DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU

DOKTER TAMPAN ITU MILIKKU
Cinta Menyayat Hati.


__ADS_3

POV Daren.**


Ratu Kejam ini memang menyakiti hati ini, walaupun kejam entah kenapa di Hatiku ini cuman ada di ratu kejam ini. bahkan tadi malam perasaan tidak enak dan benar saja sang ratu ini sedang sakit.


Emosiku dan sakit hatiku tadi malam langsung reda ketika melihat si ratu kejam ini tak berdaya di ranjang.


Setelah selesai membersihkan wajahnya, ratu kejam ku ini tertidur, itu karena reaksi dari obat penenang yang ku berikan. setelah Sengah jam tubuhnya berkeringat pertanda obat beraksi dengan sempurna.


Pakaian basah, dan langsung ku ganti. walaupun agak tergoda akan tubuhnya yang seksi tapi aku tahan. karena aku sudah berjanji bertindak sebagai dokter.


Cantika adalah Istriku, jadi tidak apa-apa jika Aku mengganti pakaiannya. hanya bra dan ****** ******** yang tidak terpakai.


Setelahnya Ku buka kembali berkas-berkas Ku, berkas untuk kelengkapan uji kompetensi menjadi dokter Speaslis. kali ini adalah pendaftaran terakhir dan untuk ujian yang terakhir untuk mendapatkan gelar Speaslis.


Setelah pemberkasan selesai, dan telah masuk semua ke dalam tas. Keadaan istriku ku cek kembali. Demamnya sudah turun, dan infus sudah mulai habis.


Segera ku cabut tapi jarumnya masih menempel di pergelangan tangannya, untuk tempat menyalurkan obatnya nanti.


Jam dinding sudah menunjukkan jam 12 siang, itu artinya Cantika harus makan siang agar bisa minum obat lagi. dan benar saja Mpok Sri sudah datang lagi membawa makan siang untuk ratuKu ini


Ternyata sang ratu sudah bangun, tapi seperti kebingungan sembari melihat pakaiannya. mungkin merasa aneh ketika pakaiannya sudah berganti.


Makanan dalam nampan ku letakkan diatas meja riasnya. saat berbalik ternyata sang ratu sudah dibelakang Ku berdiri dengan ekspresi wajah yang marah.


Plak.... plak.... plak.... plak...


Kedua Pipiku ditampar lagi, kedua pipi ini rasanya panas karena ditampar bolak balik.


"bangsat.... kurang ajar, berani-beraninya kamu mengganti bajuku, kamu kira kamu itu siapa bangsat." ujarnya dengan menggunakan kalimat indahnya


"saya Suami Mu Bu bos." seketika dia terdiam dan memalingkan wajahnya.


"tenang Bu bos, saya tidak akan melakukan yang macam-macam. tadi Bu bos berkeringat karena reaksi obat, makanya aku ganti." tapi dia tidak bergeming juga.


Sudah habis akal ku, akhirnya aku bersujud di hadapannya.


"saya tidak melakukan apapun kepada Bu bos, saya mintak maaf atas kelakuan Ku. saya berjanji hal itu tidak terulang lagi."


"bangkit bangsaaaat..." ucapnya dengan kasar.

__ADS_1


"saya tidak akan bangkit sebelum Bu bos selesai makan." sang ratu mengambil makanan di atas meja riasnya.


Perlahan tapi pasti, akhirnya makanannya habis. karena makanan itu sudah habis. maka Aku bangkit berdiri dan mengambil obat.


"Bu bos, untuk penyembuhan obatnya, aku suntikan ya? Bu bos, tolong berbaring telentang ya."


Syukurlah sang ratu itu nurut, dan dengan gampangnya bisa menyuntikan obat melalui jarum infus yang menempel di pergelangan tangannya.


"karena keadaan Bu bos sudah baikan, jarum infus nya aku cabut ya." setelah meratakan alkohol disekitar tangan perlahan kubuka plester nya.


"Bu bos, tarik napas. sekarang cabut jarum, tarik napas dan buang." sang ratu nurut.


Akhirnya jarum infus tercabut, di ku bersihkan area pergelangan tangannya. kemudian menempelkan plester kecil tepat di bekas lubang jarum.


"sudah selesai Bu bos, obat yang kuberikan mengandung penenang. mungkin sebentar lagi Bu bos akan tertidur."


plak....


Satu tamparan melayang di pipi kananku, dan kemudian.


plak....


tamparan kedua melayang lagi, apa yang salah? ketika ku tatap wajahnya. dan wajah itu menunjukkan kemarahan yang luar biasa.


Apa yang salah? demamnya sudah turun, tapi kenapa ratu kejam galak lagi?.


