pelan dan pelan, okey.....
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Kami semua kembali tertawa, memang mereka berdua selalu aja buat kerusuhan yang mengundang gelak tawa. dan tidak memperdulikan keadaan.
Suasana kembali tenang, dan penghulu membacakan beberapa dokumen dan kemudian berhenti sambil menyeka wajah Remon. karena pandangan mata Remon hanya tertuju ke Tyas.
"liatin apa sih le.... makanya sabar, konsentrasi dulu." ujar penghulu dengan sikap kocaknya.
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Suasana sudah seperti ajang stand up komedi, sementara Tyas terlihat malu-malu dan tersenyum.
"le.... konsentrasi ya, supaya nanti malam kalian main karambol." ujar penghulu.
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Ucapan nya yang kocak membuat kami tertawa lagi. bapak dan emaknya Remon hanya bisa tepuk jidat melihat tingkah anaknya yang lucu nan menggemaskan.
"Remon, tolong konsentrasi ya. Abang berharap semua berjalan lancar. dan Abang juga berharap pernikahan kalian bahagia selalu." ujar Daren dengan tegas dan berwibawa.
Akhirnya Susana kembali tenang, dan ijab kabul di Mulai, Remon dengan tegas dan lantang mengucapkan ijab kabul tanpa kesalahan.
sah....... " teriak para tamu.
Daren akhirnya Syah menjadi suami Tyas, dan Adikku itu langsung menghampiri Remon Suaminya. Tyas mencium tangan Remon dan....
"eh...e.... le... yang di cium itu cukup kening istrimu aja, kalau nanti malam terserah kamu." ujar penghulu.
Untuk yang kesekian kalinya Remon membuat kami tertawa karena tingkah lucunya. penghulu jelas-jelas mengatakan untuk mencium kening istrinya. ini malah mau nyosor cium pipi Tyas.
ijab kabul selesai, dan kami sarapan Bersama. setelah sarapan Tyas dan Remon dibawa masuk untuk ganti pakaian ada Sunda. karena acara selanjutnya adalah serangkaian adat Sunda.
__ADS_1
Tidak berapa lama, suami istri itu keluar yang di tuntunan oleh MUA. Tyas adikku sangat-sangat cantik, dan anggun. dengan balutan baju adat Sunda membuat nya semakin cantik dan Anggun.