Perlahan obat itu beraksi dan terlihat matanya sudah mulai terpejam dan akhirnya tertidur, syukurlah suaranya tidak menggelegar lagi. dan makian itu sudah surut.


Saat tidur wajahnya begitu sendu, tapi saat bangun mulutnya begitu pedas. kursi itu ku tarik dan aku duduk menghadap ratu Ku yang kejam ini. ***


baduabammmm......


Aku tersungkur terbalik dan terhempas ke meja riasnya, akibat di tendang dengan kuat oleh sang ratu.


Rasanya baru tertidur sejenak, tapi harus berakhir dengan tubuhku yang sakit karen kepentok kaki meja rias ini.


Malu bercampur sakit hati, itulah yang kurasakan. untuk sakit fisik ini masih bisa ku tahan, tapi hatiku ini rasanya pedih.


"kurang ajar kau bangsat, berani kau tidur dekat dengan ku." ujarnya dengan makian.

__ADS_1


"Bu bos saya tidak melakukan apa-apa."


Ratu kejam itu hanya diam, dan aku bangkit dari lantai ini, kemudian membereskan yang berantakan. setelah itu menyiapkan obat untuk di minum nanti sore.


Ternyata sudah jam 3 sore, sudah saatnya mendaftar untuk mengikuti ujian akhir. dan obat tersebut aku letakkan di meja riasnya.


"karena Bu bos sudah baikan, jadi aku pamit untuk mendaftar ujian akhir ya. jika nanti aku terlambat pulang, tolong minum obat yang diatas meja itu."


Ratu kejam itu tidak bergeming sedikitpun, sebenarnya mendaftar ujian masih bisa hari esok, tapi karena hati ini sudah terlanjur sakit makanya aku pergi untuk menenangkan hatiku ini.


Aku sampai hampir terlambat, itu karena kemacetan jalanan. tapi masih bisa bersyukur karena pendaftaran Ku masih diterima.


Selesai mendaftar, langsung pergi ke rumah lamaKu. untuk mengambil beberapa dokumen. tapi ditengah jalan teringat akan istriku yang kejam itu. dan akhirnya kami berbalik pulang ke rumah untuk mencek keadaan ratu Ku.


Sesampai dikamar sudah jam setengah delapan, kulihat Istriku sudah duduk di meja riasnya sambil mengeringkan rambutnya.


'syukurlah sudah jauh lebih baik' gumam Ku dalam hati.


Tapi aku belum berani bertanya kepadanya, takutnya makian yang kuperoleh darinya. setelah meletakkan tas di atas meja belajarku, pakaian dan handuk kubawa ke kamar mandi. karena Bu bos, melarang untuk berpakaian di kamar ini.


Selesai mandi Bu bos, sudah tidak berada di tempat duduknya maupun diranjang. dan terdengar suara yang marah dari bawah. karena penasaran aku buru-buru keluar untuk melihat orang yang marah-marah itu


Ternyata Om Rio pelakunya, dia begitu marahnya saat memandangi Ku. tapi ratu kejam itu tidak kalah sengitnya dengannya.


"nah.... ini dia biang keladinya, kamu kan yang mencuri file dari laptop Ku? tapi ngak apa-apa karena kamu sangat tampan." ujarnya dengan tersenyum genit.


Dasar pria belok, dikiranya dia sudah imut dan lucu dengan ekspresinya.


"sayang... apapun akan aku berikan kepadamu, asal kamu mau jadi jantan tangguh untukku." pintanya dengan ekspresi wajah yang menjijikkan.


"enyah lah kau ke neraka, pengawal.... usir pria sinting ini." seketika para pengawal datang dan menyeretnya keluar.


"sayang... Hotel, spa dan beberapa restoran akan jadi milikmu sayang Ku." teriaknya dan itu membuatku sangat jijik.


Setelah kepergian pria belok itu, Cantika istriku mendekati Ku dengan tersenyum sinis dan meraba pundak Ku.


"kamu suka sama pria sinting itu? ambil saja kan kaya raya." kata Cantika dengan begitu sinis dengan nada merendahkan.


Tapi tidak ku jawab, dan dirinya berlalu meninggalkan Ku yang bengong di tangga ini. Pria belok itu sudah menggangu, liat saja nanti. ku harap tidak akan pernah bertemu lagi denganmu.

__ADS_1


Sesampainya di kamar, ku lihat istriku sudah tertidur. mungkin pengaruh obat yang diminumnya, karena pembungkus obat itu terletak di atas meja.


Notebook langsung ku nyalakan, dengan teknik yang sama. video asusila pria belok itu aku sebarkan dan beberapa file mengenai perbuatannya ku kirim ke stasiun televisi untuk memberinya pelajaran.


__ADS_2